Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bronkopneumonia pada Anak, Adanya Peradangan di Saluran Napas

Bronkopneumonia pada Anak, Adanya Peradangan di Saluran Napas

Tak jarang, anak dapat mengalami infeksi atau gangguan pernapasan. Salah satu penyakit dari infeksi pernapasan tersebut adalah pneumonia dengan jenis bronkopneumonia. Penyakit ini cukup berbahaya, tetapi sekarang sebagian besar anak dapat sembuh. Apa saja penyebab, gejala, hingga cara mengatasi bronkopneumonia pada bayi dan anak? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa itu bronkopneumonia pada anak?

anak batuk pilek

Mengutip dari Kids Health, pneumonia adalah infeksi paru-paru. Hal ini terjadi karena kantung udara paru-paru (disebut alveoli) terisi dengan nanah atau pun cairan lainnya.

Oleh karena itu, kondisi ini mengakibatkan oksigen sulit mencapai aliran darah.

Salah satu jenis dari pneumonia adalah bronkopneumonia atau bronchopneumonia yang juga bisa terjadi pada anak.

Bronkopneumonia adalah peradangan pada saluran napas utama serta area alveoli.

Penyakit bronkopneumonia pada bayi dan anak dapat mengakibatkan ia mengalami kesulitan bernapas karena saluran udara yang menyempit.

Lalu, peradangan pada area paru-paru serta alveoli juga membuat anak tidak mendapatkan udara yang cukup.

Sebenarnya, bronkopneuomonia merupakan jenis penyakit pernapasan pada anak yang tergolong ringan tetapi juga bisa mengancam jiwa.

Apalagi, bronkopneumonia cukup umum dan serius untuk bayi, anak, hingga orang tua berusia lebih dari 65 tahun.

Namun, anak yang sistem kekebalan tubuhnya rendah rentan mengalami bronchopneumonia.

Apa saja tanda atau gejala bronkopneumonia pada anak?

Seperti sebagian besar penyakit infeksi pada anak, tanda awal bronkopneumonia pada anak atau bayi adalah demam, menggigil, berkeringat, serta ketidaknyamanan.

Gejala atau tanda lainnya dari bronchopneumonia pada anak di antaranya adalah:

  • jantung berdetak lebih cepat dari biasanya,
  • kadar oksigen menurun,
  • napas menjadi lebih cepat hingga sulit bernapas,
  • sakit dada saat batuk,
  • kehilangan nafsu makan dan minum, serta
  • sulit tidur dan semakin rewel.

Pada anak yang usianya di bawah 2 tahun, Anda sebaiknya segera membawanya ke dokter karena tergolong berisiko tinggi.

Apalagi, setiap anak atau bayi mempunyai kondisi kesehatan berbeda sehingga kemungkinan ada gejala atau tanda lainnya yang belum disebutkan.

Apa saja penyebab bronkopneumonia pada anak?

sakit dada pada anak precordial catch syndrome

Sebagian besar penyebab bronkopneumonia pada anak adalah infeksi saluran pernapasan karena virus, bakteri, atau jamur.

Apabila penyebabnya adalah bakteri, gejalanya lebih cepat muncul seperti demam tinggi dan pernapasan anak menjadi lebih cepat.

Sementara penyebab bronkopneumonia melalui virus kemungkinan gejalanya muncul secara bertahap dan tidak terlalu parah.

Akan tetapi, orangtua perlu lebih waspada karena mengutip dari University of Rochester Medical Center, penyebaran bronchopneumonia tergolong cepat atau mudah menular.

Apa yang meningkatkan risiko anak mengalami kondisi ini?

Bronchopneumonia dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada anak mau pun bayi berusia kurang dari 2 tahun.

Tidak hanya itu saja, anak yang mengalami kondisi di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko mengalami bronkopneumonia, yaitu:

  • menjalani unit perawatan intensif,
  • masalah pada saluran udara,
  • sistem kekebalan tubuh yang lemah, hingga
  • penyakit kronis lainnya seperti asma, penyakit jantung, serta penyakit paru obstruktif.

Mungkin ada beberapa faktor risiko serta penyebab bronkopneumonia pada anak yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana mendioagnosis bronkopneumonia pada anak?

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada anak atau bayi. Setelah mendengarkan paru-paru dengan stetoskop, berikut adalah tes lainnya, yaitu:

  • Tes darah. Untuk memeriksa apakah ada infeksi serta mikroorganisme lainnya.
  • Rontgen dada/ paru. Untuk menentukan luas infeksi.
  • Tes dahak. Untuk memeriksa apa penyebab terjadinya infeksi, apakah kemungkinan karena kuman TB atau bukan
  • Mengukur tingkat oksigen dalam darah.

Bagaimana pengobatan bronkopneumonia pada anak?

manfaat tidur siang untuk anak

Pengobatan atau perawatan bronchopneumonia pada bayi atau anak yang akan dokter lakukan tergantung dari apa yang menyebabkan penyakit ini.

Apabila penyebab brokopneumonia pada bayi adalah virus, biasanya penyakit akan membaik dengan sendirinya.

Berikut adalah perawatan yang dapat orangtua lakukan untuk bronkopneumonia akibat virus, seperti:

  • memastikan anak beristirahat dengan cukup,
  • mendapatkan cairan yang cukup,
  • memberikan obat seperti parasetamol untuk meredakan demam, serta
  • meredakan batuk dengan obat dari dokter.

Selain itu, anak akan mendapatkan obat antibiotik apabila penyebabnya berasal dari bakteri.

Anak yang mengalami bronkopneumonia dengan masalah pernapasan yang cukup parah mungkin perlu perawatan di rumah sakit, termasuk mendapatkan:

  • antibiotik melalui IV atau mulut,
  • cairan IV lainnya jika anak kurang asupan cairan,
  • terapi oksigen, dan
  • perawatan mengeluarkan lendir serta pernapasan.

Apa saja pencegahan untuk bronkopneumonia?

Tindakan yang paling mudah sebagai bentuk pencegahan agar bayi atau anak terhindar dari bronkopneumonia adalah menjaga kebersihan.

Jauhkan anak dari anggota keluarga yang sakit, menggunakan masker apabila ada yang batuk atau flu, serta rutin mencuci tangan.

Hal terakhir untuk mencegah kondisi ini adalah memastikan ia mendapatkan vaksin yang sesuai dengan usia anak.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi dari bronkopneumonia?

Walaupun sudah mendapatkan perawatan yang tepat, ada kemungkinan anak mengalami risiko komplikasi, yaitu:

  • bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menyebarkan infeksi ke organ lainnya,
  • kesulitas bernapas sehingga perlu alat ventilator,
  • penumpukan cairan di sekitar paru-paru, dan
  • abses pada paru-paru yang mengakibatkan nanah.

Jika ada tanda dan gejala yang tidak biasa dengan si kecil, sebaiknya segera periksakan ia ke dokter.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pneumonia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

Pneumonia in Children | Cedars-Sinai. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/p/pneumonia-in-children.html

Pneumonia (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/pneumonia.html

Pneumonia in Children – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p02958

Pneumonia. (2021). Retrieved 24 March 2021, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Pneumonia.aspx

Villarreal, M. (2021). Bronchopneumonia. Osmosis. Retrieved 24 March 2021, from https://www.osmosis.org/answers/bronchopneumonia

Ebeledike, C., & Ahmad, T. (2020). Pediatric Pneumonia. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536940/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita