10 Manfaat ASI untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pemberian ASI merupakan hal penting guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi harian bayi, ASI juga menawarkan segudang manfaat bagi Anda dan bayi, tak terkecuali dengan memberikan ASI eksklusif. Supaya makin yakin dan semangat dalam memberikan ASI untuk si kecil, simak beragam manfaat ASI ini, yuk!

Beragam manfaat ASI bagi bayi

ibu menyusui minum obat

Mengingat begitu penting dan banyaknya manfaat ASI, membuat pemerintah mengeluarkan peraturan tentang ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012.

Dalam PP tersebut, mendapatkan ASI setiap harinya merupakan hak seorang bayi. Beberapa manfaat pemberian ASI untuk bayi adalah sebagai berikut:

1. Mengandung zat gizi penting bagi bayi

Air susu ibu atau ASI yang pertama kali diberikan kepada bayi bernama kolostrum. Berbeda dengan warna susu umumnya, cairan kolostrum berwarna bening tapi agak kekuningan.

Jangan buang cairan kolostrum ini, karena mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk bayi. Di antaranya zat antibodi, vitamin A, dan sel darah putih.

Ketika cairan kolostrum telah habis, warna ASI kemudian berubah menjadi putih seperti susu pada umumnya. Salah satu manfaat ASI yakni mengandung berbagai zat gizi yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral.

2. Memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi

ASI merupakan makanan terbaik pertama untuk bayi. Ini karena ASI telah mencukupi semua kebutuhan energi dan zat gizi yang diperlukan bayi selama masa awal kehidupan, hingga berusia 6 bulan.

Dengan begitu, sebenarnya pemberian susu formula, minuman, maupun makanan tambahan sebelum usia 6 bulan belum diperlukan. Itulah mengapa kebutuhan gizi bayi setiap harinya tetap dapat tercukupi dengan baik meski hanya diberikan ASI. 

Bukan itu saja, ASI juga mampu mencukupi setengah dari kebutuhan bayi usia 6-12 bulan dan sepertiga dari balita usia 1-2 tahun.

3. Meningkatkan kecerdasan bayi

ASI ternyata dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada otak bayi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science, menyebutkan bahwa perkembangan kecerdasan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik ketimbang bayi yang tidak mendapatkan ASI. 

Inilah manfaat pemberian ASI lainnya pada bayi, khususnya ASI eksklusif selama 6 bulan. Di samping itu, perkembangan kognitif bayi yang diberikan ASI hingga usia 9 bulan juga lebih baik dibandingkan jika hanya diberikan selama 3 bulan pertama.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Pasalnya, pemberian ASI membangun kedekatan dan rasa nyaman, yang kemudian memengaruhi perkembangan emosi anak.

Kemampuan intelektual dan perkembangan emosi yang lebih matang pada anak, berguna untuk mendukung kehidupan sosialnya kelak.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Manfaat ASI lainnya yakni dapat membantu menguatkan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh bayi dari serangan penyakit. Sebab ASI kaya akan kandungan antibodi, terutama cairan ASI yang keluar pertama kali alias kolostrum. 

Kolostrum memiliki banyak kandungan imunoglobulin A (IgA) serta beberapa jenis antibodi lainnya. IgA berperan untuk memberi lapisan pada saluran pencernaan, agar kuman, bakteri, serta virus pembawa penyakit tidak dapat masuk ke dalam aliran darah. 

Di sisi lain, IgA juga dapat membentuk lapisan pelindung pada hidung dan tenggorokan. Hal ini tentu akan membantu melindungi bayi sampai sistem imun pada tubuhnya bisa berfungsi secara optimal.

Bayi yang mendapatkan ASI setiap harinya, memiliki saluran cerna yang banyak dihuni oleh bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus. Namun, jangan khawatir.

Kedua jenis bakteri tersebut bermanfaat baik karena bisa mencegah pertumbuhan organisme pembawa bibit penyakit, sekaligus bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi.  .

5. Mencegah serangan penyakit pada bayi

Menariknya lagi, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh juga terbukti mampu menurunkan risiko penyakit pada bayi. Mulai dari penyakit infeksi seperti diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, pneumonia, infeksi saluran pencernaan, serta penyakit lainnya.

Penyakit lain di sini mencakup obesitas, alergi, dan diabetes, yang risikonya di kemudian hari bisa ditekan berkat manfaat dari memberikan ASI eksklusif.

Berbagai manfaat ASI bagi ibu

proses menyusui

Bukan bagi bayi saja, ada beragam manfaat dengan memberikan ASI eksklusif yang juga bisa Anda dapatkan. Berikut contohnya:

6. Membantu mempercepat pemulihan rahim pasca persalinan

Selama masa kehamilan, rahim mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring semakin membesarnya bayi di dalam kandungan. Kemudian setelah melahirkan, rahim yang sudah tidak berisi bayi lagi akan mengalami proses bernama involusi.

Involusi adalah sebuah proses di mana ukuran rahim usai melahirkan akan kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Proses perubahan rahim ke ukuran semula ini dibantu oleh hormon oksitosin.

Selain membantu mengembalikan ukuran rahim, hormon oksitosin juga mengurangi keluarnya perdarahan dan mendorong kontraksi rahim setelah melahirkan.

Nah, memberikan ASI untuk bayi dapat membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin. Alhasil, proses pemulihan tubuh usai melahirkan pun bisa semakin cepat.

7. Kontrasepsi alami

Menyusui ternyata dapat menunda menunda periode mensturasi Anda, sehingga membantu untuk menunda kehamilan setelah melahirkan secara alami. Hal ini disebut sebagai lactational amenorrhea.

Selama menyusui, produksi hormon estrogen biasanya akan berkurang, sedangkan ovulasi terjadi ketika kadar estrogen dalam tubuh meningkat. Di sini, menyusui bisa membantu memperlambat proses ovulasi selama beberapa bulan pertama pasca melahirkan.

Akan tetapi, penting untuk diperhatikan. Hal ini tidak sepenuhnya bisa benar-benar efektif sebagai kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan.

8. Menurunkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan

Depresi postpartum atau depresi setelah persalinan adalah jenis depresi yang bisa dialami ibu tidak lama setelah melahirkan. Dalam hal ini, manfaat ASI bagi ibu dapat membantu mengurangi risiko mengalami depresi postpartum.

Hal ini dipercaya berkat adanya peningkatan hormon oksitosin selama masa menyusui. Hormon yang satu ini dinilai memiliki efek anti kecemasan jangka panjang, serta bisa membantu membuat tubuh lebih santai dan rileks.

9. Menurunkan risiko ibu terserang penyakit

Manfaat memberikan ASI bagi ibu diyakini bisa membantu menurunkan risiko serangan penyakit kanker, seperti kanker payudara dan ovarium. Bukan hanya itu, menyusui bayi juga dapat membantu mencegah sindrom metabolik.

Sindrom metabolik berisiko membuat ibu mengalami penyakit jantung, stroke, diabetes, maupun gangguan kesehatan lainnya. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Seminars in Perinatology.

Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Pediatrics, turut membuktikan manfaat ASI untuk menurunkan risiko penyakit pada ibu. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ibu yang menyusui selama 1-2 tahun, memiliki risiko sekitar 10-50 persen lebih rendah untuk mengalami beragam penyakit.

Misalnya penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, radang sendi, dan lemak darah yang tinggi.

10. Praktis dan ekonomis

Ketika bayi Anda menangis karena lapar di tengah malah, tentu lebih mudah untuk langsung memberikan ASI. Ketimbang Anda harus beranjak dari tempat tidur dan membuat susu formula terlebih dahulu.

Dari segi ekonomi, pemberian ASI eksklusif juga memiliki manfaat, terlebih jika diteruskan sampai usia bayi menginjak 2 tahun. Pasalnya, hal ini dapat membantu mengurangi biaya untuk membeli susu formula setiap bulannya. 

Ya, ada begitu banyak manfaat ASI bagi bayi maupun ibu. Jadi, jangan ragu dan khawatir lagi untuk memberikan ASI pada bayi tepat setelah ia dilahirkan. Agar tidak salah kaprah mengenai beragam informasi seputar ASI eksklusif dan dilanjutkan sampai usia bayi 2 tahun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Anda bisa bertanya dan menggali informasi lebih dalam, bila sekiranya ada hal yang kurang dipahami mengenai pemberian ASI untuk bayi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca