Mengenal Leukopenia, Kondisi Ketika Kadar Leukosit Rendah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika sel darah putih berada di bawah kadar normal, Anda berarti mengalami kondisi yang bernama leukopenia. Kondisi tersebut ditandai dengan pengurangan jumlah sel darah putih menjadi kurang dari 4.000/mcL. Leukopenia dapat menyebabkan kekebalan tubuh secara umum menurun. Simak ulasan lengkap tentang leukopenia di bawah ini. 

Apa pengertian leukopenia?

Leukopenia atau jumlah sel darah putih rendah adalah kondisi ketika sel-sel yang melawan penyakit (leukosit) dalam darah Anda menurun. Umumnya, leukopenia berkaitan dengan penurunan salah satu jenis sel darah putih, yaitu neutrofil. 

Pada kadar normal, sel darah putih pada orang dewasa umumnya berjumlah 4.500-11.000/mcL. Kadar sel darah putih bisa saja bervariasi dari satu tempat pemeriksaan ke tempat pemeriksaan lainnya. 

Dikutip dari Mayo Clinic, Anda dinyatakan mengalami leukopenia ketika jumlah sel darah putih Anda kurang dari 4.000/mcL. Sel darah putih membantu tubuh Anda melawan infeksi.

Ketika jumlah leukosit  rendah, tubuh Anda lebih berisiko terkena infeksi. Jika infeksi berkembang dalam kondisi ini, tubuh Anda mungkin tidak dapat melawannya.  

Gejala leukosit rendah mungkin tidak Anda sadari. Namun, Anda perlu menghubungi dokter jika merasakan gejala berupa:

  • Demam di atas 38ºC
  • Kedinginan
  • Berkeringat

Jika Anda ragu, silakan memeriksakan gejala yang Anda rasakan di sini. Beberapa orang tetap dinyatakan sehat dan normal ketika leukosit mereka rendah atau berada di bawah kadar normal yang telah disebutkan. 

Apa saja penyebab leukosit rendah? 

Leukopenia terdeteksi ketika Anda melaksanakan pemeriksaan darah lengkap. Hasil dari pemeriksaan darah biasanya menunjukkan bahwa jumlah sel darah putih Anda termasuk rendah, terutama jenis neutrofil. 

Ada beberapa penyebab yang bisa membuat leukosit menjadi rendah, yaitu:

1. Gangguan pada sel darah dan sumsum tulang

Salah satu penyebab leukosit rendah adalah gangguan pada sel darah dan sumsum tulang. Hal ini karena sel darah putih dibuat di sumsum tulang. 

Suatu obat, penyakit, atau infeksi virus yang mengganggu sel darah dan sumsum tulang akan menurunkan jumlah sel darah putih bahkan hingga di bawah batas normal.  Beberapa gangguan pada sel darah dan sumsum tulang yang dapat mengganggu jumlah leukosit Anda hingga mengalami leukopenia adalah: 

  • Anemia aplastik
  • Myelofibrosis
  • Hipersplenisme
  • Pra-leukimia atau myelodysplastic syndrome

2. Kanker atau sedang menjalani pengobatan kanker

pengobatan kanker darah

Selain adanya gangguan pada sel darah dan sumsum tulang, penyebab leukosit rendah lainnya adalah kanker atau sedang menjalani pengobatannya. Penyebab leukopenia yang berhubungan dengan kanker antara lain:

Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang dapat menyebabkan leukosit rendah. Hal ini karena obat kemoterapi tertentu bisa merusak sumsum tulang yang memproduksi sel darah putih. 

Akibatnya, kemoterapi membunuh sel di sumsum tulang dan mengganggu jumlah normal leukosit pada arah Anda. Namun, seiring dengan berjalannya waktu sel tersebut akan pulih kembali. 

Dokter akan memberikan informasi tentang risiko penurunan sel darah putih ketika Anda menjalani pengobatan kemoterapi. 

Terapi radiasi

Selain kemoterapi, pengobatan kanker yang dilakukan menggunakan terapi radiasi pun bisa menyebabkan kondisi yang serupa. Jika Anda menerima terapi radiasi di daerah sumsum tulang yang paling banyak, seperti panggul, kaki, dan dada, kemungkinan besar jumlah sel darah putih Anda akan menurun. 

Kanker darah dan sumsum tulang

Kanker darah dan sumsum tulang, seperti leukemia, tumbuh di sumsum tulang dan tidak memungkinkan sel darah normal untuk berkembang dengan baik. 

Kanker yang telah menyebar (metastasis)

Ketika Anda menderita kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuh, masalah yang sama mungkin bisa terjadi. Sel kanker yang pecah dari tumor bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda, termasuk sumsum tulang. 

Jika hal tersebut terjadi, sel kanker memindahkan sel lain di sumsum tulang, sehingga mengganggu produksi sel darah, termasuk leukosit, yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.

3. Terinfeksi penyakit tertentu

penularan HIV, virus HIV

Penyebab jumlah leukosit rendah umumnya terjadi karena terinfeksi oleh penyakit tertentu. Selama infeksi virus penyakit tersebut berlangsung, produksi sel darah putih akan berkurang, terutama neutrofil. Jika Anda sudah terbebas dari infeksi, kemungkinan besar jumlah sel darah putih Anda akan kembali normal. 

Beberapa virus yang dapat mengganggu jumlah sel darah putih adalah:

  • Demam berdarah
  • TBC
  • Infeksi virus HIV 

4. Kurang gizi

mengatasi gizi kurang pada remaja

Sebenarnya, tidak hanya penyakit dan kandungan obat tertentu yang dapat menjadi penyebab leukosit rendah, tetapi juga kekurangan gizi. 

Biasanya, leukopenia terjadi karena kebutuhan akan nutrisi dan vitamin tertentu tidak terpenuhi. Misalnya, kekurangan vitamin B12 dan folat ternyata dapat memengaruhi jumlah sel darah putih pada tubuh Anda.

Hal tersebut karena vitamin B12 dan folat memiliki peranan yang cukup penting dalam pembentukan leukosit. Namun, kekurangan vitamin ini biasanya muncul lebih cepat pada anak-anak dan bayi karena tubuh mereka belum membutuhkan vitamin sebanyak orang dewasa.

Selain vitamin B12 dan folate, kekurangan tembaga dan seng juga bisa menyebabkan jumlah sel darah putih menurun. 

Risiko leukopenia dapat menurun jika Anda menjaga asupan makan dan kesehatan. Namun, tidak ada salahnya pula untuk melakukan pemeriksaan darah dan berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu bagaimana cara mengatasinya. 

Bagaimana mengatasi leukosit rendah?

Penanganan leukopenia tergantung dari apa yang menyebabkan kondisi itu. Perawatan yang mungkin disarankan dokter untuk mengatasi leukopenia adalah:

  • Menghentikan perawatan penyakit yang menyebabkan penurunan sel darah putih. Perawatan tersebut dapat berupa obat-obatan, kemoterapi, atau terapi radiasi. 
  • Terapi faktor pertumbuhan, yaitu pengobatan dari sumsum tulang yang dapat merangsang pembentukan sel darah putih. 
  • Diet rendah bakteri, yaitu pola makan dengan menghindari kemungkinan adanya bakteri dalam makanan, seperti produk mentah, tidak dicuci, atau daging yang kurang matang. 
  • Obat-obatan, yaitu terapi yang membantu tubuh membentuk lebih banyak sel darah atau melawan infeksi yang menyebabkan jumlah sel darah putih menurun hingga di bawah kadar normal. 
  • Menghindari cedera dapat menurunkan risiko Anda terkena leukopenia. Pasalnya, jumlah sel darah putih yang rendah dapat membuat luka kecil menjadi infeksi serius. 

Jumlah sel darah putih yang rendah dapat menyebabkan komplikasi serius. Dokter memantau jumlah sel darah Anda untuk mencegah atau mengurangi risiko komplikasi. 

Komplikasi paling serius yang dapat muncul akibat leukopenia yang tidak ditangani dengan baik adalah infeksi. 

Sel darah putih, khususnya neutrofil, yang rendah dapat meningkatkan risiko Anda terkena infeksi. Hal itu karena neutrofil bertugas melawan infeksi. 

Jika Anda mengalami infeksi ketika jumlah sel darah putih Anda rendah, tubuh Anda tidak dapat melindungi dirinya sendiri. Komplikasi ini dapat mengakibatkan kematian pada kasus yang parah. 

Infeksi ringan sekali pun dapat membuat Anda harus menunda perawatan yang sedang Anda jalani, misalnya kemoterapi. Dokter mungkin akan menunggu sampai infeksi hilang dan jumlah sel darah putih Anda kembali normal sebelum melanjutkan perawatan. 

Leukopenia adalah kondisi yang mungkin tidak menyebabkan gejala apapun. Anda mungkin tidak menyadari telah mengalami leukopenia. 

Itu sebabnya dokter sering kali meminta Anda melakukan tes darah lengkap untuk memantau jumlah sel darah dalam tubuh Anda, khususnya ketika Anda sedang menjalani pengobatan penyakit tertentu. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyakit Kelainan Darah yang Paling Umum, Selain Anemia

Darah Anda tersusun dari empat komponen utama. Jika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan penyakit kelainan darah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 Desember 2018 . Waktu baca 9 menit

Mengulik Lika-Liku Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia memiliki tiga komponen penting, yang setiap komponennya saling berkaitan satu sama lain. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 21 November 2018 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Kadar limfosit yang tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 6 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Hasil Tes Darah Eosinofil Rendah, Apa Artinya?

Eosinofil adalah sakah satau jenis sel darah putih. Sel darah ini punya fungsi penting untuk emnajga kesehatan tubuh. Apa fungsi pentingnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 6 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pemberian susu formula pada bayi

7 Kondisi yang Membuat Bayi Perlu Diberikan Susu Formula

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal PLI, Terapi Suntik Leukosit untuk Tubuh Ibu yang “Menolak” Sperma

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
flebotomi adalah

Memahami Prosedur Flebotomi, yang Dapat Membantu Mengatasi Kondisi Kelainan Darah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit
tes darah fungsi leukosit adalah

Mengenal Lebih Jauh Fungsi Leukosit, Sel Darah Putih Penghasil Kekebalan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2019 . Waktu baca 7 menit