Bronkopneumonia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit bronkopneumonia?

Bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang memengaruhi bronkus dan alveolus. Bronkus adalah saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Sementara itu, alveolus adalah kantong udara kecil yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Meski sama-sama menyerang paru-paru, khususnya saluran udara atau bronkus, bronkopneumonia berbeda dengan bronkitis (peradangan pada bronkus).

Bronkopneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada bronkus dan alveolus, sedangkan pada bronkitis, infeksi terjadi hanya pada bronkus.

Seseorang yang mengalami jenis pneumonia ini dapat merasa sulit bernapas lega atau sesak napas karena paru-paru mereka tidak mendapatkan suplai udara yang cukup.

Seberapa umum penyakit ini?

Dikutip dari Journal of the Academy Medical Sciences, bronkopneumonia adalah jenis pneumonia yang paling umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bahkan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak akibat infeksi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Anda bisa mencegah bronkopneumonia dengan mengurangi faktor risiko penyebabnya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala bronkopneumonia?

Gejala bronkopneumonia dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Seperti gejala pneumonia, bronkopneumonia juga menimbulkan tanda-tanda berupa demam, batuk berdahak, hingga nyeri dada. Selain itu,  gejala bronkopneumonia adalah:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sesak napas
  • Nyeri atau sakit di daerah dada ketika batuk atau bernapas dalam-dalam
  • Berkeringat berlebihan
  • Napas cepat atau memburu

Biasanya gejala bronkopneumonia cenderung lebih serius pada orang-orang yang sistem imunnya lemah, seperti bayi, lansia, penderita HIV/AIDS, atau kanker.

Gejala bronkopneumonia pada anak-anak dan bayi berbeda dengan orang dewasa. Selain batuk dan demam, gejala bronkopneumonia pada anak adalah:

  • Denyut jantung cepat
  • Sering rewel tanpa sebab
  • Nafsu makan dan minum menurun drastis
  • Sulit tidur

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala bronkopneumonia yang tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa memiliki salah satu gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter.

Ingat, tidak ada cara lain untuk menentukan jenis pneumonia apa yang Anda miliki kecuali memeriksakan diri ke dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Penyakit ini seringnya akan membahayakan kesehatan penderitanya bila sudah parah. Segera hubungi dokter apabila:

  • Anda mengalami salah satu atau lebih gejala bronkopneumonia yang sudah disebutkan di atas, tapi tidak memiliki riwayat penyakit pneumonia.
  • Anda memiliki riwayat penyakit pneumonia, tapi gejalanya tidak juga membaik meski sudah diberikan obat.

Jika Anda memiliki tanda atau gejala bronkopneumonia yang tercantum di atas atau hanya ingin bertanya tentang penyakit ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab bronkopneumonia?

Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun dalam banyak kasus, bronkopneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab pneumonia dapat masuk ke dalam paru-paru melalui udara atau darah.

Bakteri-bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit bonkopneumonia adalah:

  • Staphylococcus aureus
  • Haemophilus influenza
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Escherichia coli
  • Klebsiella pneumoniae
  • Spesies Proteus

Faktor Risiko

Apa saja faktor risiko penyakit ini?

Semua orang dapat terkena penyakit ini. Namun, ada dua kelompok usia yang lebih berisiko:

  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan
  • Orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun, karena sistem imunnya lebih lemah

Faktor lain yang meningkatkan Anda berisiko terserang bronkopneumonia adalah:

  • Merokok
  • Kebiasaan minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan
  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma, penyakit obstruktif paru-paru kronis (PPOK), dan penyakit jantung.
  • Memiliki sistem imun lemah karena HIV/AIDS, transplantasi organ, kemoterapi kanker, atau penggunaan steroid dalam jangka waktu yang lama

Mungkin ada beberapa faktor risiko penyebab bronkopneumonia yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko penyebab lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi bronkopneumonia yang mungkin terjadi?

Bronkopneumonia adalah penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan. Oleh sebab itu, jika tidak diobati atau telanjur parah, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.

Pneumonia jenis apa pun dapat menyebabkan komplikasi, termasuk bronkopneumonia. Berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit ini adalah:

  • Infeksi aliran darah atau sepsis
  • Abses paru
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru, yang dikenal sebagai efusi pleura
  • Gagal napas
  • Gagal ginjal
  • Gagal jantung, serangan jantung, dan ritme jantung yang tidak normal

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Sama seperti penyakit pada umumnya, dokter pertamanya akan melakukan pemeriksaan fisik dasar dan mengulas riwayat kesehatan Anda. Apabila Anda dicurigai mengalami gejala bronkopneumonia, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan diagnosis.

Berikut beberapa tes yang umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Rontgen dada. Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.
  • Tes darah. pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi.
  • Tes dahak. Virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak jika Anda mengalami masalah ini.
  • Pemeriksaan kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah Anda. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.

Selain pemeriksaan di atas, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan berikut:

  • CT scan. Bila penyakit infeksi paru yang Anda derita tak kunjung sembuh, dokter akan meminta Anda untuk melakukan CT scan untuk melihat kondisi paru saat itu.
  • Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi.

Bagaimana cara mengobati penyakit bronkopneumonia?

Pengobatan pneumonia disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu biasanya dapat sembuh dalam rentang waktu 1-3 minggu.

Dalam kasus yang ringan, penyakit ini dapat membaik hanya dengan teratur minum obat dan istirahat di rumah. Namun dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Jika radang paru Anda disebabkan karena infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri berbahaya di paru-paru. Antibiotik tidak bisa digunakan untuk infeksi virus.

Oleh sebab itu, jika radang paru Anda disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus. Sementara untuk radang paru yang disebabkan jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur.

Pastikan Anda minum obat antibiotik, antivirus, dan antijamur sesuai dengan yang diresepkan dokter. Jangan mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Selain minum obat, beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Hindari melakukan aktivitas berat untuk sementara waktu
  • Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi rasa tidak nyaman saat batuk
  • Pakai masker apabila ingin bepergian atau berinteraksi dengan orang lain agar tidak menularkan infeksi
  • Hindari rokok dan minum alkohol
  • Perhatikan asupan makanan Anda

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit bronkopneumonia?

Dalam banyak kasus, infeksi ini sebenarnya dapat dicegah. Beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar tak terkena penyakit ini adalah dengan pemberian vaksin serta menghindari berbagai faktor risiko dari penyakit ini.

Beberapa cara paling umum untuk mencegah penyakit bronkopneumonia adalah:

  • Vaksinasi. Bronkopneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dengan anak yang berusia 2-5 tahun berbeda.
  • Menerapkan pola hidup yang bersih. Bronkopneumonia adalah penyakit infeksi. Untuk mengurangi risiko, Anda harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Sering-seringlah cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit.
  • Jauhi rokok. Kebiasaan ini hanya akan membuat saluran pernapasan Anda terinfeksi, termasuk organ paru.
  • Menjalani pola hidup yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh. Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Apa Anda tahun bau mulut bisa muncul akibat penyakit dalam? Yuk, cari tahu apa saja gangguan kesehatannya dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
akibat bau mulut
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Penyebab Dada Terasa Sesak Meskipun Tidak Sedang Berolahraga

Ketika dada terasa sesak padahal tidak sedang beraktivitas, Anda mungkin curiga ini serangan jantung. Tapi tak semua nyeri dada disebabkan serangan jantung.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Pernapasan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Obat sesak napas untuk setiap orang tidak sama, tergantung dari apa penyebabnya. Lantas, apa saja obat yang tersedia di apotek untuk mengatasi sesak napas?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pernapasan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kelainan jantung langka

Kelainan Jantung Ada di Sebelah Kanan (Dekstrokardia), Apa Bahayanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tes laju endap darah adalah

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit