Bayi memiliki kulit sensitif yang sangat rentan dengan berbagai masalah, seperti milia atau jerawat. Meski sama-sama menimbulkan bintik kecil di kulit, milia, dan jerawat merupakan masalah kulit yang berbeda. Apa bedanya? Simak penjelasan mengenai milia dan jerawat pada bayi berikut ini.

Mengenal perbedaan milia dan jerawat pada bayi

Anda tentu gemas melihat bayi yang kulitnya bersih dan lembut, bukan? Namun, bukan berarti kulit bayi bebas dari berbagai masalah. Kulitnya yang sensitif malah lebih rentan dengan masalah kulit, misalnya milia dan jerawat bayi. Meski umumnya tidak berbahaya, milia dan jerawat dapat merusak penampilan kulit bayi. Untuk mengenali dua masalah kulit pada bayi ini, berikut perbedaan milia dengan jerawat bayi.

1. Penyebab munculnya

Milia dan jerawat bayi biasanya muncul beberapa minggu setelah bayi dilahirkan. Meski muncul di waktu yang sama, kedua masalah kulit ini terjadi akibat penyebab yang berbeda.

Jerawat bayi muncul akibat perubahan hormon yang terjadi selama ia berada di dalam kandungan dan setelah dilahirkan. Sementara itu, milia muncul akibat penumpukan sel-sel kulit mati yang terjebak di dekat permukaan kulit.

2. Bentuk bintiknya

Jika diperhatikan seksama, benjolan kecil yang muncul akibat milia dan jerawat terlihat berbeda. Bintik kulit akibat milia umumnya berbentuk benjolan kecil berwarna putih yang terlihat seperti cipratan air susu. Bintik kulit karena jerawat pada bayi cenderung berwarna merah cerah yang terlihat seperti bekas gigitan serangga.

3. Area kulit yang bermasalah

Bintik jerawat biasanya muncul di sekitar pipi, hidung, dan dahi bayi. Bintik milia juga muncul di sekitar hidung, dagu, dan pipi bayi, tapi juga bisa menyebar ke area lengan tangan, kaki bayi, atau bagian tubuh lainnya. Ketika benjolan milia ini muncul di dalam mulut bayi, ini disebut dengan Epstein pearls.

Bagaimana cara mengobati milia atau jerawat pada bayi?

Sebenarnya, milia dan jerawat bayi dapat sembuh dengan sendirinya. Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa melakukan perawatan yang sama untuk mempercepat proses pemulihan, seperti:

  • Menghindari pelembap kulit bayi yang mengandung minyak
  • Tidak mengusap atau menekan area kulit yang bermasalah
  • Rutin membersihkan wajah dan tubuh bayi

Proses penyembuhan umumnya memakan waktu dua sampai empat minggu. Jika kondisinya tidak membaik lebih dari waktu tersebut dan jumlah bintik kulit bertambah banyak, segera periksa ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca