Benarkah Bayi Jadi Pilek Kalau Ibu Menyusui Minum Es?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Oktober 4, 2019
Bagikan sekarang

Dari banyaknya pantangan makan ini-itu selama menyusui, satu yang paling sering terngiang di telinga adalah untuk tidak minum air dingin atau makan es. Katanya, suhu dingin dari air es bisa terserap ke dalam ASI dan dikonsumsi bayi sehingga membuatnya kedinginan bahkan flu. Tenang dulu. Boleh saja ibu menyusui minum es. Tapi, tetap tidak boleh sembarangan, lho, karena ada aturan amannya untuk Anda dan si jabang bayi.

Ibu menyusui minum es tidak akan bikin anak jadi flu

Banyak yang percaya kalau ibu menyusui minum es dapat memengaruhi kesehatan bayi. Katanya, air es yang dingin bisa mendinginkan ASI yang diminum bayi sehingga dapat membuat bayi flu. Namun faktanya tidak demikian. Sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa minum air es saat menyusui membuat kesehatan bayi terganggu atau membuat bayi menggigil, kedinginan, bahkan flu.

Suhu air es yang diminum oleh sang ibu tidak akan membuat suhu ASI menjadi dingin. Begitu ditelan, suhu makanan (baik yang tadinya panas maupun dingin) pada dasarnya akan berubah mengikuti suhu dalam tubuh. Dengan kata lain, suhu dingin dari es tersebut akan langsung hilang saat air sudah di dalam perut. Jadi, tentu minum es saat menyusui tidak akan menyebabkan bayi sakit atau kedinginan. Suhu ASI akan tetap normal sebagaimana mestinya, terlepas dari apa yang ibu makan atau minum.

Terlebih lagi, minum es itu sendiri tidak akan menyebabkan flu. Influenza atau flu merupakan ipenyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini mudah menular melalui udara ketika seseorang batuk, bersin, meludah, atau berbicara. Virus yang keluar ke udara kemudian terhirup oleh orang lain. Selain itu penularannya juga bisa melalui air liur, ingus, kotoran yang tersentuh tangan kita dan menyebabkan virus terhirup, dan juga dari darah.

payudara sakit saat menyusui

Tapi, minum es saat menyusui bisa berbahaya bagi kesehatan jika….

Meski bayi tidak akan jadi sakit kalau ibu menyusui minum es, Anda tetap tidak boleh sembarangan mengonsumsinya. Jika air es yang Anda minum adalah buatan sendiri dengan menggunakan air matang dan alat-alat steril, tentu tidak jadi masalah. Namun, lain halnya jika Anda suka jajan di pinggir jalan. Pasalnya batu es yang ada dalam minuman Anda belum tentu bersih.

Bisa saja air yang digunakan telah tercemar, sehingga hal ini akan meningkatkan risiko Anda tertular penyakit, seperti diare. Jika ibu menyusui terkena diare, maka mungkin produksi ASI akan berkurang akibat tubuh mengalami dehidrasi. Porsi minum ASI yang kurang tentu akan memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

Jadi, jika Anda ingin minum es ketika menyusui, pastikan kalau minuman tersebut tidak terpapar bakteri penyebab penyakit. Sebaiknya, buat es sendiri kalau mau aman dan terhindar dari penyakit infeksi.

Jangan lupa juga asupan gizi lainnya saat menyusui

Memang benar, semua makanan yang masuk ke dalam tubuh ibu saat menyusui, akan diserap dan diambil oleh bayi. Jadi, sebagai ibu yang sedang menyusui sebaiknya Anda pintar-pintar memilih makanan yang bergizi serta sehat.

Apalagi, makanan untuk bayi 0-6 bulan hanyalah ASI saja, sehingga hal ini menuntut ibu untuk memiliki kualitas ASI yang terbaik dengan kandungan gizi yang banyak. Bagaimana cara mendapatkannya? Ya, dengan menerapkan pola hidup sehat serta makan makanan yang bergizi.

Kebutuhan ibu menyusui tentu berbeda dengan wanita pada umumnya. Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan kalori serta zat gizi lain yang Anda butuhkan, sebaiknya konsultasikan pada ahli gizi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan April 27, 2020

Tak Hanya Melepas Dahaga, Ini 4 Kebaikan Buah Blewah bagi Kesehatan

Menjelang bulan Ramadan, biasanya banyak penjual es buah blewah dadakan. Kira-kira, apa saja manfaat buah blewah untuk kesehatan tubuh?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan April 25, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal tayang Mei 7, 2020