×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Kupas Tuntas 3 Mitos Kulit Bayi yang Menyesatkan

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Ada banyak mitos yang beredar soal perawatan kulit bayi. Misalnya minum air kelapa saat hamil bisa membuat kulit bayi Anda jadi putih. Padahal, Anda tidak bisa sembarangan memercayai mitos kulit bayi. Anda harus tahu fakta-fakta yang telah terbukti secara medis soal kulit buah hati Anda. Apa saja mitos kulit bayi yang seharusnya Anda tinggalkan? Berikut penjelasannya. 

Mitos: Anda perlu menggunakan sabun antiseptik untuk si kecil

Salah. Mitos kulit bayi yang sering Anda percayai salah satunya adalah penggunaan sabun antiseptikPenting untuk diketahui oleh para orang tua bahwa meskipun struktur kulit pada bayi sama dengan dewasa, tingkat maturitas fungsinya tidak sama. Kulit bayi, terutama yang baru lahir, sangat halus, lembut dan belum diproteksi secara maksimal oleh sistem imunitas tubuh. Hal ini mungkin membuat Anda berpikir bahwa sabun antiseptik adalah pilihan terbaik ketika Anda memandikan si kecil. Faktanya, sabun antispetik ini sering menyebabkan iritasi kulit pada si kecil.

Gunakan sabun bayi ringan yang sesuai dengan pH netral kulit (5,5) tanpa parfum dan pewarna sama sekali untuk menghindari iritasi atau alergi. Bahan di dalam sabun juga harus diperhatikan. Jangan menggunakan sabun dengan antiseptik (fenol, kresol), deodoran (triklosan, heksaklorofen) maupun sabun yang mengandung detergen seperti sodium lauryl sulphate (SLS) yang dapat menimbulkan iritasi maupun sodium laureth sulphate (SLES) yang beracun bila terserap kulit si kecil.

Mitos: Rajin minum susu kedelai saat hamil bisa membuat kulit bayi Anda putih

Salah. Kedelai tidak memiliki peran apa pun dalam menentukan warna kulit seseorang ketika lahir ke dunia. Sampai saat ini tidak ada penelitian medis yang dapat mendukung nasihat turun temurun ini. Mitos kulit bayi yang satu ini sering dipercayai oleh para ibu hamil sehingga mereka rajin mengonsumsi susu kedelai.

Padahal, faktor utama penentu terang atau gelapnya warna kulit seseorang adalah genetik warisan kedua orangtua. Warna kulit manusia yang berbeda antar satu dan lainnya ditentukan oleh jumlah melanin (zat pewarna kulit). Semakin banyak melanin di kulit Anda, akan semakin gelap warna kulit Anda.

Sedikit banyaknya melanin yang Anda miliki dikendalikan oleh gen keturunan kedua orangtua Anda. Jika Anda dan pasangan memiliki warna kulit yang berbeda, maka bayi Anda akan mewarisi genetik pigmen kulit yang paling dominan di antara keduanya.

Mitos: Minyak zaitun, minyak pijat paling aman untuk bayi

Salah. Mitos kulit bayi berikutnya yang mungkin juga sering Anda percayai adalah mengenai minyak pijat yang harus menggunakan minyak zaitun. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh University of Manchester, memijat bayi sebaiknya tidak menggunakan minyak zaitun atau bunga matahari. Penelitian tersebut menemukan, produk yang selama ini aman dan menyehatkan bagi orang dewasa, ternyata bisa meningkatkan risiko kerusakan kulit pada bayi.

Penelitian ini melibatkan 115 bayi baru lahir. Bayi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu menggunakan minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, dan tidak memakai minyak sama sekali selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan, minyak zaitun terlalu keras untuk kulit bayi. Peneliti dr. Alison Cooke menjelaskan, minyak bisa terurai menjadi asam lemak yang merusak struktur kulit bayi.

Minyak tersebut bisa merusak pelindung kulit bayi yang masih sangat sensitif. Hal ini memungkinkan terjadinya iritasi, kekeringan kulit, kulit pecah-pecah, berisiko eksim atau peradangan pada kulit bayi. Peneliti mengingatkan, membran sel kulit bayi sangat sensitif sehingga butuh waktu sekitar dua tahun untuk berkembang secara utuh.

Lalu, apa yang harus Anda gunakan untuk memijat bayi? Spesialis kulit merekomendasikan orangtua untuk menggunakan krim yang lembut bagi kulit bayi dan sudah terbukti aman setiap kali dioleskan pada bayi.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca