Vaksin Tifoid, Seberapa Penting Diberikan pada Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak jenis imunisasi yang harus diberikan kepada si kecil, salah satunya adalah tifoid. Vaksin ini untuk mencegah penyakit demam tifoid (tipes) yang sering menyerang anak-anak dan orang dewasa. Apakah imunisasi anak untuk cegah penyakit tipes benar-benar efektif? Kapan harus diberikan vaksin tifoid? Berikut penjelasan lengkapnya. 

Apa itu vaksin tifoid?

vaksin pcv

Imunisasi tifoid adalah jenis vaksin yang bermanfaat untuk mencegah penyakit demam tifoid atau tipes pada anak dan orang dewasa. 

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), ada dua jenis vaksin tifoid sebagai langkah mencegah demam tifoid, yaitu:

Vaksin oral

Ini merupakan vaksin tifoid yang diberikan secara oral atau lewat mulut dan bisa diberikan kepada anak berusia di atas 6 tahun. 

Ada 4 kapsul yang harus diminum setiap hari dan dosis terakhir harus dikonsumsi satu minggu sebelum melakukan perjalanan ke daerah endemik. 

Kapsul vaksin tifoid berisikan bakteri tifoid yang masih hidup, tapi sudah sangat lemah. Penyimpanan vaksin ini harus dalam keadaan dingin di dalam kulkas (suhu 2-8 derajat celcius) tapi tidak beku.

Vaksin suntikan

Imunisasi tifoid jenis ini bernama polisakarida yang terbuat dari gula yang melapisi permukaan bakteri yang diberikan lewat suntikan. Vaksin tifoid ini bisa diberikan pada anak mulai usia 3 tahun dan disarankan untuk diulang setiap dua tahun sekali.

Penyakit tipes terjadi akibat bakteri S. typhi masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Orang yang terinfeksi dan merasakan gejala ringan, bisa mendapatkan pengobatan di rumah (rawat jalan).

Sementara, bila gejalanya cukup parah, pasien harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bila tidak, infeksi bisa menyebar ke sendi, kandung kemih, ginjal, hingga ke otak.

Dikutip dari CDC, penyakit ini tercatat menyerang sekitar 21 juta orang per tahun di seluruh dunia, dan menyebabkan kematian 200.000 jiwa. Penyakit ini dapat dicegah dengan suntik vaksin tifoid. 

Pada dasarnya, gejala tipes pada anak-anak tidak jauh berbeda dengan yang biasanya dialami orang dewasa. Tanda paling umum dari penyakit tifoid pada anak yang harus Anda waspadai, yaitu:

  • Anak mengalami demam tinggi (di atas 39 derajat celcius) selama dua sampai tiga minggu
  • Sakit kepala
  • Kelelahan berlebih
  • Tubuh menggigil
  • Diare atau gangguan pencernaaan lainnya

Bila tifoid masih terjadi hingga memasuki minggu ke tiga, biasanya anak akan mulai menunjukkan tanda-tanda mengigau dan sulit berkonsentrasi.

Jika telah memasuki tahap ini, tandanya tipes pada anak sudah memasuki tahap kritis dan harus segera ditangani. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan gejala tifoid makin parah atau bahkan komplikasi.

Bagaimana cara kerja vaksin tifoid?

umur berapa anak vaksin HPV

Menurut Pedoman Pengendalian Tifoid Kemenkes RI, vaksin oral memiliki efektivitas sebesar 36-66 persen untuk mencegah demam tifoid.

Sementara itu, imunisasi tifoid jenis suntik diketahui mampu memberikan perlindungan sebesar 60-70 persen  pada anak di atas 5 tahun dan orang dewasa.

Meski bertujuan untuk mencegah penularan tipes, tetap ada faktor lain yang harus Anda pastikan, salah satunya kebersihan. Untuk itu, pastikan Anda dan keluarga menjaga kebersihan diri dan makanan yang dikonsumsi sekalipun telah menerima vaksin.

Meski begitu, saat seorang anak sudah mendapatkan vaksin tifoid, kemudian ia terserang demam tifoid di kemudian hari maka gejala yang dialaminya akan lebih ringan daripada anak lainnya yang belum mendapatkan vaksin tifoid.

Siapa yang membutuhkan imunisasi tifoid?

vaksin DBD untuk anak

Mengingat penyakit tifoid bisa memicu terjadinya komplikasi yang cukup serius, maka diperlukan pencegahan yang tepat. Salah satunya bisa dengan cara melakukan vaksin tifoid.

Mengacu pada jadwal imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin tifoid sebaiknya diberikan untuk anak di atas usia dua tahun dan selanjutnya diulang setiap 3 tahun.

Jadwal ini berbeda dengan vaksin MMR atau vaksin hepatitis B yang diberikan sejak usia bayi.

Penting untuk Anda ingat bahwa meskipun vaksin bekerja dalam mencegah infeksi penyakit, tapi kerja vaksin tidak selalu efektif 100 persen, termasuk vaksin tifoid. 

Maka itu, tetap saja Anda harus memastikan bahwa kebersihan diri si kecil dan makanannya tetap terjaga supaya tak terkena bakteri penyebab demam tifoid.

Selain anak-anak, beberapa orang yang sangat diwajibkan untuk mendapatkan vaksin ini di antaranya:

  • Orang yang bekerja di laboratorium dan menangani bakteri S. typhi
  • Bekerja atau bepergian di daerah endemik (penularannya penyakitnya cukup tinggi)
  • Memiliki kontak dekat dengan pasien demam tifoid
  • Tinggal di lingkungan yang air atau tanahnya berisiko terkontaminasi bakteri

Vaksin suntik tifoid jenis polisakarida dapat diberikan pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun. Vaksin ini harus diberikan setidaknya 2 minggu sebelum perjalanan ke daerah endemik dilakukan.

Dosis lanjutan diperlukan jika orang tersebut memiliki risiko terinfeksi lagi di kemudian hari. Jangka waktu pemberiannya adalah 3 tahun setelah suntikan pertama. Sementara vaksin tifoid oral bisa diberikan pada anak usia 6 tahun dan orang dewasa.

Apa kondisi yang membuat anak waspada terhadap vaksin tifoid?

Pemberian vaksin hepatitis A pada anak

Meski imunisasi tifoid mampu mencegah penyakit demam tifoid atau tipes, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menunda pemberian vaksin. 

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya mengidap HIV/AIDS)
  • Alergi terhadap bahan di dalam vaksin
  • Sedang mengonsumsi antibiotik atau obat antimalaria
  • Ibu hamil dan menyusui

Pada beberapa kasus, petugas kesehatan akan menyarankan untuk menunda pemberian vaksin sampai kondisi tubuh membaik. 

Untuk anak yang sedang sakit ringan, seperti demam ringan, batuk, atau pilek, masih bisa diberikan imunisasi tifoid. Konsultasikan kondisi yang dirasakan saat itu, sehingga dokter bisa mengambil tindakan yang tepat.

Apa efek samping vaksin tifoid?

efek samping imunisasi

Sama seperti obat lainnya, vaksin juga bisa menyebabkan efek samping. Umumnya, efek sampingnya cukup ringan sehingga sebagian besar orang tidak bermasalah untuk menerima imunisasi tifoid suntik ataupun oral ini.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Ruam dan bengkak di area kulit yang disuntik. Diperkirakan 1 di antara 15 orang mengalaminya.

Untuk menghindari efek samping imunisasi  yang berbahaya, pastikan bahwa si kecil dalam keadaan sehat saat menerima vaksin. Pemberian imunisasi tifoid bisa saja ditunda jika Anda sedang demam atau mengalami infeksi.

Imunisasi tifoid bentuk suntik atau oral tidak akan diberikan pada orang-orang yang kemungkinan akan mengalami efek samping parah, seperti:

  • Orang yang memiliki alergi vaksin ini sebelumnya
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan kanker
  • Orang yang menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi, radiasi, atau minum obat steroid
  • Anak-anak yang belum mencukupi usia yang disarankan

Sebelum merencanakan suntik vaksin tifoid pada anak, konsultasikan lebih dahulu pada dokter. Namun efek samping anak yang tidak diimunisasi lebih berbahaya karena ia menjadi rentan terhadap banyak penyakit.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

imunisasi vaksin rotavirus

Kondisi alergi parah sangat jarang terjadi setelah pemberian vaksin. Namun harus tetap dibawa ke dokter bila anak mengalami reaksi alergi parah seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Ruam seluruh tubuh
  • Jantung berdegup cepat
  • Kelelahan parah
  • Pembengkakan di tenggorokan dan wajah

Saat diperiksa, beritahu petugas medis bahwa si kecil baru saja mendapatkan imunisasi tifoid. Ini membuat dokter lebih mudah untuk melakukan tindakan yang tepat sesuai kondisi.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Kebiasaan Buruk yang Sering Jadi Penyebab Tipes

Sakit tipes tidak boleh diabaikan begitu saja. Jika demikian, bisa fatal akibatnya. Lalu, apa saja penyebab tipes yang harus diketahui?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Penting bagi Ibu mengetahui perbedaan sukrosa dan laktosa, serta pemberiannya yang terbaik untuk susu si Kecil. Ini perbedaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala tipes

Berbagai Gejala Tipes yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Selain Obat, Pola Makan Juga Jadi Kunci Utama Cepat Pulih dari Tipes

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pantangan tipes

Patuhi 8 Pantangan Ini Agar Cepat Sembuh dari Sakit Tipes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit