backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

8

Tanya Dokter
Simpan

Muncul Ruam Merah di Sekitar Mulut Anak, Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Muncul Ruam Merah di Sekitar Mulut Anak, Bagaimana Mengatasinya?

Setiap orangtua tentu harus memahami kondisi kesehatan anak. Pasalnya, tubuh si Kecil masih rentan terkena infeksi akibat tangan yang kotor, jajan sembarangan, atau sering memasukkan jari tangan maupun benda ke dalam mulut. Salah satu akibat infeksi tersebut adalah munculnya ruam atau bintik merah di sekitar mulut anak.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan ruam merah di sekitar mulut maupun di bibir anak? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini!

Apa penyebab umum ruam merah di sekitar mulut anak?

Penyebab timbulnya ruam atau bercak merah pada sekitar mulut anak dapat berbeda-beda. Namun, hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang memiliki kebiasaan menjilat bibir.

Pasalnya, mulut dan air liur mengandung banyak bakteri sehingga dapat menginfeksi area sekitar bibirnya.

Selain karena kebiasaan anak menjilat bibir, ruam merah di sekitar mulut juga dapat terjadi karena penggunaan steroid, semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid, atau pasta gigi yang mengandung fluorin tinggi.

Perlu Anda Ketahui

Pada dasarnya, bintik merah pada sekitar mulut anak dapat hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Namun, masalah ini mungkin muncul kembali setelah berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah ruam merah tersebut hilang karena penyebab yang sama.

Kondisi penyebab ruam merah di sekitar mulut atau bibir anak

Dalam dunia medis, diketahui bahwa ada beberapa kondisi pada anak yang bisa menimbulkan gejala berupa ruam atau bercak merah di sekitar mulut maupun bibir.

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing jenisnya.

1. Perioral dermatitis

Perioral dermatitis adalah salah satu jenis peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut. Terkadang, perioral dermatitis disalahartikan sebagai eksim.

Dilihat dari gejalanya, eksim terlihat seperti ruam merah, kulit kering, dan memicu gatal.

Perioral dermatitis umumnya memiliki ciri-ciri yang sama, tapi rasa gatal yang ditimbulkan cenderung memicu sensasi terbakar di sekitar mulut.

Perbedaan eksim dan perioral dermatitis juga dapat dilihat dari lokasi munculnya ruam. Eksim dapat muncul di mana saja, baik di tangan, kaki, leher, dada, hingga kulit kepala.

Sementara perioral dermatitis lebih banyak muncul di sekitar mulut dan lipatan kulit di sekitar hidung anak.

2. Penyakit tangan, kaki, dan mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau flu Singapura disebabkan oleh infeksi enterovirus yang daat dengan mudah menular melalui bersin atau batuk.

Virus tersebut juga bisa menyebar melalui kotoran manusia yang telah terinfeksi.

Selain pada tangan dan kaki, penyakit ini juga bisa menimbulkan luka dan ruam merah di sekitar mulut atau bibir anak. Terkadang, bercak merah juga bisa timbul di bokong.

Meski ruam yang timbul dapat terasa menyakitkan, kondisi ini umumnya hanya akan berlangsung hingga 1 minggu.

3. Sariawan

Sama seperti pada orang dewasa, sariawan pada anak juga disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Pada kondisi ini, jamur berkembang terlalu cepat sehingga menyebabkan infeksi.

Ruam merah pada bibir anak bisa terlihat bengkak dan disertai adanya bercak keputihan di pipi, lidah, atau bibir.

Anak mungki juga akan lebih sering “ngeces” atau mengeluarkan air liur dari mulut.

4. Herpes

Selain sariawan, herpes juga merupakan kondisi infeksi yang bisa menyebablan ruam merah di bibir anak.

Herpes dapat terjadi ketika anak terinfeksi virus herpes untuk pertama kali.

Ruam biasanya muncul setelah anak mengalami beberapa gejala lainnya, seperti demam dan pembengkakan getal bening di leher.

Setelah timbul ruam, anak juga bisa mengalami luka melepuh di mulut.

5. Eksim

Eksim merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit yang terasa gatal dan bengkak.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab eksim. Namun, kondisi ini diduga bisa terjadi karena dipicu oleh faktor alergi dan keturunan.

Selain pada lipatan tubuh, seperti sikut dan dengkul, eksim juga bisa timbul di kulit sekitar mulut dan kelopak mata.

6. Impetigo krustosa

Impetigo ditandai dengan benjolan kecil disertai ruam berwarna kuning kemerahan yang disertai lepuhan atau kulit mengelupas pada kulit anak.

Ruam dapat timbul pada kulit di bagian tubuh manapun. Akan tetapi, kondisi ini paling sering terjadi di bagian wajah, lengan, dan tungkai.

Ruam-ruam berwarna kuning kemerahan ini sering disebabkan karena infeksi bakteri. Oleh karena itu, pengobatannya bisa dengan pemberian salep antibiotik.

Bolehkah mengobati ruam merah di sekitar mulut dengan krim steroid?

ruam merah di sekitar mulut anak

Masalah ruam merah yang muncul di sekitar mulut anak tidak dapat disepelekan. Sebab, hal ini dapat memicu gatal yang membuat anak merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Jika Anda terbiasa menggunakan krim steorid untuk mengatasi jenis ruam kulit ini, sebaiknya segera hentikan penggunaan krim tersebut.

Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), krim steroid dapat membuat kondisi tertentu, seperti perioral dermatitis, semakin buruk dan tak kunjung sembuh.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak menggunakan obat ini tanpa anjuran dari dokter.

Ketika Anda memilih untuk tidak menggunakan steroid, ruam merah di sekitar mulut anak memang akan terlihat semakin parah.

Tanpa disadari, ruam kulit tersebut akan berkurang secara bertahap dan justru membuat si Kecil merasa lebih baik.

Namun, di sisi lain, kondisi ruam pada mulut bisa saja membutuhkan krim steroid bila penyebabnya adalah dermatitis.

Jadi, perlu dengan pemeriksaan dari dokter bila diperlu penggunaan krim steroid tersebut.

Lantas, bagaimana cara tepat mengatasi ruam merah di sekitar mulut anak?

ruam merah di sekitar mulut anak

Jika anak Anda mengalami ruam merah di sekitar mulut, segera lupakan semua jenis krim yang biasa Anda gunakan untuk si Kecil.

Pilihlah sabun wajah khusus anak yang lembut dan tidak mengandung pewangi sampai ruam merah berkurang secara perlahan. Hindari juga penggunaan pasta gigi yang mengandung fluorin untuk membantu mengurangi gejala.

Setelah itu, segera bawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan berbagai jenis obat sesuai dengan masing-masing penyebabnya, seperti berikut ini.

  • Antibiotik oral, contohnya azitromisin.
  • Antibiotik topikal, seperti metronidazole dan eritromisin.
  • Krim topikal, yaitu krim pimekrolimus atau tacrolimus.

Namun, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati dermatitis perioral dapat membuat kulit anak lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Anda bisa melindungi kulit anak dari paparan sinar matahari terlalu lama agar ruam merah di sekitar mulut tidak semakin parah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan