Berbahayakah Jika Ibu Minum Alkohol Saat Menyusui?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Sudah jadi rahasia umum bahwa minum alkohol selama masa kehamilan bisa berdampak buruk bagi perkembangan janin. Namun, sekarang Anda sudah melewati fase itu — bayi Anda lahir sehat, dan Anda memberikannya ASI eksklusif. Anda mungkin tertarik untuk kembali mencicipi alkohol tapi masih diliputi oleh pertanyaan besar: Apakah boleh minum alkohol selama menyusui?

Di bawah ini kami rangkum semua yang perlu Anda ketahui tentang konsumsi alkohol dan menyusui.

Apa pun yang Anda konsumsi saat Anda sedang menyusui dapat tercampur ke ASI

Ketika Anda minum alkohol, komponen-komponen alkohol terserap ke dalam ASI Anda pada tingkat konsentrasi yang sama dengan yang ditemukan dalam aliran darah Anda. Meskipun bayi yang menyusui hanya terpapar sangat sedikit dari sisa alkohol yang diminum ibunya, tubuh bayi yang baru lahir kecil; begitu juga hatinya, belum berkembang optimal. Oleh karena itu, tubuh bayi tidak bisa memproses alkohol sebaik yang Anda bisa — setengah kali lebih lambat daripada tubuh orang dewasa.

Studi menunjukkan bahwa alkohol dapat mempengaruhi kebiasaan makan dan tidur bayi. Dan meski bayi ASI mungkin menjadi lebih cepat mengantuk dan tertidur lebih mudah setelah ibu minum alkohol, mereka juga lebih sering terbangun dari tidurnya.

Selain itu, meski mitos mengatakan bahwa minum alkohol dapat meningkatkan produksi susu, bukti ilmiah justru menunjukkan kebalikannya. Alkohol menurunkan produksi susu dan kehadiran alkohol dalam ASI menyebabkan bayi menyusui sekitar 20 persen lebih sedikit. Alkohol dalam ASI juga dapat menghambat perkembangan motorik kasar bayi; meskipun studi terbatas mengenai topik ini masih sangat terbatas.

Kebijakan menyusui dari The American Academy of Pediatrics, dilansir dari Health, menyatakan bahwa sementara asupan alkohol wanita harus dibatasi (hamil, menyusui, maupun tidak keduanya), ibu menyusui boleh saja sesekali minum alkohol. Kabar baik lainnya adalah bahwa komponen yang paling beracun dari metabolisme alkohol — asetaldehida — tidak terserap ke dalam ASI sama sekali.

Sesekali minum alkohol saat menyusui tidak berbahaya, asal…

Tingkat alkohol dalam darah akan memuncak dalam 30-90 menit setelah Anda minum, walaupun tolak ukur waktu ini — dan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengeluarkan alkohol dari sistem — bervariasi untuk setiap orang. Namun demikian, pada umumnya semakin banyak minuman yang Anda miliki, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk alkohol untuk terbilas dari sistem Anda. Maka dari itu, jangan menyusui bayi Anda saat Anda sedang minum atau setelah minum.

Idealnya, Anda harus menunggu 2-3 jam setelah gelas miras terakhir Anda untuk membiarkan tubuh memecah dan membilas bersih alkohol dalam sistem Anda sebelum kembali menyusui. Jika Anda akan merencanakan minum alkohol dan bayi Anda perlu menyusu tidak lama setelah itu, pastikan Anda memiliki stok simpanan ASI perah atau berikan susu formula sementara (jika Anda memberikan anak Anda ASI botolan setelah Anda minum, Anda bisa “pompa-dan-buang” untuk mengurangi rasa sakit di payudara yang mungkin timbul dari melewatkan sesi menyusui).

Sedikit pengecualian: ibu dari bayi baru lahir yang berusia kurang dari tiga bulan harus ekstra hati-hati sebelum mempertimbangkan menuang gelas pertamanya. Otak bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan kritis dan sangat rentan, ungkap Beth Conover, seorang praktisi perawat di University of Nebraska Medical Center di Omaha dan anggota dewan direksi MotherToBaby. “Berpuasa” sejenak mungkin merupakan langkah bijak — setidaknya di beberapa bulan pertama.

Berapa banyak alkohol yang boleh saya minum jika saya masih menyusui?

Jika dilakukan secara bijaksana, mengonsumsi alkohol satu-dua gelas selama masa menyusui tidak akan menimbulkan dampak merugikan bagi perkembangan bayi. Rinciannya, AAP mengatakan ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi lebih dari 0,5 gram alkohol per berat badan ibu dalam 24 jam. 0,5 gram alkohol setara dengan 60 ml liquor, satu gelas (235 ml) wine, atau 2 botol bir untuk ibu menyusui dengan berat badan 60 kg. Rekomendasi AAP ini didasarkan pada apa yang aman untuk bayi, bukan jumlah yang bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang Anda.

Memiliki lebih dari satu minuman lebih sulit untuk dilakukan dengan aman ketika Anda seorang ibu menyusui. Jika Anda terlalu banyak minum dan mabuk, jangan menyusui bayi Anda sampai Anda sepenuhnya sadar kembali. Jika Anda perlu memompa ASI, buang susu perahan tersebut.

Jika bayi Anda tidur sepanjang malam tanpa terbangun kelaparan, minum lebih dari satu minuman di malam hari mungkin saja. Tapi binge-drinking minuman keras mungkin tidak bijak untuk alasan penting yang tidak ada hubungannya dengan menyusui, namun masih terkait dengan kesejahteraan bayi Anda:

  • Anda tidak dapat dengan aman merawat bayi Anda jika Anda mabuk.
  • Anda tidak dapat dengan aman tidur berbagi ranjang dengan bayi Anda jika Anda berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan lainnya. Agen memabukkan ini bisa ‘membutakan’ kesadaran Anda dari kehadiran bayi Anda dan tangisan bayi Anda. Jadi jika Anda minum, tidurkan si kecil di boks bayinya.

Bagaimanapun juga, minum alkohol adalah keputusan pribadi setiap individu di setiap tahap kehidupan. Jika menenggak segelas red wine saat sedang menyusui membuat Anda merasa bersalah, maka jangan melakukannya. Tetapi jika Anda ingin merayakan keberhasilan Anda melewati satu lagi momen terpenting dalam hidup dengan bersulang — cheers!

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 19, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca