Mengatasi Sariawan Pada Bayi yang Masih Menyusui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/03/2020
Bagikan sekarang

Semua orang dapat mengalami sariawan, tidak terkecuali pada bayi. Ya, dalam tubuh setiap orang terdapat jamur candida albicans. Ini merupakan jenis jamur yang normal terdapat dalam sistem pencernaan semua orang. Namun, jamur ini dapat tumbuh dan menyebar ke bagian lain dalam tubuh dalam jumlah banyak sehingga dapat menyebabkan infeksi jamur atau sariawan. Lalu, bagaimana bayi yang sariawan dapat menyusu?

Apakah yang menyebabkan sariawan pada bayi?

Sariawan dapat tumbuh di mulut pada bayi yang menyusu. Sariawan tumbuh dengan baik di tempat yang hangat, lembab, dan manis, seperti kondisi mulut bayi Anda selama menyusu. Dari mulut bayi Anda, kemudian jamur yang menyebabkan sariawan dapat menyebar ke puting susu Anda. Jadi, sariawan pada mulut bayi Anda dapat berpindah ke puting Anda, dan begitu juga sebaliknya dari puting Anda ke mulut bayi Anda.

BACA JUGA: 9 Cara Memanfaatkan Minyak Kelapa untuk Bayi

Sariawan di mulut merupakan masalah umum pada bayi. Ini bisa memengaruhi sekitar 1 dari 20 bayi baru lahir dan 1 dari 7 bayi usia 4 minggu. Bayi dapat dengan mudah mengalami sariawan karena sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang sehingga kurang mampu melawan infeksi. Selain itu, sariawan pada mulut bayi juga dapat terjadi jika bayi Anda atau Anda sendiri baru saja diobati dengan antibiotik. Antibiotik dapat mengurangi tingkat bakteri baik yang ada dalam mulut bayi atau tubuh Anda, sehingga hal ini memungkinkan jumlah jamur meningkat pada mulut bayi atau tubuh Anda. Bayi atau Anda bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur.

Sariawan dapat menyebar dengan mudah jika puting Anda sudah lecet atau jika bayi Anda tidak menempel dengan baik. Jika sudah terjadi sariawan pada mulut bayi atau pada puting Anda, sebaiknya segera obati agar infeksi jamur tidak menyebar.

Apakah bayi sariawan bisa tetap disusui?

Sariawan pada bayi bukan menjadi hambatan Anda untuk tetap memberikan ASI pada bayi Anda. Bayi Anda harus tetap menyusui walaupun mungkin dapat membuatnya merasa kesakitan dan walaupun hanya bisa dalam waktu singkat. Ibu mungkin membutuhkan kesabaran yang lebih saat menyusui bayi yang sedang sariawan.

Selain itu, yang harus dilakukan adalah tetap menyusui bayi langsung di payudara Anda. Jangan memberikan bayi ASI yang sudah disimpan walaupun disimpan di dalam kulkas karena bisa saja terdapat jamur atau bakteri dalam ASI tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi pada bayi.

Apa saja gejala bayi yang sedang sariawan?

Anda mungkin tidak bisa langsung menyadari bahwa bayi Anda sedang sariawan. Namun, Anda bisa melihat gejala-gejala yang ditunjukkan bayi yang sedang sariawan, seperti:

  • Bintik putih atau luka kecil pada lidah, gusi, langit-langit mulut atau bagian dalam pipi
  • Bayi menjadi gelisah saat makan
  • Bayi mungkin juga tidak ingin menyusu pada payudara Anda karena mulutnya sakit
  • Warna bibir menjadi pucat
  • Bayi mengalami ruam popok

Jamur yang menyebabkan sariawan juga dapat melalui sistem pencernaan bayi Anda dan menyebabkan ruam popok. Ruam biasanya sakit dan lembab dengan bintik-bintik merah, serta dapat menyebar ke lipatan kulit bayi.

Jika bayi menunjukkan gejala seperti di atas, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter sebagai upaya untuk menyembuhkan sariawan pada bayi Anda. Terus susui bayi Anda dan jaga kebersihan semua peralatan yang kontak dengan mulut bayi Anda sehingga infeksi jamur yang menyebabkan sariawan tidak menyebar.

BACA JUGA: Mengatasi Puting Susu Lecet Pada Ibu Menyusui

Bagaimana mengobati sariawan pada bayi yang menyusu?

Walaupun bayi Anda sedang sariawan, namun Anda tetap perlu memberikan ASI pada bayi Anda. Bayi Anda mungkin enggan untuk menyusui karena rasa sakit pada mulutnya, frekuensi menyusu bayi Anda mungkin menjadi lebih sedikit, tapi bayi Anda tetap membutuhkan ASI sebagai makanan utamanya.

Untuk itu, jika bayi Anda mengalami sariawan, sebaiknya segera diobati. Sariawan pada bayi biasanya dapat diobati dengan gel atau cairan antijamur. Ini aman dipakai oleh bayi Anda. Selain itu, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda setelah mengobati bayi Anda.

Beberapa obat antijamur yang biasanya dipakai untuk mengobati sariawan pada bayi adalah:

Miconazole

Miconazole tersedia dalam bentuk gel. Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan gel tersebut pada daerah yang mengalami sariawan pada mulut bayi. Oleskan gel tersebut dengan jari Anda secara perlahan. Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum mengoleskan gel pada mulut bayi.

Nistatin

Nistatin tersedia dalam bentuk cairan yang digunakan dengan cara meneteskan cairan tersebut secara langsung ke daerah yang mengalami sariawan dengan pipet. Nistatin biasanya tidak menimbulkan efek samping dan mudah digunakan pada bayi.

Bagaimana cara mencegah sariawan pada bayi?

Sariawan disebabkan oleh infeksi jamur. Oleh karena itu, Anda perlu mencegah penyebaran infeksi jamur jika ingin mencegah sariawan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah sariawan pada bayi adalah:

  • Cuci bersih mainan bayi, botol, dot, dan pompa payudara agar semua peralatan tersebut terjamin kebersihannya. Anda perlu mencucinya dengan sabun dan air hangat.
  • Cuci tangan Anda setelah Anda menggantikan popok bayi untuk membantu mencegah penyebaran infeksi jamur yang bisa melalui sistem pencernaan bayi.
  • Cuci tangan Anda sebelum menyusui bayi.
  • Gunakan handuk khusus untuk bayi, terpisah dari handuk untuk anggota keluarga lainnya.
  • Cuci pakaian bayi Anda dengan air hangat (dengan suhu 60° C) untuk membunuh jamur dan keringkan pakaian bayi di bawah sinar matahari.
  • Jika payudara Anda mulai lecet, sebaiknya segera diobati sehingga payudara Anda tidak mengalami infeksi.
  • Jaga payudara Anda agar tetap kering sebelum maupun setelah Anda menyusui bayi Anda.

BACA JUGA: 8 Alasan Bayi Menarik Puting Ibu Saat Menyusu

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

    Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Tips Menyusui yang Baik Sesuai Bentuk Puting Ibu

    Tidak semua ibu menyusui dengan mudah. Pada beberapa ibu, ada yang bermasalah dengan putingnya dan membuat menyusui terasa sulit.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Menyusui 23/02/2020

    Cara Mengatasi Sembelit (Susah BAB) pada Bayi

    Sembelit bisa menyerang bayi. Jangan khawatir, lihat cara mengatasi sembelit pada bayi sekaligus obat untuk meringankan gejalanya berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

    4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
    obat sariawan ibu hamil

    Daftar Obat Alami untuk Sariawan pada Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
    susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    ibu menyusui positif coronavirus

    Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020