backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Kenali Ciri Hidrosefalus pada Bayi yang Harus Diwaspadai Ortu

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 19/04/2024

Kenali Ciri Hidrosefalus pada Bayi yang Harus Diwaspadai Ortu

Meski dapat terjadi pada siapa saja, hidrosefalus lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Bahkan pada beberapa kasus, hidrosefalus dapat mulai terlihat sejak bayi lahir karena berbagai penyebab. Itu sebabnya, Anda sebagai orangtua perlu waspada dan mengetahui lebih dulu apa itu hidrosefalus beserta ciri dan tandanya pada bayi agar dapat ditangani secepat mungkin.

Ciri dan tanda hidrosefalus pada bayi

lingkar kepala bayi

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak (ventrikel) sehingga menyebabkan otak mengalami pembengkakan.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat ada sekitar 18.000 anak penderita hidrosefalus bawaan (kongenital) pada tahun 2013, melansir dari Universitas Gadjah Mada.

Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya terjadi karena orangtua terlambat memeriksakan anaknya ke dokter.

Sayangnya, hampir semua bagian tubuh anak akan terkena dampak dari cacat lahir yang satu ini, mulai dari gangguan tumbuh kembang hingga penurunan kecerdasan anak.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan gangguan kesehatan lainnya pada penderita, khususnya bayi dan anak.

Agar Anda lebih waspada, berikut berbagai ciri dan tanda hidrosefalus pada bayi yang perlu diketahui.

1. Perubahan di kepala

Beberapa perubahan di kepala yang terjadi sebagai gejala hidrosefalus pada bayi adalah sebagai berikut.

  • Perubahan ukuran lingkar kepala yang meningkat dengan cepat.
  • Ukuran lingkar kepala sangat besar lebih dari yang seharusnya.
  • Titik tonjolan lunak (fontanel) di atas kepala yang menonjol dan sangat terlihat.
  • Kulit kepala yang tipis dan mengilap dengan aliran darah vena yang mudah terlihat.

Anda mungkin sudah tahu bahwa gejala hidrosefalus pada bayi dan anak-anak yang paling umum adalah pembesaran ukuran kepala dari ukuran normal.

Akan tetapi, ciri hidrosefalus pada bayi dan anak-anak cenderung berbeda-beda tergantung dari usianya.

2. Tanda dan gejala fisik pada tubuh bayi

Beberapa pertumbuhan fisik terjadi sebagai gejala hidrosefalus pada bayi adalah sebagai berikut.

  • Mata memandang atau terpakut ke bawah.
  • Tidak mau makan atau nafsu makan menurun.
  • Bayi muntah-muntah.
  • Mudah mengantuk.
  • Kejang tubuh.
  • Penurunan kekuatan otot atau tubuh bayi melemah.
  • Bayi menangis, rewel, atau mudah marah.
  • Pertumbuhan tubuh tidak berjalan dengan baik.

Hidrosefalus kongenital atau bawaan kadang-kadang ditemukan sebelum bayi dilahirkan atau selama ibu melakukan ultrasonografi (USG), termasuk USG untuk memeriksa kelainan janin.

Tanda dan gejala hidrosefalus bisa bervariasi sesuai dengan usia, perkembangan penyakit bayi, hingga kondisi masing-masing tubuh bayi dalam menghadapinya.

Ambil contohnya, kemampuan bayi dalam menghadapi peningkatan tekanan akibat aliran cairan serebrospinal di otak dan pembesaran kepala mungkin berbeda dengan orang dewasa.

Namun pada masa bayi ini, entah sejak saat bayi baru lahir maupun setelah kelahiran beberapa waktu, gejala hidrosefalus yang paling terlihat yakni ukuran lingkar kepala yang kian membesar.

Bahkan, semakin membesarnya ukuran lingkar kepala tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan cepat.

Selain berubahnya ukuran lingkar kepala bayi hingga di atas normal, gejala lain juga bisa berupa muntah, rewel, hingga mata yang mengarah ke bawah.

Kapan harus ke dokter?

Memahami ciri hidrosefalus pada bayi penting dilakukan sedini mungkin.

Semakin cepat Anda menemukan ciri dan tanda hidrosefalus pada bayi Anda, maka semakin cepat pula si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Menurut Mayo Clinic, Anda disarankan untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan bayi dan anak ke dokter saat muncul gejala sebagai berikut.

  • Bayi dan anak berteriak dengan nada tinggi yang tidak biasa.
  • Mengalami masalah dengan mengisap selama masa menyusui.
  • Mengalami muntah berkali-kali.
  • Enggan menggerakkan kepala dan tidak mau berbaring.
  • Kesulitan saat bernapas atau sesak.
  • Kejang tubuh.

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir dan anak-anak untuk memastikan lagi gejalanya.

Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan mata yang cekung, refleks tubuh, tonjolan lunak di kepala, dan ukuran lingkar kepala si Kecil yang cenderung lebih besar dari ukuran normal.

Penting bagi orangtua untuk secepat mungkin mencari pertolongan medis saat melihat adanya tanda dan gejala pada bayi.

Satu atau lebih tanda dan gejala yang dipaparkan di atas bisa saja berkaitan dengan hidrosefalus.

Itulah mengapa sebaiknya segera periksakan buah hati Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan hidrosefalus yang tepat untuk bayi.

Kesimpulan

Gejala hidrosefalus pada bayi bisa bervariasi tergantung pada seberapa cepat cairan menumpuk dan seberapa besar tekanan yang terjadi. Gejala dapat meliputi perubahan pada kepala dan tubuh bayi secara keseluruhan. Jika Anda mencurigai bahwa bayi Anda memiliki hidrosefalus berdasarkan gejala-gejala ini, sangat penting untuk segera berkonsultasi kepada dokter. Hidrosefalus adalah kondisi serius yang membutuhkan perawatan medis segera untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 19/04/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan