home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pilihan Obat Sariawan yang Aman dan Manjur untuk Anak-anak

Pilihan Obat Sariawan yang Aman dan Manjur untuk Anak-anak

Sariawan bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Luka di mulut akibat sariawan dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyakitkan, hingga membuat anak rewel dan tak nafsu makan. Memberikan obat untuk mengatasi sariawan anak tentu tidak semudah mengobati sariawan pada orang dewasa.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Ada beragam pilihan obat sariawan yang manjur dan aman untuk anak-anak, baik medis maupun alami yang mudah ditemukan di rumah.

Penyebab timbulnya sariawan pada anak

Luka sariawan yang dialami anak-anak bisa muncul di bagian mulut mana saja, mulai dari gusi, bibir, langit-langit mulut, sisi dalam pipi, lidah, hingga tenggorokan. Di mana pun lokasinya, kondisi kesehatan mulut ini dapat menyebabkan rasa perih yang menyakitkan hingga membuat anak tak mau makan.

Walau penyebab pasti timbulnya sariawan belum diketahui, namun dikutip dari Stanford Children’s Health ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan sariawan, yakni:

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah
  • Alergi makanan, seperti kopi, cokelat, keju, dan kacang-kacangan
  • Stres
  • Infeksi virus dan bakteri
  • Trauma atau cedera mulut
  • Asupan nutrisi buruk
  • Iritasi kawat gigi dan ortodontik
  • Obat-obatan tertentu

Berbagai obat medis untuk sariawan anak di apotek

Meski sariawan tidak berbahaya, rasa perihnya sering kali menyakitkan hingga membuat si kecil susah makan. Umumnya, luka sariawan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu sampai dua minggu.

Nah, supaya si kecil tidak terus-terusan meringis kesakitan dan rewel karena sariawan, Anda bisa memberi beberapa obat medis berikut ini.

1. Paracetamol

Obat pereda nyeri, seperti paracetamol bisa orang tua andalkan untuk mengurangi rasa sakit pada anak akibat sariawan. Paracetamol mudah didapati di warung, toko obat, apotek, hingga swalayan tanpa harus menebus resep dokter. Obat ini pun aman digunakan oleh semua kalangan mulai dari bayi di atas 2 bulan, ibu hamil dan menyusui, hingga lansia.

Meski begitu, pastikan Anda memberikan obat pereda nyeri pada anak sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Sebelum memberi obat sariawan ini untuk anak, baca dulu aturan pakai yang tertera pada bungkus kemasan dengan teliti.

Jangan sungkan untuk bertanya langsung ke dokter atau apoteker bila Anda belum paham cara pakainya. Jika si kecil punya riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu sebelum Anda memberikan obat ini.

2. Ibuprofen

Ibuprofen juga bisa digunakan sebagai obat untuk mengobati sariawan pada anak. Ibuprofen masuk dalam golongan obat nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini efektif untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Ibuprofen punya efek yang lebih kuat ketimbang paracetamol. Maka dari itu, gunakan obat ini dengan hati-hati. Jangan berikan ibuprofen pada bayi di bawah usia 6 bulan. Ibuprofen juga tidak boleh diberikan kepada anak-anak yang sedang mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus.

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu bila anak Anda punya riwayat penyakit kronis, seperti asma dan penyakit ginjal atau hati.

3. Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah obat topikal berupa antiseptik cair yang bisa digunakan sebagai obat sariawan untuk anak. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat di dalam mulut.

Obat ini memiliki banyak varian mulai dari bentuk salep, larutan, atau obat kumur. Bila anak Anda sudah bisa berkumur dengan baik, dokter biasanya akan memberikan varian obat kumur.

Gunakan obat ini setelah anak menyikat gigi. Dampingi si kecil ketika mereka akan berkumur dan pastikan ia tidak menelan larutan chlorhexidine. Minta anak Anda untuk tidak langsung makan dan minum setelah berkumur supaya obat bisa bekerja lebih optimal.

4. Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida (hydrogen peroxide) juga bisa jadi pilihan lain untuk mengobati sariawan pada anak. Hidrogen peroksida adalah obat antiseptik luka, untuk membersihkan dan mencegah infeksi pada luka yang bisa Anda beli di apotek atau toko obat terdekat tanpa harus menebus resep dokter.

Namun, Anda harus berhati-hati ketika menggunakan obat hidrogen peroksida. Bentuk murni hidrogen peroksida dapat melukai gusi dan mulut. Oleh karena itu, pastikan baca dulu aturan pakainya dengan saksama.

Supaya terjamin aman, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan obat sariawan ini untuk anak.

Bagaimana cara mengatasi sariawan pada anak di rumah?

Selain memakai obat medis yang tersedia di apotek, Anda juga bisa mengobati sariawan dengan bahan alami yang tersedia di rumah untuk mempercepat buah hati Anda sembuh.

Beberapa bahan alami di rumah yang mudah Anda temukan di antaranya sebagai berikut.

1. Kumur air garam

berkumur air garam

Luka sariawan yang dialami anak dapat meradang dan membengkak. Namun, Anda tak perlu khawatir. Anda bisa meredakan bengkak dan peradangan di mulut dengan meminta anak berkumur air garam.

Penelitian melaporkan bahwa garam dapat meredakan peradangan, mengurangi rasa sakit, dan menghilangkan bakteri dalam mulut. Tak hanya itu, obat alami satu ini juga terbukti efektif membantu mempercepat penyembuhan sariawan yang dialami anak.

Anda cukup melarutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Minta anak untuk berkumur dengan larutan ini selama beberapa detik, lalu buang bekas airnya. Si kecil bisa berkumur dengan air garam sebanyak 2-3 kali dalam sehari.

2. Kompres dingin

kompres dingin mengatasi sariawan

Kompres dingin bisa jadi obat sariawan anak yang murah, mudah, dan cepat dan cepat. Suhu dingin dapat membuat mati rasa saraf pemicu di sekitar area yang bermasalah untuk sementara waktu dan mengurangi rasa sakitnya.

Di samping itu, suhu dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di bagian mulut yang terluka. Dengan begitu, rasa perih dan sensasi nyut-nyutan yang ia keluhkan dapat mereda perlahan-lahan.

Anda bisa membungkus beberapa bongkah es batu lalu membungkusnya dengan waslap bersih. Tempelkan bungkusan es batu langsung di bagian mulut yang terasa ngilu.

Ulangi kompres beberapa kali sehari sampai sakitnya mereda dan pembengkakan menyusut. Berkumur dengan segelas air dingin juga bisa jadi solusi bila tidak tersedia es batu.

3. Madu

manfaat madu

Penelitian terbitan jurnal Quintessence International menyebut madu dapat membantu mengurangi sakit, ukuran, dan kemerahan pada sariawan. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Iranian Red Crescent Medical Journal juga menyebut madu dapat mengobati dan mencegah sariawan.

Berbagai khasiat ini didapatkan karena madu memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Tak heran bila madu turut masuk dalam daftar obat sariawan alami yang aman diberikan untuk anak.

Akan tetapi penting dipahami bahwa tidak semua madu bisa dijadikan obat sariawan anak. Gunakanlah madu manuka, jenis madu yang tidak dipasteurisasi sehingga masih banyak kandungan nutrisi alami di dalamnya. Untuk dijadikan obat sariawan alami, oleskan madu manuka ke bagian yang terluka sebanyak empat kali sehari.

Sebagai catatan, jangan berikan madu untuk bayi di bawah satu tahun. Pasalnya, madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme, yakni salah satu penyakit karena racun pada bayi.

4. Kantong teh hitam celup

manfaat kantong teh celup bekas

Setelah menyeduh teh hitam celup, jangan langsung buang kantong teh bekasnya. Kantong teh hitam bekas dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati sariawan anak.

Anda cukup menempelkan kantong teh celup bekas di bagian mulut yang terluka dan diamkan selama beberapa menit.

Kandungan tanin pada teh hitam dapat membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari luka sariawan. Menariknya, senyawa tanin ternyata juga ditemukan di dalam beberapa obat pereda nyeri yang umum dikonsumsi.

5. Asupan makanan bernutrisi

makanan bernutrisi untuk anak

Asupan nutrisi yang buruk tentu akan semakin parah saat anak tidak mau makan dan minum karena rasa sakit akibat sariawan. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Hindari jenis makanan tertentu, seperti makanan yang terlalu asam, pedas, dan panas. Jauhi pula makanan bertekstur keras, seperti makanan ringan kesukaan anak-anak terlebih dulu.

Selama masa pemulihan sariawan, anak-anak disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak dan lembut, seperti bubur. Pastikan juga asupan air minum, bisa dengan minum air dingin untuk meredakan rasa nyeri dan menghindari dehidrasi.

Selain mengikuti saran pengobatan di atas, Anda juga perlu mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak, misal dengan menyikat gigi rutin, flossing, dan menggunakan obat kumur.

Sariawan pada anak umumnya akan sembuh sendiri dalam satu sampai dua minggu. Apabila gejala sariawan makin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WebMD. 2019. Stomatitis: Types, Symptoms, Causes, And Treatment. [online] Available at: <https://www.webmd.com/oral-health/guide/stomatitis-causes-treatment#1> [Accessed 8 August 2019].

McDermott, A. and Sullivan, D., 2019. How To Get Rid Of Canker Sores: 16 Ways. [online] Healthline. Available at: <https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-get-rid-of-canker-sores> [Accessed 8 August 2019].

Jannelli, V. and Jassey, J., 2019. How To Treat And Prevent Canker Sores In Kids. [online] Verywell Health. Available at: <https://www.verywellhealth.com/recurrent-mouth-ulcers-and-canker-sores-2633514> [Accessed 8 August 2019].

Stanford Children’s Health. 2019. Canker Sores (Aphthous Ulcers) In Children. [online] Available at: <https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=aphthous-stomatitis-90-P01843> [Accessed 8 August 2019].

Bahramnezhad, F., Dehghan Nayeri, N., Bassampour, S. S., Khajeh, M., & Asgari, P. (2015). Honey and Radiation-Induced Stomatitis in Patients With Head and Neck Cancer. Iranian Red Crescent medical journal, 17(10), e19256. https://doi.org/10.5812/ircmj.19256

El-Haddad, S. A., Asiri, F. Y., Al-Qahtani, H. H., & Al-Ghmlas, A. S. (2014). Efficacy of honey in comparison to topical corticosteroid for treatment of recurrent minor aphthous ulceration: a randomized, blind, controlled, parallel, double-center clinical trial. Quintessence international (Berlin, Germany : 1985), 45(8), 691–701. https://doi.org/10.3290/j.qi.a32241

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 04/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan