backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengenal Baby Led Weaning (BLW), Saat Bayi Belajar Makan Sendiri

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Mengenal Baby Led Weaning (BLW), Saat Bayi Belajar Makan Sendiri

Tahukah Anda mengenai baby led weaning atau BLW? Baby led weaning atau BLW adalah suatu proses perkembangan makan bayi. Biasanya, metode konvensional alias menyuapi (spoon feeding) masih menjadi pegangan utama orangtua saat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, seiring perkembangan zaman, orangtua mulai membiarkan anak makan sendiri atau yang disebut dengan metode baby-led weaning (BLW). Agar lebih jelas, berikut informasi seputar baby led weaning (BLW) yang perlu Anda tahu. 

Apa itu baby-led weaning (BLW)?

mitos makanan bayi

Baby-led weaning atau BLW adalah metode memperkenalkan makanan kepada bayi dengan membebaskan ia untuk makan MPASI sendiri dari awal prosesnya.

Baby-led weaning atau BLW mendorong bayi untuk memilih makanan padat atau MPASI yang ia inginkan dengan jumlah yang ia inginkan pula, bukan yang ibu inginkan.

Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan biasanya sudah mulai dapat melakukan banyak hal, termasuk belajar makan makanan padat.

Dengan begitu, bayi Anda dapat mengeksplor makanan dan mengetahui apa yang dirinya inginkan.

Tugas Anda yakni memberikan bayi berbagai jenis makanan supaya bayi mengenal berbagai jenis makanan.

Berikut definisi operasional BLW.

  • Anak duduk bersama keluarga di waktu makan.
  • Anak didorong untuk mengeksplor makanan baru dan mengambil sendiri dengan tangan meski awalnya tidak dimakan sama sekali.
  • Berikan makanan dalam bentuk dan ukuran yang mudah dipegang bukan puree atau yang mudah hancur.
  • Sejak awal anak makan sendiri tidak disuapi.
  • Biarkan anak menentukan seberapa banyak ia ingin makan.
  • Anak tetap mendapatkan susu seperti ASI maupun susu formula di samping makanan padat sesuai yang ia mau dan menentukan kapan akan berhenti.

Beda metode BLW dengan metode spoon feeding yakni spoon feeding cenderung dikendalikan oleh peran orangtua melalui proses menyuapi bayi.

Namun, spoon feeding (makan dengan sendok) adalah metode yang tetap mendukung bayi untuk aktif saat makan meski tidak seaktif saat ia melakukan baby led weaning (BLW). 

Menariknya lagi, BLW punya berbagai manfaat atau keuntungan, yakni berikut.

  • Terasa menyenangkan untuk bayi.
  • Terasa lebih alami.
  • Bayi bisa lebih belajar tentang makanan.
  • Bayi bisa belajar mengenai tekstur, bentuk, ukuran dan lainnya.
  • Bayi bisa ikut makan bersama anggota keluarga lainnya.
  • Bayi belajar untuk mengendalikan nafsu makannya.
  • Baik untuk kesehatan bayi jangka panjang.

Kapan bisa mulai menerapkan baby-led weaning (BLW)?

menu makanan bayi 1 tahun blw

American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan baby-led weaning atau BLW adalah saat berusia 6 bulan.

Pada usia ini, bayi umumnya sudah mampu untuk duduk sendiri dan mengambil benda-benda di dekat mereka.

Selain itu, refleks dari lidah mereka sudah lebih baik, sudah bisa mengunyah dan mengeluarkan makanan, serta usus mereka sudah lebih siap untuk mencerna makanan.

Akan tetapi, usia bukan satu-satunya patokan bagi bayi untuk mempraktekkan baby-led weaning (BLW).

Beberapa bayi mungkin sudah bisa mempraktikkan baby-led weaning pada usia 6 bulan, tetapi beberapa yang lain mungkin belum siap.

Biasanya ketidaksiapan bayi dalam melakukan baby led weaning atau BLW karena belum mampu mengambil sesuatu, belum mampu mengunyah makanan, atau mungkin berkebutuhan khusus.

Jadi, kesiapan bayi untuk mulai melakukan baby led weaning atau BLW tergantung dari masing-masing kondisi bayi.

Maka itu, ibu harus mengenal kemampuan bayinya sebelum mengajarkan baby led weaning atau BLW.

Bagi ibu yang merasa bayinya sudah mampu mempraktikkan baby-led weaning, sebaiknya perkenalkan bayi dengan BLW saat waktu makan bersama keluarga.

Selama makan berasama anggota keluarga lainnya, bayi akan melihat orang di sekitarnya makan sehingga ia cenderung ingin meniru.

Bayi dengan mudah dapat meniru perbuatan orang yang lebih tua. Bayi umumnya kerap mencoba mengambil makanan dari kakak atau orangtuanya.

Bahkan, bayi memiliki kesenangan tersendiri bila ia dapat melakukan apa yang dilakukan oleh kakaknya atau orang tuanya.

Apa makanan yang cocok diberikan selama BLW?

menu makanan bayi 9 bulan blw

Makanan yang cocok diberikan untuk mempraktikkan baby-led weaning adalah makanan yang mudah dipegang oleh bayi atau biasa disebut dengan finger food.

Selain itu, penting untuk memberikan makanan mulai dari yang lembut karena gigi bayi belum tumbuh seluruhnya.

Potong-potong kecil makanan tersebut agar dapat dipegang oleh bayi. Jangan berikan makanan yang membuat bayi tersedak.

Beri bayi berbagai macam makanan dari kelompok makanan yang berbeda-beda setiap hari agar kebutuhan gizi bayi dapat terpenuhi.

Beberapa contoh makanan yang bisa diberikan pada bayi selama belajar baby led weaning atau BLW adalah berikut.

  • Sumber karbohidrat, seperti kentang, pasta, roti, atau nasi yang lunak.
  • Sumber lemak, seperti buah alpukat.
  • Sumber protein, seperti daging ayam, daging sapi, telur, ikan yang sudah tidak ada durinya
  • Kelompok buah-buahan dan sayuran secukupnya.

Makanan untuk belajar BLW

Agar lebih mudah, biasanya bayi yang sedang menjalani BLW juga diberikan makanan seperti berikut.
  • Wortel panggang atau kukus.
  • Irisan pisang yang sudah matang.
  • Brokoli kukus.
  • Kentang yang sudah dikupas kemudian dikukus atau digoreng.
  • Daging ayam yang sudah diolah.
  • Potongan buah.
  • Buncis rebus.
  • Roti yang sudah dipanggang, dll.

Sah-sah saja untuk menambahkan perasa seperti gula dan garam ke dalam makanan bayi.

Hal ini bertujuan agar bayi lebih semangat saat menikmati makanannya karena tidak terasa hambar. Sajikan menu MPASI bayi yang disukainya dan terapkan jadwal MPASI rutin setiap harinya.

Adakah bayi yang tidak boleh melakukan BLW?

makanan agar bayi 6 bulan tidak sembelit

Meskipun bayi sudah memasuki usia enam bulan dan telah menunjukkan tanda siap makan MPASI, tidak semua bayi boleh menjalani BLW.

Daftar kondisi bayi yang sebaiknya tidak diajarkan baby led weaning atau BLW adalah sebagai berikut:

  • Bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan 36 minggu atau kurang.
  • Bayi dengan berat badan rendah.
  • Bayi yang mengalami keterlambatan perkembangan.
  • Bayi berkebutuhan khusus yang tidak bisa mengunyah dengan baik atau mengalami kesulitan untuk mengambil makanan dan memindahkannya ke mulut.
  • Bayi yang memiliki riwayat alergi, masalah pencernaan, atau intoleransi makanan.
  • Bayi mengalami bibir sumbing.
  • Bayi yang memiliki hipotonia, kondisi yang ditandai dengan kelemahan otot.

Bagaimana mempraktekkan baby-led weaning yang aman bagi bayi?

makanan bayi 11 bulan

Baby-led weaning akan aman bagi bayi jika dipraktikkan dengan cara yang benar. Beberapa tips untuk mempraktikkan baby led weaning dengan aman menurut IDAI adalah berikut.

  • Hindari memberikan makanan yang dapat membuat bayi tersedak seperti kacang, anggur utuh, apel dengan kulit, popcorn, dan lainnya.
  • Hindari makanan cepat saji atau terlalu banyak mengandung gula dan garam.
  • Jangan tinggalkan bayi sendiri ketika ia sedang makan atau berada dekat dengan makanan.
  • Bayi harus makan dalam keadaan duduk, artinya ia sudah mampu menegakkan dada dan bertahan pada posisi tersebut.
  • Berikan makanan dalam bentuk yang mampu digenggam bayi sebagai menu makanan utama maupun camilan bayi.
  • Pastikan tekstur makanan cukup lembut dan lunak sehingga mudah hancur saat dimakan bayi.
  • Perkenalkan bayi dengan baraneka ragam makanan.
  • Ajak bayi makan bersama anggota keluarga lainnya.

Perhatikan jika bayi mempunyai alergi. Ketika mengalami alergi, bayi biasanya akan mengalami reaksi tertentu. Oleh karena itu, hindari pemberian makanan yang berisiko membuat bayi alergi.

Apakah ada risiko dari baby led weaning (BLW)?

menu makanan bayi 10 bulan

Selain dinilai baik bagi perkembangan bayi, baby led weaning atau BLW juga berpotensi memunculkan berbagai risiko berikut ini.

1. Bayi berisiko kurang gizi

Menurut penelitian di dalam Italian Journal of Pediatrics, bayi yang menjalani metode BLW biasanya memiliki berat badan tergolong kurang (underweight) ketimbang bayi yang tidak BLW.

Asupan makan bayi yang diajarkan baby led weaning atau BLW biasanya tidak sebanyak bayi yang disuapi (spoon feeding).

Ini karena ketika makan sendiri, bayi cenderung makan sesukanya. Sementara bayi yang disuapi oleh orang lain cenderung memakan apa pun yang diberikan.

Nah, karena cenderung makan sesukanya, bayi yang diajarkan BLW bisa berisiko mengalami kurang gizi.

Bahkan, bayi yang menjalani BLW juga dapat kekurangan asupan zat besi, seng, dan vitamin B12 yang sebenarnya penting di usianya ini.

Kekurangan gizi bisa diakibatkan karena si Kecil yang mengatur sendiri keinginan makannya. Padahal, kebutuhan nutrisi bayi yang sudah mulai makan seharusnya lebih banyak dipenuhi dari makanan padat.

2. Berantakan saat makan

Wajar bila bayi makan dengan berantakan dan tidak rapi. Namun, bagi Anda yang tak suka kotor dan keadaan yang berantakan, mungkin Anda tidak akan menyukai metode BLW ini.

Sebab, ketika makan sendiri, si Kecil akan bermain dan bersenang-senang dengan makanan yang ada di hadapannya.

Hal ini akan sangat mungkin membuat makanan tersebut jatuh, berantakan, dan mengotori meja.

Ada banyak pelajaran yang diperoleh bayi saat menyuapi dirinya sendiri dalam proses BLW.

Bayi belajar untuk menggenggam, mengambil, memasukkan makanan ke dalam mulutnya, kemudian mengunyah dan menelannya.

Bayi pasti mengalami kesulitan pada saat pertama melakukannya, tetapi seiring waktu pasti akan terbiasa. Anda sebagai orangtua perlu lebih sabar dalam menghadapinya.

3. Tersedak

Risiko terbesar dari baby led weaning atau BLW adalah si Kecil bisa saja tersedak akibat makanannya yang cenderung padat itu.

Tersedak tentu akan sangat berbahaya jika terjadi pada si Kecil karena makanan akan menutup jalan pernapasan bayi.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera bawa si Kecil ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Pilihlah apa yang terbaik untuk Anda dan bayi

makanan berserat bikin bayi sembelit blw

BLW merupakan pilihan yang tepat untuk memberi makanan pendamping ASI bagi bayi. Namun ingat, BLW bukan satu-satunya cara.

Sebagai orangtua, tujuan Anda adalah menawarkan berbagai jenis makanan (MPASI) yang membantu anak beralih ke makanan padat, entah dengan metode baby led weaning (BLW) maupun tidak.

Bagaimana caranya, hal ini bergantung pada Anda dan kesiapan anak. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), metode BLW tidak direkomendasikan sebagai metode aman dalam memberikan MPASI.

Sebaliknya, justru ada berbagai kerugian yang berisiko bagi bayi. Sejauh ini, metode yang lebih direkomendasikan yakni dengan tetap memberikan MPASI sesuai dengan anjuran WHO.

Anda perlu menentukan porsi makan bayi, jadwal makan bayi, hingga porsi dan frekuensi pemberian susu sesuai dengan kebutuhan bayi.

Sebelum melakukan metode baby led weaning atau BLW dibutuhkan persiapan dan pengetahuan yang cukup agar tidak membahayakan si kecil.

Carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai metode baby led weaning (BLW) di berbagai sumber.

Ini karena metode BLW belum dianjurkan untuk diterapkan sehingga masih banyak yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Jangan sampai metode BLW justru membuat bayi susah makan sehingga memicu masalah gizi pada bayi.

Intinya, lakukan apapun yang sekiranya baik dan benar untuk buah hati Anda. Jika perlu, konsultasikan ke dokter guna menentukan strategi pemberian MPASI untuk bayi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan