Benarkah Daun Katuk Membuat ASI Lebih Lancar?

Oleh

Apakah ASI Anda hanya keluar sedikit sehingga membuat Anda merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan bayi? Ini masalah yang umum terjadi pada ibu menyusui. Beberapa kerabat sekitar Anda mungkin menyarankan Anda untuk mengonsumsi daun katuk. Ya, daun katuk diklaim dapat membantu meningkatkan produksi ASI sehingga pengeluaran ASI lebih lancar.

Namun, apakah ini benar atau hanya sugesti?

Popularitas daun katuk di Indonesia untuk memperlancar ASI

ASI merupakan makanan utama bayi yang mengandung seluruh zat gizi yang diperlukan bayi, sehingga disarankan kepada semua ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya segera setelah melahirkan sampai bayi berusia 6 bulan-2 tahun. Namun, beberapa dari Anda mungkin menemui masalah saat memberikan ASI kepada bayi.

Terkadang di tengah jalan, beberapa ibu merasa ASI-nya sedikit dan tidak cukup untuk bayi. Berbagai cara dilakukan oleh ibu untuk tetap bisa menyediakan ASI yang cukup untuk bayinya. Salah satu cara tradisional yang dipercaya dari dulu oleh orang Indonesia adalah dengan mengonsumsi daun katuk.

Daun katuk atau Sauropus androgynus (L.) Merr merupakan tanaman yang ada di Indonesia dan berbagai negara di Asia yang mempunyai banyak manfaat. Salah satu manfaat daun katuk yang terkenal yaitu untuk memperlancar ASI. Ibu menyusui biasanya disarankan untuk mengonsumsi daun katuk dengan cara dimasak terlebih dahulu atau dimakan langsung sebagai lalapan. Beberapa mungkin mengonsumsinya dengan dibuat menjadi jamu atau merebus daun katuk dan meminum air hasil rebusannya. Namun, seiring perkembangan zaman untuk lebih memudahkan para ibu menyusui mendapatkan manfaat dari daun katuk, maka sekarang sudah banyak produk-produk dari daun katuk.

Apakah daun katuk terbukti memperlancar ASI?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun katuk dapat memperlancar produksi ASI. Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis 3 x 200 mg per hari selama 15 hari setelah melahirkan dapat meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk. Penelitian ini diikuti oleh 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok, dan kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk dapat memproduksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk.

Review oleh A. J. A. Petrus mengenai Sauropus androgynus (L.) Merr yang diterbitkan oleh Asian Journal of Chemistry, menjelaskan bahwa fungsi daun katuk untuk memperlancar ASI adalah terkait dengan kandungan galactagogue yang ada di dalamnya. Galactogogue adalah senyawa yang dapat memicu peningkatan produksi ASI.

Kandungan lain dalam daun katuk adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, beberapa vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, dan masih banyak lagi. Kandungan vitamin C dalam daun katuk menambah fungsi daun katuk sebagai antioksidan.

Alasan lain mengapa daun katuk dapat memperlancar produksi ASI adalah mungkin karena efek hormonal yang ditimbulkan. Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Nutrigenetics and Nutrigenomics tahun 2010, membuktikan bahwa daun katuk dapat meningkatkan ekspresi gen prolaktin dan oksitosin pada tikus yang menyusui. Perlu diketahui bahwa prolaktin dan oksitosin adalah dua hormon yang mempengaruhi produksi ASI.

Namun, tidak bisa hanya dengan makan daun katuk saja

Salah satu senyawa yang dapat meningkatkan produksi ASI adalah galactagogue. Selain dalam daun katuk, galactogogue dapat ditemukan dalam fenugreek, blessed thistle, dan alfaalfa. Namun, galactogogue hanya bekerja ketika ASI sering dikeluarkan atau diisap oleh bayi. Oleh karena itu, galactogogue dalam daun katuk lebih efektif untuk meningkatkan produksi ASI ketika ibu menyusui juga sering memberikan ASI-nya pada bayi.

Jika Anda hanya mengonsumsi daun katuk tetapi masih jarang menyusui bayi Anda, mungkin fungsi daun katuk untuk memperlancar ASI tidak dapat bekerja maksimal.

Bagi Anda ibu menyusui, mungkin daun katuk menjadi makanan yang wajib Anda konsumsi, terutama bagi Anda yang mengalami masalah pengeluaran ASI sedikit. Namun, sekali lagi perlu diingat bahwa konsumsi daun katuk sebaiknya dibarengi dengan pemberian ASI kepada bayi yang lebih sering agar produksi ASI lebih maksimal. Isapan bayi merupakan salah satu faktor pemicu produksi ASI dengan memberikan sinyal ke otak untuk melepaskan hormon yang diperlukan untuk produksi ASI.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca