Pilihan Obat Sariawan yang Aman dan Manjur untuk Anak-anak

    Pilihan Obat Sariawan yang Aman dan Manjur untuk Anak-anak

    Memberikan obat sariawan untuk anak tentu tidak semudah seperti pada orang dewasa. Ada beragam pilihan obat sariawan yang manjur dan aman untuk anak-anak, baik medis maupun alami yang mudah ditemukan di rumah. Berikut informasinya.

    Berbagai obat sariawan untuk anak di apotek

    Umumnya, luka sariawan tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu sampai dua minggu.

    Namun, meski sariawan tidak berbahaya, rasa perihnya sering kali menyakitkan hingga membuat anak susah makan.

    Nah, supaya Si Kecil tidak terus-terusan meringis kesakitan dan rewel karena sariawan, Anda bisa memberi beberapa obat medis yang aman untuk anak berikut ini.

    1. Paracetamol

    h booster

    Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, bisa orang tua andalkan untuk mengurangi rasa sakit pada anak akibat sariawan.

    Paracetamol mudah didapat di warung, toko obat, apotek, hingga swalayan tanpa harus menebus resep dokter.

    Obat ini pun aman digunakan oleh semua kalangan mulai dari bayi di atas dua bulan, ibu hamil dan menyusui, hingga lansia.

    Meski begitu, sebelum memberi obat sariawan ini untuk anak, baca dulu aturan pakai yang tertera pada kemasan dan pastikan Anda memberikannya sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

    Jangan sungkan untuk bertanya langsung kepada dokter atau apoteker bila Anda belum paham cara pakainya. Jika Si Kecil punya riwayat penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum Anda memberikan obat ini.

    2. Ibuprofen

    Ibuprofen termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) yang efektif untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan di dalam tubuh, termasuk sariawan anak.

    Obat ini punya efek yang lebih kuat ketimbang paracetamol. Maka dari itu, gunakan obat ini dengan hati-hati.

    Jangan berikan ibuprofen pada anak di bawah usia enam bulan. Obat ini juga tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang mengalami dehidrasi atau muntah terus-menerus.

    Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu bila Si Kecil punya riwayat penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, hati, atau asma pada anak.

    3. Chlorhexidine

    Dokter biasanya meresepkan obat chlorhexidine untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat di dalam mulut penyebab sariawan anak.

    Obat ini memiliki banyak varian mulai dari bentuk salep, larutan, atau obat kumur. Bila anak Anda sudah bisa berkumur dengan baik, dokter biasanya akan memberikan varian obat kumur.

    Gunakan obat ini setelah anak menyikat gigi. Dampingi Si Kecil ketika mereka akan berkumur dan pastikan ia tidak menelan larutan chlorhexidine.

    Minta anak Anda untuk tidak langsung makan dan minum setelah berkumur supaya obat bisa bekerja lebih optimal.

    4. Hidrogen peroksida

    Hidrogen peroksida (hydrogen peroxide) juga bisa jadi pilihan lain untuk mengobati sariawan pada anak.

    Obat ini termasuk jenis antiseptik luka yang berguna untuk membersihkan dan mencegah infeksi. Anda bisa membelinya di apotek atau toko obat tanpa harus menebus resep dokter.

    Namun, Anda harus berhati-hati ketika menggunakan obat ini. Bentuk murni obat ini dapat melukai gusi dan mulut. Oleh karena itu, pastikan baca dulu aturan pakainya dengan seksama.

    Supaya terjamin aman, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan obat sariawan ini untuk anak.

    Bagaimana cara mengatasi sariawan pada anak di rumah?

    obat sariawan anak

    Selain memakai obat medis yang tersedia di apotek, Anda juga bisa mengobati sariawan dengan bahan alami yang tersedia di rumah untuk mempercepat penyembuhannya.

    Beberapa bahan alami di rumah yang mudah Anda temukan di antaranya sebagai berikut.

    1. Kumur air garam

    Penelitian melaporkan bahwa berkumur air garam dapat meredakan peradangan, mengurangi rasa sakit, dan menghilangkan bakteri dalam mulut.

    Tak hanya itu, obat alami satu ini juga terbukti efektif membantu mempercepat penyembuhan sariawan yang dialami anak.

    Anda cukup melarutkan satu sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Minta anak untuk berkumur dengan larutan ini selama beberapa detik, lalu buang bekas airnya.

    Si Kecil bisa berkumur dengan air garam sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari.

    2. Kompres air dingin

    Kompres air dingin bisa jadi obat sariawan untuk anak yang murah, mudah, dan cepat.

    Suhu dingin dapat membuat saraf pemicu di sekitar area yang bermasalah mati rasa untuk sementara waktu dan mengurangi rasa sakitnya.

    Di samping itu, suhu dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di bagian mulut yang terluka.

    Dengan begitu, rasa perih dan sensasi nyut-nyutan yang ia keluhkan dapat mereda perlahan-lahan.

    3. Madu

    Penelitian terbitan jurnal Quintessence International menyebutkan bahwa madu dapat membantu mengurangi sakit, ukuran, dan kemerahan pada sariawan.

    Berbagai khasiat ini didapatkan karena madu memiliki sifat antibakteri dan antiradang. Tak heran bila madu turut masuk dalam daftar obat sariawan anak yang alami dan aman.

    Akan tetapi, penting dipahami bahwa tidak semua madu bisa dijadikan obat sariawan untuk anak. Gunakanlah madu manuka yang masih mengandung banyak nutrisi alami.

    Untuk dijadikan sebagai obat sariawan alami, oleskan madu manuka ke bagian yang terluka sebanyak empat kali sehari.

    Sebagai catatan, jangan berikan madu untuk bayi di bawah usia satu tahun. Pasalnya, madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi.

    4. Kantong teh hitam celup

    cara mengatasi anak tantrum

    Setelah menyeduh teh hitam celup, jangan langsung buang kantong teh bekasnya. Kantong teh hitam bekas dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati sariawan anak.

    Anda cukup menempelkan kantong teh celup bekas di bagian mulut yang terluka dan diamkan selama beberapa menit.

    Kandungan tanin pada teh hitam dapat membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari luka sariawan.

    Menariknya, senyawa tanin ternyata juga ditemukan di dalam beberapa obat pereda nyeri yang umum dikonsumsi.

    5. Asupan makanan bernutrisi

    Asupan nutrisi anak bisa menjadi buruk bila anak tidak mau makan dan minum karena rasa sakit akibat sariawan. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

    Saat sariawan, anak bisa dibebaskan dari makan nasi. Anda dapat memilih bubur yang bergizi untuk sementara waktu saat anak sulit mengunyah.

    Asupan susu atau jus buah bisa diberikan dalam porsi lebih banyak daripada biasanya. Bila perlu, berikan suplemen zinc, vitamin B kompleks, vitamin C, dan zat besi.

    Es krim juga bisa diberikan karena efek dingin dapat meredakan rasa perih, tapi tetap mengandung nutrisi. Pastikan juga asupan air minumnya cukup untuk mencegah dehidrasi pada anak.

    6. Menjaga kebersihan mulut

    Selain mengikuti saran pengobatan di atas, Anda juga perlu mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak, misal dengan menyikat gigi rutin, flossing, dan menggunakan obat kumur.

    Dilansir dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, membersihkan mulut dengan sikat gigi dan benang gigi perlu dilakukan minimal dua kali sehari.

    Saat menyikat gigi, usahakan jangan terburu-buru serta ganti sikat gigi jika sudah tidak baik.

    Kesimpulan

    Sariawan pada anak umumnya akan sembuh sendiri dalam satu sampai dua minggu. Apabila gejala sariawan makin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan