8 Tahapan Perkembangan Makan Bayi Sesuai Usia Tumbuh Kembangnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

ASI adalah sumber makanan utama bayi dari semenjak ia lahir sampai paling tidak 2 tahun pertama kehidupannya. Seiring tumbuh kembangnya, Anda juga perlu mulai memberikan makanan pendamping ASI untuk memastikan kebutuhan gizi bayi tetap terpenuhi. Namun, perkenalan makanan butuh waktu dan cara yang tepat. Maka itu, pastikan Anda memahami tahapan makan bayi sesuai tahap perkembangannya.

Perkembangan tahapan makan bayi

Setelah ASI, tahapan makan bayi selanjutnya adalah makanan pendamping ASI (MPASI). Tahapan makan bayi ini akan terus berkembang hingga ia pada akhirnya bisa makan sendiri.

Berikut tahapan perkembangan kebiasaan makan bayi seiring perkembangan usianya:

Tahapan makan bayi 1: Mulai MPASI di usia 6 bulan

Bayi sudah boleh dikenalkan dengan makanan padat pertama di usia enam bulan alias selepas ASI ekslusif. Di usia ini, refleks anak untuk menjulurkan lidahnya untuk mengisap payudara atau dot botol susu akan mulai hilang.

Bayi berusia sekitar enam bulan kini sudah bisa mengangkat dan menopang kepalanya sendiri karena lehernya sudah mulai kuat.

Tahapan makan bayi 2: Beralih dari susu ke makanan bertekstur

Setelah anak mulai terbiasa dengan makanan pengganti ASI atau susu formula, lanjutkan pemberiannya untuk membiarkan bayi terbiasa dengan makanan padat.

Setelah beberapa minggu, Anda bisa mulai memberikan asupan makanan yang lebih bertekstur. Kenalkan tekstur baru pada anak perlahan-lahan. Anda bisa mulai dengan memberi bayi pisang atau alpukat tumbuk.

Anda bisa memberikan makan kepada bayi dengan tahapan mulai dari bubur lembut (tahap pertama), ke bubur kental (tahap kedua), sampai bubur bergumpal (tahap ketiga).

Makanan bertekstur ini tetap bisa dilumat walaupun gigi bayi belum tumbuh sempurna.

makanan penyebab sembelit pada bayi

Tahapan makan bayi 3: Anak mulai duduk di kursi makan

Tahapan makan selanjutnya adalah ketika bayi sudah mulai belajar duduk di kursi makan (high chair). Memang, kemungkinan anak untuk jatuh atau keluar sangat kecil.

Namun, jangan lupa untuk tetap memerhatikan aturan keselamatan anak dengan selalu kenakan sabuk pengaman setiap kali anak ditempatkan di atas kursi makan. 

Tidak ada salahnya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena kecelakaan mungkin saja terjadi ketika orangtua lengah.

Tahapan makan bayi 4: Anak mulai menggenggam makanan

Umumnya bayi yang berusia sekitar 9-11 bulan sudah mampu menggunakan tangan mereka untuk berusaha mengambil makanan yang dipegang orang tuanya.

Tahapan makan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk makanan yang bisa digenggam (finger food).

Hanya saja, sebelum mahir makan makanan seukuran jari, bayi biasanya akan diberikan makanan yang dicincang halus (minced) dan dicincang kasar (chopped), menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Di usia ini, frekuensi makan utama bayi sekitar 3-4 kali sehari dengan makanan selingan atau camilan berkisar 1-2 kali.

Makanan yang dipilih untuk bayi dalam fase makan ini tentunya harus tetap sehat, bergizi, dan bertekstur lembut.

Ambil contohnya, pasta dipotong dalam bentuk dadu, potongan-potongan kecil sayuran matang seperti wortel, kacang panjang, buncis atau ayam dan daging lembut sesuai bentuk genggaman tangannya.

Tahapan makan bayi 5: Ketika anak mulai menggunakan sendok

Sesaat setelah bayi sudah bisa menggenggam makanannya, Anda sudah boleh mencoba memberinya sendok. Jangan heran apabila mereka malah memainkannya atau bahkan memasukkan sendok ke dalam mulut karena ini wajar terjadi.

Kebanyakan bayi belum bisa menggunakan sendok secara efektif sampai berusia 12 bulan. Namun, tidak ada salahnya bagi ibu untuk melatih tahapan makan bayi sembari mengajarkannya menggunakan sendok di usia ini.

Ketika mengajarkan anak makan sendiri menggunakan sendok, mulailah dengan makanan lengket seperti yoghurt, kentang tumbuk, atau keju yang lembut.

Anda bisa memberikan sedikit krim keju di atas sendok kemudian taruh potongan sereal berbentuk O di atasnya. Krim keju akan membuat sereal tetap menempel pada sendok sehingga bayi bisa makan sereal dari sendoknya sendiri. 

Untuk mengantisipasi kotor dari makanan bayi yang tumpah, gunakan celemek bayi yang tahan air dan taruh alas di bawah kursi makan agar lebih mudah dibersihkan.

makanan bayi 8 bulan

Tahap makan bayi 6: Mulai mencoba makanan pemicu alergi

Biasanya, Anda dianjurkan untuk menunggu sampai anak berusia 12 bulan sebelum mencoba makanan yang bisa memicu alergi, seperti telur atau ikan.

Namun nyatanya, menunggu bayi sampai melewati usia tertentu tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini bisa jadi pengecualian jika orangtua memang memiliki riwayat alergi makanan atau ada dugaan bayi mengidap alergi tertentu.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makanan pemicu alergi yang diberikan pada anak di bawah usia 12 bulan membuat mereka lebih rentan terkena alergi.

Mengenalkan makanan yang bisa memicu alergi sebagai tahapan makan pada bayi sebelum usia 12 bulan sebenarnya sah-sah saja.

Akan tetapi, banyak dokter sepakat bahwa orangtua harus sangat berhati-hati dalam memberi kerang dan kacang. Pasalnya, reaksi alergi yang ditimbulkan dari makanan ini bisa sangat berbahaya bagi anak.

Tahap makan bayi 7: Bayi bisa minum sendiri dengan lancar

Selama enam bulan pertamanya, bayi tidak membutuhkan asupan air tambahan karena semua air yang mereka butuhkan terdapat di dalam ASI atau susu formula.

Pemberian air pada bayi di bawah usia enam bulan justru dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Setelah usianya di atas enam bulan, tentu tidak masalah untuk memberikan bayi air putih maupun ASI di dalam botol dot selagi mengajarkannya minum sendiri.

Begitu bayi berusia 9 bulan, biasanya ia dapat mulai minum dengan menggunakan dot maupun sippy cup atau gelas anti tumpah.

Tahap makan bayi 8: Anak sudah bisa makan sendiri

Menguasai alat makan merupakan salah satu tahapan makan bayi dengan proses yang panjang. Kebanyakan bayi belum bisa menggunakan sendok secara efektif sampai berusia 12 bulan.

Dorong bayi untuk tetap berlatih dengan aman. Jangan khawatir akan berantakan hingga mengotori bajunya karena ini adalah hal yang wajar.

Ketika usia bayi sudah di atas 12 bulan, badan kesehatan dunia atau WHO menjabarkan bahwa frekuensi makan bayi bisa mencapai 3-4 kali sehari.

Sementara waktu makan selingan atau camilan umumnya sekitar 1-2 kali sehari atau sesuai dengan nafsu makan bayi.

Selamat menyaksikan tumbuh kembang bayi Anda dengan bahagia dan penuh kasih, ya!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula whey protein untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
agar bab lancar dan tidak keras
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Alergi cat rambut terkadang dapat berakibat fatal. Ini sederet gejala alergi yang harus Anda waspadai sebelum menggunakan cat rambut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 04/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit