Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Penyebab Sakit Telinga pada Anak dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab Sakit Telinga pada Anak dan Cara Mengatasinya

Bayi dan anak rentan mengalami sakit pada telinga yang membuatnya rewel seharian. Meski membuat anak tidak nyaman, ini adalah kondisi yang umum terjadi. Berikut jenis, gejala, penyebab, sampai cara mengatasi nyeri telinga pada si kecil.

Apa saja gejala sakit telinga pada anak?

Nyeri telinga tentu membuat anak tidak nyaman untuk beraktivitas.

Orangtua perlu hati-hati bila anak-anak menunjukkan gejala sakit telinga seperti berikut.

  • Menggosok atau menarik telinga.
  • Tidak bereaksi terhadap suara.
  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Tampak gelisah.
  • Sering muntah.
  • Sering hilang keseimbangan.
  • Keluar cairan dari telinga.

Gejala-gejala tersebut adalah tanda kalau anak sedang mengalami sakit telinga. Kondisi ini bisa menyerang salah satu atau kedua telinga.

Apa penyebab sakit telinga pada anak?

tindik telinga bayi

Mengutip dari Mot Children’s Hospital, sakit telinga (otalgia) adalah masalah umum yang terjadi pada si kecil.

Umumnya, penyebab nyeri pada telinga si kecil adalah tumbuh gigi, sakit tenggorokan, infeksi telinga, atau saluran Eustachius yang tersumbat.

Anak-anak yang usianya kurang dari 5 tahun berisiko tinggi mengalami infeksi telinga, terutama bila anak mengalami infeksi saluran atas, seperti pilek.

Agar lebih jelas, berikut uraian lengkap seputar penyebab sakit telinga pada anak.

1. Abses saluran telinga

Mengutip dari Seattle Children’s Hospital, infeksi pada folikel rambut saluran telinga bisa sangat menyakitkan.

Saat anak mengeluhkan nyeri karena abses, orangtua bisa melihat benjolan merah kecil pada bagian saluran telinga.

Terkadang benjolan itu berubah menjadi jerawat dan baru bisa Anda ambil bila sudah kering.

2. Kotoran telinga masuk ke dalam

Bila orangtua terbiasa menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, sebaiknya hindari.

Pasalnya, kotoran telinga yang keras bisa menyebabkan sakit telinga ringan pada anak.

Bila terdorong oleh cotton bud saat akan membersihkannya, rasa sakit telinga bisa lebih parah.

3. Perbedaan tekanan udara

Sakit telinga pada anak juga bisa terjadi karena perbedaan tekanan udara, misalnya saat naik pesawat atau mendaki gunung.

Jika tabung telinga tersumbat, peningkatan udara secara tiba-tiba bisa menyebabkan gendang telinga meregang.

Kondisi ini membuat nyeri pada telinga, umumnya saat pendaratan pesawat atau mendaki gunung.

4. Sumbatan cairan di belakang gendang telinga

Dalam istilah medis, masalah telinga yang satu ini disebut otitis media dengan efusi.

Masalah ini terjadi ketika saluran Eustachius yang menghubungkan telinga tengah dan belakang hidung tersumbat.

Sumbatan ini memungkinkan cairan terkumpul di belakang gendang telinga dan membuat telinga anak sakit.

Otitis media dengan efusi bisa sembuh sendiri dalam waktu tiga bulan.

5. Infeksi telinga

Sumbatan cairan di belakang gendang telinga yang berlangsung lama bisa membuat bakteri dan virus tumbuh.

Kondisi ini bisa memicu infeksi telinga atau otitis media akut. Umumnya, infeksi telinga bisa terjadi setelah atau selama infeksi virus saluran pernapasan atas.

Otitis media akut juga bisa terjadi pada anak yang sering berada di penitipan (daycare) karena peningkatan jumlah virus saat berkumpul.

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti nyeri telinga, keluar cairan dari telinga yang dapat disertai dengan demam.

Segeralah ke dokter bila mengalami hal demikian karena semakin cepat antibiotik diberikan, maka kondisi tidak bertambah parah.

6. Swimmer’s ear

Telinga perenang atau otitis eksterna terjadi ketika ada infeksi di saluran telinga bagian luar.

Otitis eksterna terjadi ketika terjadi iritasi kulit tipis pembungkus saluran telinga luar dan berkembang menjadi infeksi.

Pada sebagian kasus, kondisi ini terjadi karena pertumbuhan bakteri atau jamur.

Umumnya, otitis eksterna terjadi beberapa hari setelah berenang dan memburuk menjadi akut atau kronis.

7. Disfungsi tuba eustachius

Tuba eustachius adalah tabung yang mengalir dari telinga tengah ke nasofaring, bagian belakang hidung dan atas tenggorokan.

Tabung ini membantu menyamakan tekanan yang melintasi gendang telinga. Selain itu, tabung eustachius juga melindung telinga tengah dari infeksi.

Tabung yang satu ini juga bertugas untuk membersihkan telinga bagian tengah.

Sakit telinga pada anak adalah salah satu tanda dari kondisi tuba eustachius yang tidak sehat.

8. Penyakit lain

Terkadang sakit telinga pada anak bukan terjadi karena penyakit pada bagian pendengaran. Beberapa penyakit yang bisa membuat telinga sakit adalah:

  • infeksi amandel,
  • kerusakan gigi geraham belakang,
  • gondongan.

Penyakit di atas bisa menyebabkan sakit telinga karena kelenjar parotis gondongan berada di depan telinga.

Bagaimana cara mengatasi sakit telinga pada anak?

anak rentan sakit telinga

Mengobati dan mengatasi rasa tidak nyaman pada telinga tergantung pada penyebabnya.

Minum obat pereda nyeri

Bila sakit telinga pada anak terjadi karena otitis media dengan efusi tidak ada infeksi, dokter biasanya tidak memberi antibiotik.

Umumnya, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengendalikan gejala yang mengganggu.

Obat yang akan dokter berikan adalah pereda rasa nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen. Orangtua juga bisa mengompres air hangat pada bagian telinga.

Antibiotik

Pada pasien dengan kondisi infeksi telinga, dokter akan memberikan antibiotik. Obat ini dapat membantu mengurangi perkembangan bakteri dalam cairan telinga.

Akan tetapi, infeksi yang menjadi penyebab sakit telinga pada anak tidak selalu terjadi karena bakteri. Maka dari itu, dokter akan menyesuaikan pemberian antibiotik.

Untuk kasus otitis eksterna, dokter akan meresepkan antibiotik topikal (oles) dan ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit.

Sementara pada otitis media akut, dokter akan meresepkan antibiotik yang diminum untuk pengobatannya.

Mengurangi kebisingan

Suara yang bising dan berisik bisa membuat kondisi telinga anak yang sakit semakin parah. Untuk mengurangi gejala, orangtua bisa mengurangi kebisingan saat bicara.

Ayah dan ibu juga bisa mengurangi volume TV atau gadget ketika bicara dengan anak yang sedang nyeri telinga.

Jika cairan masih mengendap di belakang telinga, dokter THT akan melakukan timpanostomi yang membantu mengalirkan cairan agar tidak tersumbat.

Kapan harus ke dokter?

Beberapa kondisi sakit telinga pada anak bisa membaik dengan sendirinya atau perawatan rumahan.

Akan tetapi, orangtua perlu waspada bila anak-anak mengalami kondisi lebih buruk, seperti:

  • sakit telinga tidak membaik setelah 2 jam minum pereda nyeri,
  • pembengkakan belakang telinga,
  • telinga luar berwarna merah, bengkak, dan nyeri,
  • leher kaku sampai dagu tidak bisa menyentuh dada,
  • berjalan sempoyongan (hilang keseimbangan),
  • anak demam tinggi (40 derajat celcius),
  • anak terlihat tidak nyaman dan gelisah.
  • keluar cairan dari telinga

Segera hubungi dokter atau menuju unit gawat darurat bila mengalami kondisi di atas agar mendapat penanganan lebih lanjut sesuai kondisi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Earache. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/earache/

Earache. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/earache

Ear Pain in Children | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.mottchildren.org/posts/your-child/ear-pain-children

First Aid: Earaches (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/earaches-sheet.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 7 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita