backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Berbagai Jenis Makanan Penambah Sel Darah Putih

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 01/07/2022

Berbagai Jenis Makanan Penambah Sel Darah Putih

Sel darah putih (leukosit) adalah komponen darah yang berperan dalam sistem imun manusia. Ketika jumlahnya terlalu rendah, Anda lebih rentan terserang infeksi. Terdapat berbagai macam cara untuk meningkatkan leukosit, salah satunya dengan mengonsumsi makanan tertentu. Apa saja makanan yang bisa menjadi penambah sel darah putih? Berikut ulasannya. 

Apa saja makanan penambah sel darah putih?

Leukopenia adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada keadaan ketika jumlah sel darah putih (leukosit) terlalu rendah dalam darah. 

Sel darah putih yang rendah biasanya paling rentan dialami oleh orang yang sedang melakukan pengobatan kanker (kemoterapi) dan memiliki sistem imun yang lemah akibat penyakit tertentu. 

Anda perlu mengubah gaya hidup Anda jika mengalami kekurangan sel darah putih. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan penambah leukosit atau sel darah putih. 

Berikut makanan penambah sel darah putih yang dapat Anda pertimbangkan.

1. Daging matang

makan daging dalam seminggu

Daging merupakan salah satu makanan penambah sel darah putih yang ampuh.

Untuk memastikan manfaatnya untuk menambah sel darah putih, pastikan semua daging atau ikan harus dimasak secara menyeluruh.

Bila perlu, gunakanlah termometer makanan untuk memastikan bahwa daging yang dimasak mencapai suhu yang tepat.

2. Tahu

Jika tahu dalam keadaan dingin, potonglah tahu seukuran dadu dan rebuslah lima menit dalam air sebelum tahu akan dimasak dengan bahan makanan lainnya.

Proses memasak seperti ini tidak diperlukan jika tahu menggunakan kemasan antiseptik seperti tahu jenis Mori-Nu silken.

3. Olahan kacang

Pilihlah kacang yang segelnya divakum, atau selai kacang. Kacang panggang kalengan, kacang yang dikupas dan dipanggang juga termasuk makanan penambah sel darah putih. 

4. Telur

Masaklah telur hingga matang sampai bagian putihnya padat dan tidak berair. Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi telur yang dipasteurisasi.

Mengonsumsi makanan tersebut bisa menjadi penambah leukosit, sehingga membantu mengatasi kelainan darah ini.

5. Olahan susu

Konsumsilah susu dan olahan susu, seperti yoghurt dan produk susu lainnya yang sudah dipasteurisasi.

Anda juga bisa mengonsumsi berbagai jenis keju, seperti cheddar, mozzarella, dan parmesan sebagai makanan penambah leukosit

6. Sumber karbohidrat

Roti, bagel, muffin, sereal, kerupuk, mi, pasta, kentang, dan nasi merupakan makanan yang aman untuk dikonsumsi penderita leukosit rendah.

In terutama jika dikemas dalam kemasan yang bersih dan dimasak sampai matang. 

7. Sayur dan buah

Sayuran mentah, buah-buahan, dan rempah segar juga termasuk makanan yang bisa Anda makan untuk meningkatkan jumlah leukosit dalam darah.

Pastikan Anda sudah mencucinya di bawah air mengalir hingga bersih.

Makanan yang harus dihindari saat sel darah putih rendah

Berikut ini beberapa makanan yang tidak dianjurkan bagi Anda yang ingin meningkatkan leukosit.

  • Produk susu, seperti yogurt, keju, dan es krim, yang belum dipasteurisasi.
  • Ikan, kerang, dan daging asap yang belum matang, termasuk sushi dan sashimi.
  • Makanan atau sayuran mentah.
  • Madu mentah atau sarang lebah.
  • Minum air keran yang tidak jelas kebersihannya.

Meski demikian, dikutip dari Academy of Nutrition and Dietetics, sebenarnya tidak ada makanan khusus yang benar-benar terbukti meningkatkan produksi sel darah putih.

Apabila kekurangan sel darah putih, hal terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah menjalani pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dan keamanan makanan yang baik.

Pasalnya, Anda mungkin akan lebih rentan mengalami infeksi jika memiliki sel darah putih rendah.

Itu sebabnya, memastikan prinsip dasar pola makan di atas dapat membantu Anda menurunkan risiko terpapar infeksi yang bisa memperburuk kondisi Anda keseluruhan.

Apa pilihan pengobatan untuk meningkatkan sel darah putih (leukosit)?

pengobatan autisme

Selain mengubah gaya hidup dengan mengonsumsi makanan penambah sel darah putih, Anda juga bisa mengatasi kekurangan leukosit dengan cara medis.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang mungkin disarankan dokter untuk mengatasi leukosit rendah. 

1. Obat-obatan

Terdapat beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan sel darah putih. Obat-obatan berikut ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi dalam tubuh Anda. 

  • Faktor stimulasi koloni granulosit (G-CSF), seperti filgrastim dan pegfilgrastim
  • Faktor stimulasi granulosit-makrofag, seperti sargramostim.
  • Antibiotik, termasuk antivirus, antibakteri, atau antijamur yang diberikan melalui mulut (oral) atau intravena (infus).

2. Perawatan di rumah sakit

Beberapa orang mungkin harus dirawat di rumah sakit jika jumlah leukosit terlalu rendah. Durasi rawat inap tergantung pada kondisi Anda. 

3. Menunda kemoterapi

Jika jumlah sel darah putih terlalu rendah, dokter mungkin akan menyarankan Anda menunda kemoterapi.

Dokter juga bisa mengurangi dosis obat kemoterapi untuk mengurangi efek samping yang berkaitan dengan penurunan sel darah putih.

Sementara itu, Anda bisa tetap mengonsumsi makanan penambah sel darah putih untuk mengurangi gejala yang tidak nyaman.  

4. Transplantasi sumsum tulang

Dalam beberapa kasus, transplantasi sumsum tulang adalah pengobatan yang direkomendasikan dokter untuk meningkatkan leukosit yang rendah.

Transplantasi sumsum tulang adalah prosedur yang dilakukan dengan cara mengganti sumsum tulang (sel punca atau induk) yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat. 

Transplantasi mungkin menggunakan sumsum pasien sendiri yang telah diangkat dan dirawat atau dari donor. Biasanya, pendonor sumsum tulang yang sehat berasal dari saudara kandung pasien. 

Kesimpulan

Ketika sel darah putih rendah, sistem kekebalan Anda tidak bekerja sebagaimana mestinya dan berisiko lebih tinggi terkena infeksi. Hal ini dapat membuat Anda lebih rentan sakit. Oleh karena itu, perhatikan asupan makanan Anda dan terapkan pola hidup sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 01/07/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan