Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Alasan Anak Rentan Sakit Telinga

Ini Alasan Anak Rentan Sakit Telinga

Salah satu gejala sakit telinga yang sering anak keluhkan adalah keluarnya cairan dari telinga atau congek. Mengapa anak rentan sakit telinga? Ini penjelasan medisnya.

Penyebab anak rentan sakit telinga

Bayi dan anak-anak memiliki organ tubuh yang belum sepenuhnya matang. Maka dari itu, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi dan anak-anak lebih rawan terkena sakit telinga.

1. Ukuran tuba eustachius yang berbeda

Ukuran tuba eustachius pada anak dan bayi lebih pendek daripada orang dewasa. Panjang tuba orang dewasa 37,5 mm dan pada anak di bawah umur 9 bulan adalah 17,5 mm.

Hal ini meningkatkan peluang terjadinya hubungan dari hidung bagian belakang (nasofaring) yang akan mengganggu drainase melalui tuba eustachius.

Terganggunya drainase saluran ini membuat penumpukan cairan kotoran telinga sehingga rentan memicu infeksi telinga pada anak.

2. Bentuk tuba eustachius yang berbeda

Bentuk tuba eustachius pada bayi dan anak terbilang unik. Bentuknya lebih lebar dan posisinya lebih mendatar daripada tuba orang dewasa.

Kondisi ini membuat peradangan pada tuba eustachius menjadi sangat sering terjadi pada anak-anak.

Peradangan tersebut akan memicu gangguan pada tuba eustachius dalam melindungi telinga tengah. Ini membuat anak lebih rentan terkena sakit telinga.

3. Tuba eustachius yang belum sempurna

Pada anak, tuba eustachius belum berkembang sempurna. Diameter tuba pada anak lebih kecil, menyebabkan sumbatan pada tuba lebih mudah terjadi.

Seiring dengan perkembangan usia, tuba eustachius akan bertambah panjang dan sempit serta lebih mengarah ke tengah, jauh dari hidung bagian belakang.

Hasilnya, fungsi tuba eustachius akan lebih baik dalam melindungi telinga tengah.

Oleh karena itu, secara umum sakit telinga akan menurun seiring dengan bertambahnya usia anak sehingga tidak rentan mengalami infeksi ini.

4. Ukuran adenoid yang berbeda

Adenoid adalah salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh.

Pada anak-anak, adenoid relatif lebih besar daripada orang dewasa.

Posisi adenoid berdekatan dengan muara tuba eustachius sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya tuba eustachius.

5. Sistem pertahanan tubuh anak masih rendah

Imunitas yang belum berkembang pada tubuh bayi dan anak menyebabkan mereka lebih rentan mengalami sakit telinga.

Salah satu yang tersering adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi yang berulang pada anak menyebabkan infeksi menyebar ke telinga tengah.

Selain itu, adenoid dapat terinfeksi akibat ISPA kemudian menyebar ke telinga tengah melalui tuba eustachius.

Rendahnya antibodi pada anak bisa meningkatkan terjadinya infeksi telinga pada anak daripada usia yang lebih tua.

Hal yang berbeda terjadi pada orang dewasa yang sistem imunnya telah berkembang lebih kuat, sehingga serangan mikroorganisme dapat diantisipasi lebih baik.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Efiaty Arsyad Soepardi, e., Nurbaiti Iskandar, e., Jenny Bashiruddin, e., & Ratna Dwi Restuti, e. (2012). Buku ajar ilmu kesehatan : telinga hidung tenggorok kepala & leher. BP FKUI. Retrieved from http://lib.ui.ac.id/detail?id=20417489

Ear Infections in Children. (2015). Retrieved 23 June 2021, from https://www.nidcd.nih.gov/health/ear-infections-children

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Maizan Khairun Nissa Diperbarui 18/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x