4 Cara Memelihara Bakteri Baik, Kunci Penting Bagi Kesehatan Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidak semua bakteri pasti jahat. Di dalam tubuh manusia umumnya hidup dua jenis bakteri, yaitu bakteri jahat dan baik. Jenis bakteri yang baik itu sendiri sering juga disebut dengan probiotik. Nah bagi anak-anak, kehadiran bakteri baik dalam tubuhnya penting untuk menjaga kesehatan pencernaannya. Anda bisa sontek berbagai tips berikut ini untuk membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus anak.

Kenapa bakteri baik harus ada dalam usus anak?

Sistem pencernaan anak pada dasarnya belum sepenuhnya bekerja sempurna. Sistem kekebalan tubuhnya juga belum cukup kuat menangkal penyakit.

Di sisi lain, anak kecil belum sepenuhnya mengerti mana yang bersih dan kotor. Mereka sering kali memasukkan tangan atau mainan yang belum tentu bersih ke dalam mulut, menggunakan lagi sendok makan yang sudah jatuh, dan sebagainya.

Berbagai hal ini akan memudahkan bakteri jahat, parasit, atau virus masuk ke dalam tubuh anak dan menimbulkan berbagai penyakit pencernaan, contohnya diare. Nah, memelihara jumlah bakteri baik dalam usus si kecil bisa membantu mencegah risiko ini. Bakteri baik mampu merangsang sistem imun anak bekerja lebih aktif untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam tubuh.

Bakteri baik sebetulnya sudah hidup secara alami di dalam usus anak. Namun, orangtua tetap perlu menjaga jumlah bakteri tersebut agar tidak malah berkurang. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk itu adalah memberikan si kecil cukup asupan serat.

Tips meningkatkan bakteri baik untuk saluran cerna anak yang sehat

Kesehatan tubuh anak yang optimal ditandai dengan banyaknya jumlah bakteri baik dalam usus. Meningkatkan probiotik dalam usus anak dapat mencegah risikonya terkena gangguan pencernaan dan mendukung kesehatan tubuh anak secara keseluruhan.

Untungnya, cara meningkatkan probiotik tidak sulit. Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut ini di rumah:

1. Sediakan makanan tinggi serat

pola makan sehat anak berat badan ideal anak

Bakteri baik sudah hidup secara alami di dalam tubuh si kecil. Maka, menjaga populasi bakteri baik yang sudah ada dalam usus anak itu sangatlah penting.

Untuk itu Anda perlu menyediakan menu makan yang kaya serat, seperti sayur, buah, biji-bijian, dan susu tinggi serat.

Asupan serat mencegah mikroba usus kelaparan sehingga memakan lendir yang melapisi dan melindungi dinding usus. Dalam jangka panjang, cara ini mencegah pencernaan anak meradang yang bisa meningkatkan risiko penyakit radang usus, alergi, atau asma.

Untuk melengkapi asupan serat anak, ibu bisa mengakalinya dengan mengolah variasi menu yang lebih menarik, atau memberikan susu balita yang baik untuk pencernaan dan pastikan susunya tinggi serat.

2. Berikan makanan yang mengandung prebiotik

jenis yogurt

Anda dapat memberikan si kecil makanan tinggi prebiotik untuk membantu memelihara bakteri baik dalam perutnya. Prebiotik adalah komponen serat yang menjadi makanan utama bagi bakteri baik agar bisa terus berkembang biak dalam tubuh.

Serat, yang jenis larut (FOS:GOS) maupun tidak larut, sama-sama bekerja memperlancar pencernaan anak agar BAB-nya tidak bermasalah. Dengan begitu, si kecil dapat terbebas dari masalah sembelit dan juga diare.

Prebiotik bisa Anda dapatkan dari sumber makanan berserat seperti sayur-sayuran (asparagus dan bayam), bawang (daun bawang, bawang putih, bawang merah, dan bombay) serta susu tinggi serat.

Asupan prebiotik yang mencukupi dapat menurunkan risiko peradangan pada usus dan merangsang penyerapan kalsium. Prebiotik juga sekaligus bekerja menekan pertumbuhan jenis bakteri yang jahat.

3. Jangan melarang anak bermain di luar rumah

Aktivitas utama anak adalah bermain. Baik itu bermain sendiri di dalam rumah atau di luar seperti pekarangan rumah atau taman kompleks bersama teman-temannya.

Keduanya sama-sama menguntungkan. Bukan hanya untuk kematangan mental anak, tapi juga mendukung mikroba usus menjadi lebih kuat.

Menurut studi dalam jurnal JAMA Pediatrics, anak yang suka bermain “kotor-kotoran” di lapangan memiliki sistem imun yang lebih kuat daripada anak yang hanya bermain di dalam ruangan. Anak-anak yang aktif bermain di luar juga lebih jarang jatuh sakit, atau lebih cepat pulih ketika sakit.

Namun demikian, Anda tetap harus mengawasi anak saat bermain di luar. Ajarkan anak untuk membiasakan mencuci tangan dan kaki atau mandi setelah bermain di luar rumah.

4. Hindari minum antibiotik jika tidak perlu

Setiap kali si kecil sakit, bukan berarti ia butuh minum antibiotik. Antibiotik memang efektif untuk membunuh bakteri, tapi bukan hanya bakteri jahat saja; bakteri baik juga ikut mati.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Johns Hopkins University menemukan hubungan antara konsumsi antibiotik jangka panjang dengan risiko berat badan berlebih selama masa anak-anak. Peneliti melaporkan, efek obat antibiotik menghambat kerja mikroba baik di usus.

Penggunaan obat antibiotik jangka panjang saat masih anak-anak juga bisa mengakibatkan risiko bakteri kebal obat (resistensi antibiotik) ketika dewasa nanti.

Jadi, penggunaan antibiotik pada anak harus benar-benar diperhatikan. Hanya dokterlah yang bisa menentukan apakah anak butuh minum antibiotik atau tidak ketika sakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit