11 Manfaat ASI untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pemberian ASI merupakan hal penting guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan bayi. Selain membantu mencukupi kebutuhan gizi harian di kecil, ASI juga menawarkan segudang manfaat bagi ibu dan bayi. Supaya makin yakin dan semangat dalam memberikan ASI untuk si kecil, simak beragam manfaat ASI ini, yuk!

Beragam manfaat ASI bagi bayi

Mengingat begitu penting dan banyaknya manfaat ASI, membuat pemerintah mengeluarkan peraturan tentang ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012.

Dalam peraturan tersebut mendapatkan ASI setiap harinya merupakan hak seorang bayi. Anda tak perlu khawatir bayi akan kekurangan gizi hanya karena mendapatkan ASI setiap harinya tanpa nutrisi lain.

Faktanya, ada segudang manfaat ASI bagi bayi yang baik untuk tumbuh kembang bayi di awal masa kehidupannya. Beberapa manfaat pemberian ASI bagi bayi, tak terkecuali ASI eksklusif, adalah sebagai berikut:

1. Mengandung zat gizi penting bagi bayi

mencampur ASI perah di waktu berbeda

Air susu ibu atau ASI yang pertama kali diberikan kepada bayi bernama kolostrum. Berbeda dengan warna susu umumnya, cairan kolostrum berwarna bening tapi agak kekuningan.

Sebaiknya jangan buang cairan kolostrum ini karena mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk bayi. Kandungan zat gizi di dalam kolostrum antara lain antibodi, vitamin A, dan sel darah putih.

Jumlah cairan kolostrum ASI memang tidak banyak, tapi manfaat yang ada di dalamnya sangat baik bagi bayi. Berkat adanya manfaat dari kolostrum ASI yang pertama kali membuat Anda dianjurkan untuk tidak melewatkan pemberian bagi bayi.

Setelah habis, kolostrum akan tergantikan oleh cairan ASI berwarna putih susu seperti pada umumnya. Ada segudang zat gizi yang terkandung di dalam ASI, yakni:

Karbohidrat

ASI mengandung jenis karbohidrat berupa laktosa,dan menyumbang sekitar 42 persen dari total energi.

Protein

Ada dua jenis protein pada ASI, yakni whey dan kasein. Kandungan protein whey sebanyak 60 persen dan 40 persen sisanya ada pada kasein.

Lemak

ASI memiliki asam lemak esensial yakni asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Keduanya adalah zat yang membangun senyawa AA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). ASI mampu menyumbang lemak sekitar 40-50 persen dari total energi harian.

Vitamin

Ada berbagai vitamin di dalam ASI yang bisa membantu mencukupi kebutuhan harian bayi. Berbagai vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K hingga vitamin larut air seperti B dan C.

Mineral

ASI juga mengandung banyak mineral di dalamnya, contohnya yakni kromium, kalsium, seng, tembaga, zat besi, selenium, mangan, fluor, dan lain sebagainya.

Melihat beragam kandungan yang ada di dalam ASI tentu tidak diragukan lagi bahwa pemberiannya akan membawa beragam manfaat bagi bayi.

2. Memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi

ibu menyusui minum obat

ASI merupakan makanan terbaik pertama untuk bayi. Ini karena manfaat ASI telah mencukupi semua kebutuhan energi dan zat gizi yang diperlukan bagi bayi selama masa awal kehidupan hingga berusia 6 bulan.

Dengan begitu, sebenarnya pemberian susu formula, minuman, maupun makanan tambahan sebelum usia 6 bulan belum diperlukan. Itulah mengapa kebutuhan gizi bayi setiap harinya tetap dapat tercukupi dengan baik meski hanya diberikan ASI. 

Bahkan, memberikan air putih selama kurun waktu 6 bulan pertama juga tidak dianjurkan untuk bayi karena dapat menggagalkan pemberian ASI eksklusif.

Bukan itu saja, ASI juga mampu mencukupi setengah dari kebutuhan harian usia 6-12 bulan dan sepertiga dari balita usia 1-2 tahun.

3. Meningkatkan kecerdasan bayi

makan bawang putih saat menyusui

ASI ternyata dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada otak bayi. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Korean Medical Science, menyebutkan bahwa perkembangan kecerdasan otak bayi yang diberikan ASI lebih baik ketimbang bayi yang tidak mendapatkan ASI. 

Inilah manfaat pemberian ASI lainnya pada bayi, khususnya ASI eksklusif selama 6 bulan. Di samping itu, perkembangan kognitif bayi yang diberikan ASI hingga usia 9 bulan juga lebih baik dibandingkan jika hanya diberikan selama 3 bulan pertama.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan intelektual anak. Pasalnya, pemberian ASI dapat membangun kedekatan dan rasa nyaman yang kemudian memengaruhi perkembangan emosi anak.

Kemampuan intelektual dan perkembangan emosi yang lebih matang pada anak berguna untuk mendukung kehidupan sosialnya kelak.

4. Manfaat ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi

tekanan darah rendah saat menyusui

Manfaat ASI lainnya, termasuk ASI eksklusif, yakni dapat membantu menguatkan sistem imun atau daya tahan tubuh bayi dari serangan penyakit. Ini karena di dalam ASI terdapat sejumlah antibodi, sel darah putih, dan immunoglubulin A (IgA), khususnya cairan pertama ASI atau kolostrum.

Kolostrum ASI mengandung kandungan imunoglobulin A (IgA) serta beberapa jenis antibodi lainnya bagi bayi. IgA berperan untuk memberi lapisan pada saluran pencernaan agar kuman, bakteri, serta virus pembawa penyakit tidak dapat masuk ke dalam aliran darah. 

Di sisi lain, manfaat IgA di dalam ASI juga dapat membentuk lapisan pelindung pada hidung dan tenggorokan. Sementara manfaat antibodi di dalam ASI bagi bayi bertugas untuk melawan serangan virus, bakteri, kuman, maupun patogen penyebab penyakit lainnya.

Manfaat sel darah putih di dalam ASI bagi bayi yakni mengandung sel-sel penting seperti fagosit untuk membasmi berbagai kuman penyakit. Hal ini tentu akan membantu melindungi bayi sampai sistem imun pada tubuhnya bisa berfungsi secara optimal.

Bayi yang mendapatkan ASI setiap harinya memiliki saluran cerna yang banyak dihuni oleh bakteri Bifidobacteria dan Lactobacillus.

Anda tak perlu cemas karena keduanya bukan bakteri jahat, melainkan bakteri baik yang bisa membantu mencegah perkembangan organisme pembawa bibit penyakit. Dengan begitu, ASI dapat membuat sistem kekebalan tubuh si kecil semakin kuat.

5. Mencegah serangan penyakit pada bayi

sistem imun bayi

Menariknya lagi, manfaat memberikan ASI eksklusif bagi bayi selama 6 bulan penuh juga terbukti mampu menurunkan risiko penyakit.

Ambil contohnya seperti infeksi saluran pernapasan, telinga, saluran kemih, diare, pnemonia, obesitas, diabetes, alergi, dan lain sebagainya.

Manfaat ini dikarenakan tubuh bayi mendapatkan zat kekebalan dari ASI sehingga dapat membantu melawan serangan infeksi. Bukan itu saja, kemungkinan bayi mengalami infeksi saluran pencernaan juga biasanya lebih rendah berkat manfaat dari ASI eksklusif.

Pasalnya, ASI cenderung lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Manfaat pemberian ASI juga bisa membantu mempercepat proses pematangan saluran pencernaan agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

ASI yang masuk ke saluran pencernaan juga memberikan manfaat karena memicu terbentuknya susana asam. Selanjutnya, suasana asam ini akan memicu munculnya IgA dan lapisan pelindung pada saluran pencernaan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peningkatan jumlah IgaA berkaitan dengan semakin kuatnya sistem pertahanan saluran pencernaan terhadap serangan infeksi.

Sementara itu, lapisan pada saluran pencernaan bertugas sebagai pelindung agar mikroorganisme tidak dapat menembus masuk ke dalam aliran darah.

Inilah salah satu manfaat ASI eksklusif bagi bayi yakni mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.

6. Mencegah obesitas

ibu menyusui minum antidepresan

Meski bayi selalu menyusu setiap waktu, Anda tak perlu khawatir berat badannya akan meningkat bahkan menjadi obesitas.

Sebaliknya, ASI eksklusif dapat membantu menjaga berat badannya sehingga mencegah peningkatan berat badan berlebih.

Hal ini bisa disebabkan oleh perkembangan bakteri usus yang berbeda. Jumlah bakteri usus pada bayi yang mendapatkan ASI lebih tinggi dan dapat memengaruhi proses penyimpanan lemak, menurut penelitian dalam jurnal Clinical Medicine.

Bahkan, manfaat ASI bagi bayi juga terlihat karena memiliki banyak leptin di dalam tubuhnya. Leptin merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur nafsu makan sekaligus penyimpanan lemak di dalam tubuh.

Alhasil, penambahan berat badan bayi tidak langsung melonjak naik. Atas dasar inilah, ASI memiliki manfaat yang begitu penting bagi bayi.

Berbagai manfaat ASI bagi ibu

Bukan bagi bayi saja, ada beragam manfaat dengan memberikan ASI eksklusif bagi ibu. Berikut berbagai manfaat menyusui ASI bagi ibu:

1. Manfaat ASI untuk mempercepat pemulihan rahim pascapersalinan

proses menyusui

Selama masa kehamilan, rahim mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring semakin membesarnya bayi di dalam kandungan. Kemudian setelah melahirkan, rahim yang sudah tidak berisi bayi lagi akan mengalami proses bernama involusi.

Involusi adalah sebuah proses di mana ukuran rahim usai melahirkan akan kembali ke ukuran semula seperti sebelum hamil. Proses perubahan rahim ke ukuran semula ini dibantu oleh hormon oksitosin.

Selain membantu mengembalikan ukuran rahim, hormon oksitosin juga mengurangi keluarnya perdarahan dan mendorong kontraksi rahim setelah melahirkan.

Nah, memberikan ASI ke bayi dapat membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin. Alhasil, proses pemulihan tubuh usai melahirkan pun bisa semakin cepat berkat manfaat ASI yang satu ini.

2. ASI punya manfaat sebagai kontrasepsi alami

kontrasepsi alami

Menyusui ternyata dapat menunda menunda periode mensturasi Anda sehingga membantu untuk menunda kehamilan setelah melahirkan secara alami. Hal ini disebut sebagai lactational amenorrhea atau amenore laktasi.

Selama menyusui, produksi hormon estrogen biasanya akan berkurang, sedangkan ovulasi terjadi ketika kadar estrogen dalam tubuh meningkat. Di sini, menyusui bisa membantu memperlambat proses ovulasi selama beberapa bulan pertama pasca melahirkan.

Akan tetapi, penting untuk diperhatikan. Hal ini tidak sepenuhnya bisa benar-benar efektif sebagai kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan.

9. ASI punya manfaat menurunkan risiko ibu mengalami depresi pasca melahirkan

gejala depresi postpartum

Depresi postpartum atau depresi setelah persalinan adalah jenis depresi yang bisa dialami ibu tidak lama setelah melahirkan. Dalam hal ini, manfaat ASI bagi ibu dapat membantu mengurangi risiko mengalami depresi postpartum.

Hal ini dipercaya berkat adanya peningkatan hormon oksitosin dan prolaktin selama masa menyusui. Proses menyusui memicu tubuh ibu untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin berperan sebagai pemicu relaksasi dan juga mencegah sel telur untuk ovulasi dalam beberapa waktu sehingga siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara.

Sementara oksitosin berperan sebagai pemicu kedekatan antara ibu dan bayi. Itulah mengapa pelepasan kedua hormon ini saat menyusui dinilai memiliki efek anti kecemasan. Selain itu, pelepasan kedua hormon ini juga memberikan manfaat yakni membantu membuat tubuh lebih santai dan rileks.

10. Menurunkan risiko ibu terserang penyakit salah satu manfaat memberi ASI

anemia saat menyusui

Manfaat memberikan ASI bagi ibu diyakini bisa membantu menurunkan risiko serangan penyakit kanker, seperti kanker payudara dan ovarium. Bukan hanya itu, menyusui bayi juga dapat membantu mencegah sindrom metabolik.

Sindrom metabolik berisiko membuat ibu mengalami penyakit jantung, stroke, diabetes, maupun gangguan kesehatan lainnya. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Seminars in Perinatology.

Bahkan, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Pediatrics turut membuktikan manfaat ASI untuk menurunkan risiko penyakit pada ibu.

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ibu yang menyusui selama 1-2 tahun, memiliki risiko sekitar 10-50 persen lebih rendah untuk mengalami beragam penyakit.

Penyakit tersebut meliputi jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, radang sendi, dan lemak darah yang tinggi.

11. Manfaat memberikan ASI lain, praktis dan ekonomis

cara menyimpan ASI

Ketika bayi Anda menangis karena lapar di tengah malam tentu lebih mudah untuk langsung memberikan ASI ketimbang Anda harus beranjak dan membuat susu formula.

Dari segi ekonomi, pemberian ASI eksklusif juga memiliki manfaat terlebih jika diteruskan sampai usia bayi menginjak 2 tahun. Pasalnya, hal ini dapat membantu mengurangi biaya untuk membeli susu formula setiap bulannya. 

Intinya, ada begitu banyak manfaat ASI bagi bayi maupun ibu. Jadi, jangan ragu dan khawatir lagi untuk memberikan ASI pada bayi tepat setelah ia dilahirkan.

Agar tidak salah kaprah mengenai beragam informasi seputar ASI eksklusif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Anda bisa bertanya dan menggali informasi lebih dalam bila sekiranya ada hal yang kurang dipahami mengenai pemberian ASI untuk bayi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 6, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca