Agar Bayi Mendapatkan Tekstur ASI Kental, Ini 6 Cara yang Bisa Diupayakan IbuIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Banyak ibu mungkin khawatir bila ASI yang dihasilkannya terlalu encer. Mereka menganggap ASI encer memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan ASI yang kental. Hal ini pun kadang membuat ibu menyusui tidak percaya diri dengan ASI yang dihasilkannya. Benarkah kekentalan ASI dapat menentukan nutrisi yang terkandung di dalamnnya? Dan bagaimana cara agar bayi bisa mendapatkan tekstur ASI yang kental?

Ada dua tekstur ASI eksklusif

donor asi menyusui bayi

Sebagai ibu yang baru melahirkan, Anda sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai usianya 6 bulan. Bahkan, akan lebih baik lagi bila pemberian ASI tetap diteruskan sampai usia si kecil genap 2 tahun, seiring dengan memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI).

Tekstur ASI sekilas memang selalu terlihat sama. Namun nyatanya, tekstur ASI bisa berubah dari cair ke kental. Ketika baru melahirkan, proses menyusui yang pertama kali akan mengeluarkan cairan ASI bernama kolostrum.

Kolostrum memiliki warna yang bening kekuningan, dengan tekstur yang cukup kental. Dibandingkan dengan warna susu pada umumnya, warna kolostrum memang cenderung agak berbeda.

Akan tetapi, jangan salah, cairan ASI yang pertama ini kaya akan kandungan zat gizi. Contohnya banyak mengandung protein, sel darah puting, vitamin A, serta antibodi.

Itu sebabnya, pastikan Anda memberikan kolostrum alias cairan ASI kental yang pertama kali ini agar bayi mendapatkan banyak zat gizi tersebut. Namun, kolostrum hanya ada masa awal menyusui.

Setelahnya, kolostrum akan tergantikan dengan ASI transisi sampai kurang lebih 10 hari, dan kemudian berubah lagi menjadi ASI matur. Jika sebelumnya disebutkan bahwa kolostrum memiliki warna yang bening agak kekuningan, ASI transisi dan ASI matur tidak demikian.

Kedua cairan ASI ini justru identik dengan warna putih sama seperti penampilan susu kebanyakan. Selama menyusui, tekstur ASI yang diminum bayi umumnya terbagi menjadi dua jenis.

Pertama yakni ASI foremilk, dan kedua adalah ASI hindmilk. Bedanya ASI foremilk dan hindmilk terletak pada waktu keluarnya.

ASI foremilk keluar lebih dulu atau di awal menyusui. Sementara ASI hindmilk akan keluar setelahnya atau di akhir sesi menyusui. Agar bayi bisa mendapatkan semua tekstur ASI, dari yang cair sampai kental, ada baiknya si kecil menyusui sampai akhir.

Apakah tekstur ASI encer dan kental memengaruhi kualitasnya?

pompa ASI manual

Sebenarnya, kekentalan ASI bisa berubah kapan pun. ASI kadang terlihat lebih encer dan berwarna agak putih, di lain waktu ASI juga bisa berubah menjadi lebih kental dan berwarna agak kuning.

Ini merupakan hal yang normal terjadi pada semua ibu menyusui. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perubahan kekentalan tekstur ASI ini dipengaruhi oleh waktu keluarnya. 

ASI foremilk atau yang keluar di awal sesi menyusui, memiliki tekstur yang cenderung cair karena kandungan lemaknya yang sedikit. Di sisi lain, ASI foremilk lebih kaya dengan kandungan protein dan karbohidrat (laktosa) di dalamnya.

Berbeda dengan ASI hindmilk yang keluar di akhir sesi menyusui, biasanya punya tekstur yang lebih kental atau creamy. Kekentalan tekstur pada ASI hindmilk disebabkan oleh kandungan lemak yang cukup banyak di dalamnya, tapi mengandung lebih sedikit protein dan karbohidrat.

Namun, ini bukan berarti perbedaan tekstur ASI ini juga membedakan kualitasnya. Sebab secara keseluruhan,kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Ditambah lagi karena ASI eksklusif merupakan satu-satunya asupan yang terbaik bayi bagi usia kurang dari 6 bulan. Saat payudara penuh atau pada saat awal menyusui, ASI mengandung lemak yang lebih rendah daripada saat payudara kosong atau ketika bayi akan selesai menyusu.

Semakin sedikit ASI yang tersisa di payudara, maka semakin tinggi kandungan lemaknya dan semakin cepat ASI dikeluarkan dari payudara. Hal ini karena saat payudara mulai kosong, gumpalan lemak mulai bergerak turun ke saluran susu.

Inilah mengapa ASI hindmilk cenderung mengandung lebih banyak lemak dan memiliki tekstur yang kental. Oleh karena itu, agar bayi bisa memperoleh tekstur ASI yang kental, usahakan untuk menyusuinya sampai tuntas.

Apa yang memengaruhi kekentalan tekstur pada ASI?

cara memanaskan ASI cara menghangatkan ASI

Salah satu hal yang dapat memengaruhi kekentalan tekstur ASI yakni kandungan lemaknya yang tinggi. Kandungan lemak di dalam ASI didapatkan dari kebiasaan makan ibu.

Namun, bukan jumlah lemak yang memegang pengaruh utama, melainkan jenis lemak yang terkandung di dalam ASI. Makanan yang ibu makan dapat memengaruhi jenis lemak yang terdapat dalam ASI.

Ibu yang sering mengonsumsi ikan berlemak, minyak nabati, dan kacang-kacangan, memiliki ASI yang mengandung jumlah asam lemak yang lebih banyak.

Baik itu asam lemak tak jenuh tunggal, maupun asam lemak tak jenuh ganda. Sedangkan ibu yang sering mengonsumsi daging berlemak dan susu tinggi lemak cenderung mengeluarkan ASI yang mengandung lebih banyak lemak jenuh.

Perlu Anda ketahui bahwa asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang terdapat pada ASI sangat penting untuk mendukung perkembangan otak dan mata bayi.

Bahkan, asam lemak esensial yang terkandung dalam ASI turut berpotensi untuk memengaruhi nilai IQ dan penglihatan bayi yang lebih baik.

Bagaimana cara mempertahankan agar tekstur ASI tetap kental?

Pada dasarnya, tekstur ASI cair maupun kental sama-sama baik untuk si kecil. Namun, beberapa ibu menyusui terkadang ingin dapat memberikan ASI secara optimal, termasuk tekstur ASI yang kental.

Nah, agar si kecil bisa mendapatkan semua tekstur ASI, baik yang cair maupun kental, berikut beberapa upaya yang bisa ibu lakukan:

1. Rutin menyusui

manfaat menyusui

Frekuensi menyusui ternyata dapat memengaruhi tekstur ASI yang didapatkan bayi. Semakin sering bayi menyusui, akan semakin besar kemungkinannya untuk minum ASI dengan tekstur yang kental.

Selain frekuensi menyusui, pastikan juga Anda memerhatikan lama waktu bayi setiap kali menyusu. Hal ini dikarenakan agar si kecil meminum tekstur ASI kental, artinya ia harus mampu menyusu sampai sesi terakhir.

Dengan kata lain, lama waktu dalam sekali sesi menyusui tidak boleh terlalu sebentar. Sebab jika terlalu singkat, bayi mungkin hanya akan mendapatkan ASI foremilk atau yang keluar di awal.

Sementara tekstur ASI foremilk cenderung lebih ringan dan tidak sekental ASI hindmilk yang keluar di akhir sesi menyusui. Itulah mengapa sebaiknya pastikan bayi mendapatkan waktu menyusui yang lebih lama dan sering, agar memastikan ia mendapatkan tekstur ASI yang kental.

2. Menyusui dalam waktu yang berdekatan

asi terlalu banyak

Jika si kecil tidak terlalu menyukai waktu menyusui yang terlalu lama, solusinya coba kurangi durasi waktu di antara sesi menyusui. Menurut Kelly Bonyata, BS, IBCLC, selaku seorang konsultan laktasi, mempersingkat durasi di antara waktu menyusui dapat membantu memberikan kandungan lemak ASI yang lebih banyak.

Alhasil, lebih tingginya kandungan lemak di dalam ASI akan membuat tekstur ASI jauh lebih kental. Jadi, lama waktu dalam sekali sesi menyusui bayi mungkin cukup singkat, tapi dengan durasi di antara sesi menyusui yang tidak terpaut jauh.

Misalnya begini. Jadwal menyusui bayi yang berusia 1 bulan biasanya setiap 2-3 jam sekali, begitu pula dengan baik yang berusia 2, 3, 4, hingga 5 bulan yang bisa menyusu setiap 2,5-3,5 jam.

Agar tekstur kental ASI bisa diperoleh secara optimal oleh bayi, sebaiknya berikan ASI di waktu yang paling awal. Dengan demikian, jarak waktu dari satu sesi menyusui ke sesi menyusui selanjutnya tidak begitu lama.

3. Jangan buru-buru melepaskan payudara dari bayi

minum jamu saat menyusui

Karena kandungan lemak ternyata sangat banyak terdapat pada ASI hindmilk, jadi sebaiknya jangan buru-buru melepaskan payudara Anda dari mulut bayi saat menyusui. Pastikan bayi sudah benar-benar mengosongkan payudara Anda, dan melepaskan mulutnya sendiri dari payudara Anda.

Selain memastikan agar bayi mendapatkan tekstur ASI yang kental, cara ini juga dapat memungkinkan semua kandungan lemak dan nutrisi lainnya di dalam ASI sudah benar-benar diterima bayi. 

Jika perlu Anda mungkin harus menekan/memijat payudara Anda untuk membantu mengosongkan payudara saat menyusui. Memijat payudara saat menyusui terbukti dapat meningkatkan kandungan lemak dalam ASI yang diterima bayi.

Bukan itu saja. Memijat payudara juga dapat merangsang pengeluaran ASI dari payudara sehingga bayi bisa mendapatkan ASI tinggi lemak.

Jika bayi Anda tidak menempel dengan baik di payudara, bayi tertidur saat menyusu, atau jika bayi hanya menempel di payudara tanpa mengisap payudara Anda, sebaiknya pijat payudara Anda.

4. Pompa ASI

pompa ASI elektrik

Sebelumnya dijelaskan bahwa Anda disarankan untuk membiarkan bayi menuntaskan menyusui pada salah satu payudara sampai selesai. Namun, bagaimana apabila bayi sudah kenyang sebelum payudara kosong?

Jangan bingung, ada baiknya Anda memompa ASI, dan kemudian masukkan ASI perah tersebut ke dalam botol penyimpanan ASI. Setelahnya, simpan ASI perah pada tempat yang aman dan berikan pada bayi di sesi menyusui selanjutnya.

Misalnya simpan di suhu ruang, kulkas, cooler box, maupun freezer. Namun ingat, masing-masing tempat penyimpanan ASI memiliki batas waktu tertentu.

Maka itu, usahakan untuk memberikan ASI perah tersebut pada bayi dalam rentang waktu yang sesuai, dan terapkan juga metode first in first out dalam penyimpanan ASI perah.

5. Pastikan bayi menyusu dari kedua sisi payudara

perawatan payudara bagi ibu menyusui cara menjaga kesehatan payudara

Selain disarankan untuk membiarkan bayi menyusu sampai tuntas, usahakan juga supaya bayi bisa menyusu dari kedua sisi payudara dalam setiap sesi menyusui. Setiap bayi memiliki lama waktu yang berbeda-beda dalam sekali menyusui.

Oleh karena itu, usahakan untuk bersabar sampai si kecil berhasil menghabiskan atau mengosongkan kedua sisi payudara setiap kali menyusui. Hal ini bertujuan agar bayi tidak hanya mendapatkan tekstur ASI cair di awal menyusu, tapi juga tekstur ASI yang kental.

Jadi, semua zat gizi yang ada di dalam ASI bisa diperoleh secara optimal oleh bayi.

6. Perhatikan asupan makanan harian ibu

vitamin ibu menyusui

Oleh karena satu dari beberapa zat gizi utama yang menyusun tekstur kental ASI adalah lemak, maka ibu dianjurkan untuk mencukupi asupan lemak harian. Akan tetapi, perhatikan juga sumber lemak yang Anda konsumsi.

Hindari terlalu banyak mengonsumsi sumber lemak jenuh dan lemak trans. Misalnya makanan yang digoreng, susu, dan daging dengan banyak lemak.

Sebagai gantinya, Anda bisa memperbanyak makan makanan berlemak dari sumber yang sehat, yakni asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda. Contohnya yakni minyak sayur, kacang-kacangan, dan aneka jenis ikan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 10, 2017 | Terakhir Diedit: Oktober 18, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca