Cara Mengajari Anak Minum Pakai Gelas dan Waktu Terbaiknya

Cara Mengajari Anak Minum Pakai Gelas dan Waktu Terbaiknya

Botol susu bisa dibilang merupakan “teman baik” anak. Tak heran, beberapa anak ada yang tidak bisa lepas dari botol susu sampai umurnya beranjak besar. Agar kebiasaan ini tidak terus terbawa, orangtua seharusnya mengajari anak minum tak lagi pakai dot. Berikut cara mengajari anak minum pakai gelas yang bisa Anda ikuti.

Mengapa anak harus belajar minum susu pakai gelas?

cara memilih susu formula anak 1-3 tahun

Sebaiknya, anak tidak lagi minum pakai botol dot di saat usianya sudah beranjak besar, baik itu minum susu maupun air putih.

Ada beberapa faktor kenapa anak harus mengganti kebiasaan minum di botol dot dengan di gelas. Sebagai orangtua, Anda juga mengetahui cara mengajari anak minum pakai gelas.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa anak perlu belajar minum pakai gelas dan bukan lagi di botol.

1. Memicu kerusakan gigi

Biasanya, anak minum susu botol sambil atau hingga tidur. Hal ini berisiko menyebabkan air susu yang mengandung gula menggenang di gigi anak sehingga memicu perkembangbiakan bakteri.

Akibat kebiasaan yang kurang baik ini bisa membuat gigi anak rusak dan berlubang.

Tak hanya itu, minum susu di botol sambil tidur juga dapat menyebabkan produksi air liur yang bertugas membersihkan sisa makanan di gigi menjadi lebih sedikit.

Kondisi ini memungkinkan bakteri lebih mudah berkembang biak.

2. Meningkatkan risiko kegemukan

Anak yang terbiasa minum pakai botol biasanya lebih sering minum susu walaupun mereka sudah banyak makan. Ini biasanya dikarenakan botol susu memberi kenyamanan tersendiri baginya.

Dalam jurnal Maternal & Child Nutrition, sebuah penelitian pun membuktikan bahwa anak yang masih menggunakan botol susu di usianya 2 tahun cenderung akan mengalami obesitas pada saat usianya 6 tahun.

Itulah alasan penting kenapa anak harus belajar minum pakai gelas, bukan lagi dari botol.

3. Bisa mengubah garis senyum

Meski biasanya tidak terlalu kentara, ternyata terlalu sering dan dalam waktu lama mengisap dot berisiko mengubah susunan posisi gigi anak.

Tak hanya itu, kebiasaan ini juga memengaruhi perkembangan langit-langit dan otot wajah si Kecil.

Alhasil, keseringan minum, baik air putih maupun susu, pakai dot nantinya dapat memengaruhi garis senyum anak.

Kapan sebaiknya anak diajarkan minum pakai gelas?

Seperti dilansir dari National Library of Medicine, usia anak yang disarankan untuk meninggalkan minum dengan botol berkisar antara 12—24 bulan.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics menyebutkan agar anak meninggalkan botol susu atau botol dotnya sebelum usia 18 bulan.

Beberapa ahli lainnya juga ada yang menyarankan kapan anak minum pakai gelas maupun menerapkan cara mengajari pada si Kecil sebelum usianya menginjak usia 2 tahun.

Bahkan, lebih cepat dari usia tersebut bisa lebih baik. Sementara jika Anda menunggu terlalu lama untuk meminta anak lepas dari botol dot, justru ini akan membuat anak lebih sulit.

Namun, umumnya si Kecil sudah mulai memegang gelas minum bayi dan otot-otot yang ada di sekitar mulutnya telah mampu mengatur seberapa banyak air yang akan diminumnya pada kisaran usia 5—9 bulan.

Meskipun meminta anak untuk beralih dari botol ke gelas tidah mudah dilakukan, tapi membiarkan anak terus minum pakai dot atau botol hingga ia beranjak dewasa juga tidak dibenarkan.

Anak perlu diajarkan kapan bisa minum pakai gelas sejak usia dini agar lebih mudah bagi anak untuk membiasakannya.

Jangan takut jika selepas dari botol, asupan anak akan berkurang. Ini bisa Anda siasati dengan menambah porsi makan anak sebagai bagian dari cara mengajari anak minum pakai gelas.

Bagaimana cara mengajari anak minum pakai gelas?

Kenalkan anak dengan gelas secara bertahap sedikit demi sedikit. Mulai dengan mencontohkan ke anak bagaimana caranya minum dengan gelas.

Anak pandai meniru, terlebih perilaku orangtuanya, sehingga ia akan lebih cepat bisa jika ia sering melihatnya.

Nah, trik atau cara yang mungkin bisa Anda terapkan ketika mengajari anak minum pakai gelas, yakni sebagai berikut.

1. Gunakan gelas khusus

Apabila anak belum ingin minum susu pakai gelas, cobalah untuk terlebih dahulu menawarkan anak minum air putih atau jus pakai sippy cup atau gelas minum bayi yang dirancang khusus.

Setelah anak sudah bisa, Anda bisa mengajari anak cara minum pakai gelas dan mulai tingkatkan frekuensi minum dari gelas.

Lama-lama, anak akan terbiasa minum dengan gelas. Ini mungkin tidak akan mudah dan secepat yang Anda kira, tapi yang terpenting adalah terus mencobanya.

2. Memberikan susu dalam gelas

Saat Anda menyapih anak minum susu dari botol dot, coba campurkan susu di dalam botol dengan air. Untuk beberapa hari pertama, isi setengahnya dengan air dan setengahnya lagi dengan susu.

Kemudian perlahan tambahkan lebih banyak air sampai seluruh botol berisi air.

Cara itu kemungkinan besar akan membuat si Kecil kehilangan minat dan meminta susu yang disajikan dalam gelas.

3. Biarkan anak minum pakai gelas di saat-saat tertentu

Cobalah mendorong anak untuk minum susu maupun air putih pakai gelas di siang hari.

Sebab, biasanya akan lebih sulit untuk mengganti botol dengan gelas saat minum susu di malam hari.

Setelah ia terbiasa minum dengan gelas di siang hari, Anda bisa mulai mencoba mengganti pemberiaan susu dengan botol dot di malam hari dengan gelas.

4. Tawarkan alternatif lain

Sambil mengajari cara anak minum pakai gelas, Anda juga harus mengetahui kebutuhan si Kecil.

Jika anak terus merengek minta minum dari botol, Anda bisa alihkan dan tawarkan minum pakai gelas sebagai gantinya.

Sementara itu, bila si Kecil haus, berikan minuman dalam cangkir atau gelas. Namun, jika anak merengek atau rewel karena bosan, coba ajak ia bermain.

5. Memberikan pujian pada anak

Berilah pujian kepada anak saat ia benar-benar berhasil minum pakai gelas sendiri tanpa bantuan, misalnya “Wah adik hebat bisa minum pakai gelas” atau “Adek sudah besar sekarang bisa minum pakai gelas”.

Selain mengucapkan kata-kata pujian, Anda juga bisa memberikan pelukan agar membuat anak menjadi tambah semangat.

Cara-cara yang telah dijelaskan di atas mungkin tidak langsung bisa diterapkan pada buah hati. Namun, kunci keberhasilan dari proses ini adalah kesabaran para orangtua.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan