Bayi Sedang Belajar Merangkak? Jaga Si Penjelajah Kecil Dengan 4 Langkah Ini!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Saat usia sekitar 4-6 bulan, si kecil sudah mulai bisa duduk sendiri. Pada usia 6-10 bulan, si kecil akan mulai merangkak untuk mencoba mengambil beragam benda di sekitarnya dengan merangkak menggunakan perut ataupun posisi push up. Merangkak merupakan fase yang penting karena secara ini bisa melatih gerakan lengan dan kaki si kecil pada waktu yang bersamaan. Saat ia merangkak, Anda harus tetap mendampingi si kecil. Berikut beberapa tips aman untuk bayi belajar merangkak.

Cara membantu bayi belajar merangkak

Anda dapat membantu bayi Anda merangkak dengan mendorongnya untuk melakukan tummy time. Tummy time adalah segala aktivitas, mulai dari bermain hingga berinteraksi yang dilakukan dengan posisi bayi tengkurap. Hal ini akan merangsang bayi untuk merangkak lebih awal. Anda bisa mulai meletakkan si kecil di perut Anda dengan posisi tengkurap. Mulailah dengan hanya satu atau dua menit tummy time, kemudian secara bertahap menggendongnya untuk bangun.

Cobalah untuk menaruh mainan yang lucu atau menarik perhatiannya, seperti mainan berwarna cerah dan memiliki bunyi-bunyian di depan bayi dan biarkan ia berusaha meraihnya. Anda juga bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar nyaman ketika melakukan tummy time. Ini sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil mainan yang ada di hadapannya.

Begitu bayi Anda mulai mengangkat badannya dan ingin merangkak, biarkan dia merangkak di lantai sebebasnya. Bayi akan sangat bersemangat dan ingin bereksplorasi. Sering-sering merangkak adalah latihan yang baik.

Anda dapat membuat hal-hal menyenangkan dengan menciptakan “rintangan” di sekitar ruang tamu. Coba gunakan bantal atau kardus, ini akan membantu meningkatkan kepercayaan diri, kecepatan, dan ketangkasannya.

Tips aman untuk bayi belajar merangkak

Orangtua tetap harus memantau dan menjaga keamanan si kecil ketika ia sedang belajar merangkak. Ini karena koordinasi, keseimbangan, dan kekuatan si kecil belum berkembang sempurna. Maka, bayi pun rentan cedera ketika sedang belajar merangkak. Berikut beberapa tips keamanan untuk bayi yang sedang belajar merangkak.

1. Perhatikan perangkat listrik di rumah

Beli peralatan listrik dengan tali pendek sehingga bayi tidak menarik, menggapai, atau tersangkut kabel. Tutup stop kontak dan jauhkan si kecil dari jangkauan listrik.

2. Jauhkan barang-barang berbahaya dari jangkauan bayi

Tutup atau kunci lemari yang mengandung barang-barang berbahaya seperti obat-obatan, benda tajam, atau barang pecah belah. Singkirkan juga barang-barang di lantai yang sekiranya mungkin digapai si kecil. Karena si kecil akan mungkin mengambil dan memasukkan barang-barang baru yang ia lihat ke dalam mulutnya.

3. Tetapkan batasan-batasan area yang boleh dijelajahi

Jauhkan si kecil dari area berbahaya di rumah seperti kamar mandi, dapur, dan tangga. Anda bisa memasang gerbang pengaman di pintu masuk ruangan, kamar mandi, serta bagian atas dan dasar tangga. Hal ini dilakukan agar bayi Anda tidak merangkak naik atau turun tangga.

4. Jaga kebersihan rumah

Pastikan lantai yang dipakai untuk bayi belajar merangkak sudah bersih. Pasalnya, permukaan yang kotor atau kasar akan membuat bayi urung belajar merangkak.Pastikan tidak ada serpihan-serpihan atau benda apa pun yang bisa melukai lutut dan tangan si kecil.

Jika lantai rumah Anda tidak memiliki banyak area berkarpet, sebaiknya berikan alas pada lantai rumah, agar area untuk bayi belajar merangkak jadi lebih lembut.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca