4 Makanan yang Harus Dihindari Oleh Ibu MenyusuiIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Menyusui merupakan fase yang tidak kalah penting dari kehamilan. Selama masa ini, ibu masih berperan memberikan makanan melalui ASI untuk bayi. Itulah mengapa ibu dituntut untuk lebih memilah-milah asupan makanan dan minuman. Lantas, adakah makanan yang perlu dihindari saat menyusui demi si buah hati?

Pengaruh makanan ibu terhadap ASI dan bayi

Sama seperti kehamilan, apa yang dimakan ibu saat menyusui juga berpengaruh kepada bayi. Oleh karena itu, penting untuk selalu memerhatikan makanan dan minuman yang boleh dimakan maupun dihindari saat menyusui.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat saat menyusui bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi harian ibu, tetapi juga kebutuhan gizi bayi.

Sebab bukan tidak mungkin, makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi kualitas dan rasa ASI hingga berdampak pada bayi.

Melansir dari laman Mayo Clinic, makanan atau minumanan tertentu yang Anda konsumsi setiap harinya dapat berpengaruh kepada bayi.

Pengaruh ini terlihat saat bayi tampak mudah tersinggung atau mengalami reaksi alergi setelah Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Itu sebabnya, Anda disarankan untuk lebih memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Korean Journal of Pediatrics mendapatkan hasil yang lain,

Penelitian tersebut memaparkan bahwa sebenarnya tidak ada makanan yang perlu dihindari saat menyusui. Sekali pun ada, biasanya ini terjadi karena bayi menunjukkan respons negatif setelah ibu mengonsumsi makanan atau minuman tersebut.

Namun di lain sisi, ada beberapa kandungan zat gizi dalam ASI yang dipengaruhi oleh asupan ibu. Kandungan ini meliputi asam lemak, zat yang larut dalam lemak, dan vitamin yang larut dalam air pada ASI.

Beberapa kandungan tersebut dapat dipengaruhi oleh zat gizi dari makanan dan minuman yang dimakan ibu. Pengaruh asupan gizi ibu terhadap komposisi ASI tidak selalu sama alias bisa berbeda-beda antar zat gizi.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika ibu tetap memperhatikan asupan gizinya yang lengkap agar kebutuhan zat gizi ibu dan bayi terpenuhi selama masa menyusui.

Ibu dapat memakan semua jenis makanan untuk memenuhi kebutuhannya dan bayinya, tetapi ada beberapa makanan yang mungkin harus dihindari atau dibatasi.

Makanan yang sebaiknya dihindari ibu saat menyusui

Sebenarnya selama masa menyusui, ibu membutuhkan beragam makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan zat gizi harian sekaligus meningkatkan produksi ASI.

Namun, ada beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari saat menyusui demi kebaikan bayi. Berikut daftar makanan dan minumannya:

1. Makanan dan minuman berkafein

cappuccino

Kopi, teh, cokelat, maupun olahannya tergolong sebagai makanan dan minuman berkafein. Sebenarnya, kandungan kafein yang ada di dalam makanan dan minuman tidak harus selalu dihindari saat menyusui.

Hanya saja, ada jenis makanan atau minuman yang perlu dibatasi atau bahkan dihindari untuk kondisi tertentu termasuk saat menyusui.

Hal ini dikarenakan kandungan kafein dapat masuk dan bercampur bersama ASI sehingga nantinya masuk ke dalam tubuh bayi.

Sayangnya, sistem pencernaan tubuh bayi belum cukup handal untuk mencerna kafein yang ada pada makanan dan minuman saat ibu menyusui.

Itulah mengapa kafein masuk ke dalam salah satu makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat menyusui.

Sebenarnya tidak sepenuhnya dihindari, tetapi sebagai batas amannya ibu hanya diperbolehkan mengonsumsi kafein pada makanan atau minuman dengan takaran 2-3 gelas sehari.

Asupan kafein di dalam makanan dan minuman yang terlalu banyak berisiko berpengaruh pada bayi sehingga membuatnya susah tidur.

Lagi-lagi, ini menjadi alasan mengapa kafein yang ada dalam makanan dan minuman sebaiknya dibatasi konsumsinya saat menyusui.

2. Makanan dan minuman beralkohol

tes alkohol

Bukan hanya dibatasi lagi, makanan maupun minuman yang mengandung alkohol sebaiknya dihindari saat menyusui.

Sama halnya seperti kafein, alkohol juga bisa masuk dan bercampur bersama ASI. Pasalnya makanan maupun minuman yang mengandung alkohol berpotensi berdampak pada perkembangan saraf dan otak bayi.

Namun, jika Anda mengonsumsi alkohol selama menyusui, ada baiknya tidak menyusui bayi atau memompa ASI dulu untuk sementara waktu.

Anjuran untuk tidak menyusui maupun memompa ASI untuk beberapa saat berlaku sampai kadar alkohol di dalam tubuh Anda sudah benar-benar hilang.

Jadi, alangkah baiknya untuk menunggu selama beberapa jam bila ingin menyusui maupun memompa ASI pakai pompa elektrik maupun manual setelah mengonsumsi alkohol.

Penting untuk diperhatikan bahwa memompa ASI tidak membantu menghilangkan kadar alkohol lebih cepat di dalam tubuh.

Kembali lagi, itulah alasan mengapa alkohol yang ada pada makanan dan minuman sebaiknya menjadi pantangan tersendiri bagi ibu menyusui.

Dengan begitu, Anda tahu makanan apa saja yang perlu dihindari guna mengoptimalkan asupan si kecil.

3. Kandungan merkuri pada makanan laut

alergi seafood

Ikan dan makanan laut lainnya merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh. Namun, beberapa makanan laut mengandung merkuri yang tidak baik bagi tubuh dan sebaiknya dihindari saat menyusui.

Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan dapat mengontaminasi ASI dan berisiko mengganggu perkembangan otak bayi.

Makanan laut sebenarnya tidak perlu dihindari sepenuhnya, tetapi yang sebaiknya dilakukan yakni memerhatikan jenis dan frekuensi konsumsinya.

Supaya lebih aman, Anda bisa memilih ikan dengan kandungan merkuri yang cukup rendah saat menyusui. Ikan salmon dan nila baik dikonsumsi untuk ibu menyusui guna memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

4. Makanan yang terlalu pedas

Mengonsumsi makanan pedas

Makanan pedas masuk ke dalam salah satu makanan yang perlu dihindari saat Anda sedang menyusui. Bukan tidak boleh dimakan sama sekali, tetapi yang sebaiknya Anda lakukan yaitu lebih berhati-hati saat makan makanan pedas selama menyusui.

Pasalnya, kebanyakan makan makanan pedas terlebih dengan tingkat kepedasan yang tinggi berisiko membuat bayi mengalami diare.

Memang, ada bayi yang bisa tahan dengan tingkat kepedasan makanan ibu. Namun, ada juga bayi yang tidak terlalu kuat pedas sehingga berpengaruh pada pencernaannya setelah ia menyusu ASI.

Cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui apakah bayi memiliki masalah dengan makanan pedas yakni dengan memerhatikan reaksinya.

Jika Anda makan makanan pedas, kemudian menyusui bayi, dan beberapa saat kemudian si kecil tampak mengalami diare, ada kemungkinan ia tidak tahan dengan apa yang baru Anda makan.

Inilah alasan mengapa Anda disarankan untuk lebih memerhatikan asupan makanan yang perlu dihindari saat menyusui.

Agar lebih pasti, coba perhatikan hal ini setiap kali Anda makan makanan tertentu.

Dengan begitu, Anda tahu makanan apa saja yang perlu dihindari saat menyusui demi kebaikan si kecil.

5. Makanan penyebab alergi

cemilan untuk diabetes kacang-kacangan

Makanan yang biasanya menyebabkan alergi adalah telur, kacang, kedelai, jagung, dan susu. Namun, yang perlu diketahui jika ibu tidak mempunyai alergi terhadap jenis makanan tersebut, konsumsilah seperti makanan lainnya.

Jika sesuatu terjadi pada bayi setelah menyusui, biasanya itu disebabkan oleh asupan yang ibu konsumsi sekitar 2-6 jam sebelum ibu memberikan ASI.

Jika ibu curiga ada makanan atau minuman yang berpengaruh pada kondisi bayi, sebaiknya jangan dikonsumsi agar si kecil tidak terkena efeknya.

Jangan menyepelekannya, justru penting sekali untuk ibu menyusui memerhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Sebisa mungkin pastikan makanan yang masuk ke tubuh tidak menimbulkan efek buruk pada bayi saat sedang menyusui,

Mengetahui makanan dan minuman apa saja yang perlu dihindari saat menyusui bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan kondisi kesehatan bayi.

Bila bayi terlihat mengalami ruam, diare, dan lainnya yang bahkan bertambah parah setelah menyusui, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Itu artinya, salah satu penyebabnya bisa jadi karena ada makanan atau minuman yang Anda konsumsi sebelum menyusui.

Selain memahami makanan atau minuman apa saja yang sebaiknya dikonsumsi dan dibatasi, cara ini juga membantu mengoptimalkan asupan harian bayi dari ASI.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 12, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca