Orang Dewasa Juga Bisa Kena Hidrosefalus, Apa Tanda dan Gejalanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini, Anda mungkin lebih sering melihat bayi dan anak-anak yang mengalami hidrosefalus. Memang, penyakit yang ditandai dengan pembesaran ukuran kepala ini umumnya dimulai sejak anak lahir sehingga lebih mudah terdeteksi. Namun, tahukah Anda bahwa orang dewasa pun ternyata bisa mengalami hidrosefalus? Lantas, apa saja gejala hidrosefalus pada orang dewasa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa penyebab hidrosefalus pada orang dewasa?

gejala kerusakan otak akibat cedera kepala

Sederhananya, hidrosefalus diartikan sebagai pembesaran ukuran lingkar kepala di luar batas normal. Kondisi ini umunya terjadi karena adanya penumpukan cairan serebrospinal pada rongga otak (ventrikel) sehingga menyebabkan otak membengkak.

Meski lebih umum dialami oleh anak-anak, Anda tak bisa lantas merasa terbebas dengan penyakit serius yang satu ini, lho. Sebab faktanya, orang dewasa pun juga bisa mengalami hidrosefalus. Dikutip dari Healthline, hidrosefalus rentan dialami oleh orang dewasa muda dan lansia yang usianya lebih dari 60 tahun.

Akan tetapi, penyebabnya bukanlah karena faktor genetik atau infeksi saat hamil seperti yang dialami oleh bayi dan anak-anak. Hidrosefalus pada orang dewasa disebabkan oleh kondisi yang disebut dengan hidrosefalus tekanan normal (NPH).

Hidrosefalus tekanan normal adalah kondisi yang terjadi ketika cairan serebrospinal di rongga otak mengalami peningkatan, sedangkan tekanan kepalanya cenderung normal. Semakin banyak cairan yang menumpuk di kepala, maka tekanan pada otak akan terus meningkat secara drastis.

Beda dengan pada bayi maupun anak-anak, tengkorak kepala orang dewasa cenderung lebih kaku dan tidak dapat mengembang. Akibatnya, cairan serebrospinal ini bukannya menyebabkan pembesaran ukuran kepala, tapi justru menekan otak secara terus-menerus. Lama-lama, fungsi otak secara keseluruhan jadi terganggu sehingga memicu kerusakan.

Risiko ini dapat meningkat jika Anda pernah mengalami beberapa kondisi berikut:

Tanda dan gejala hidrosefalus pada orang dewasa

penyakit alzheimer

Hidrosefalus pada orang dewasa dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada otak. Maka itu, penting bagi Anda untuk mendeteksi gejala hidrosefalus sedini mungkin untuk mencegahnya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hidrosefalus pada orang dewasa tidak selalu langsung menunjukkan perubahan ukuran kepala yang membesar. Beberapa tanda dan gejala hidrosefalus pada orang dewasa meliputi:

  • Sering jatuh secara tiba-tiba
  • Sakit kepala hebat
  • Mual
  • Sulit berjalan
  • Penglihatan terganggu
  • Sulit mengingat kejadian
  • Sulit konsentrasi
  • Masalah pada kandung kemih
  • Kejang

Kapan harus periksa ke dokter?

Granuloma Inguinale adalah

Semakin bertambahnya usia, sebagian orang justru lebih sering mengabaikan gejala penyakit yang muncul dalam dirinya. Itulah kenapa beberapa orang tidak sadar bahwa dirinya mengalami hidrosefalus saat dewasa. Terlebih, gejalanya cenderung mirip dengan penyakit lainnya sehingga sering kali disepelekan.

Maka itu, penting bagi Anda untuk mendeteksi gejala hidrosefalus sejak dini. Apalagi jika Anda sudah merasakan salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan tadi, sebaiknya segera temui dokter untuk memastikan diagnosisnya.

Semakin cepat Anda memeriksakan diri ke dokter, maka semakin cepat gejala hidrosefalus bisa dideteksi dan dicegah sedini mungkin. Pasalnya, penyakit kronis yang satu ini bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani.

Hidrosefalus pada orang dewasa umumnya ditangani dengan operasi penyedotan cairan serebrospinal di kepala untuk menurunkan tekanan pada otak. Namun, hal ini disesuaikan lagi dengan tingkat keparahan hidrosefalus dan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Anda memang tidak bisa mencegah hidrosefalus saat dewasa. Namun, tenang dulu. Anda masih bisa, kok, mengurangi risikonya dengan cara melindungi bagian kepala dari berbagai benturan yang dapat terjadi.

Salah satu contohnya adalah selalu memakai helm saat berkendara. Meski terlihat sederhana, cara ini justru berdampak besar untuk mencegah cedera kepala sebagai salah satu faktor risiko hidrosefalus saat dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Tangan atau tubuh tiba-tiba gemetar setelah minum kopi? Hati-hati, mungkin Anda sudah mengalami overdosis kafein. Apa saja gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Obat viagra kini dikenal sebagai obat kuat pria. Padahal, ada beragam fakta obat viagra yang mungkin tidak Anda sangka. Yuk, ketahui info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Kesehatan Pria, Impotensi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cacing pita

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit