Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cermati Gejala dan Cara Mengatasi Masuk Angin pada Bayi

Cermati Gejala dan Cara Mengatasi Masuk Angin pada Bayi

Anda tentu sudah sering mendengar istilah masuk angin. Biasanya, kondisi ini digambarkan dengan perut yang terasa kembung seperti banyak angin dan buang angin terus menerus. Masuk angin merupakan masalah kesehatan yang umum pada orang dewasa. Meski demikian, masuk angin pada bayi juga mungkin saja terjadi.

Bila sudah begini, orangtua tentu khawatir karena bayi umumnya terus menerus menangis, hingga terkadang bingung untuk menenangkan dan mengatasinya.

Sebelum khawatir berlebihan, Anda perlu memahami bahwa masuk angin merupakan gangguan pencernaan pada bayi yang umum terjadi. Namun, seperti apa gejala, penyebab, serta cara mengatasinya?

Apa gejala masuk angin pada bayi?

Penyebab pertusis pada bayi

Gas adalah bagian normal dalam sistem pencernaan manusia. Zat ini ada di dalam tubuh setiap manusia serta terdiri dari udara dan jenis gas lainnya.

Gas pun biasanya keluar dari tubuh melalui mulut saat Anda sendawa atau melalui anus ketika kentut.

Meski normal, pada beberapa kondisi, gas di dalam saluran pencernaan bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang sering diartikan sebagai masuk angin.

Ini biasanya terjadi ketika udara yang masuk ke dalam tubuh terlalu berlebihan sehingga perut akan terus kembung. Anda pun sering bersendawa serta buang angin.

Nah, gejala serupa juga umumnya muncul pada bayi yang masuk angin. Biasanya, perut bayi menjadi kembung, bayi sering kentut, serta bersendawa.

Selain itu, bayi yang masuk angin sering disertai dengan tanda lainnya. Berikut adalah tanda-tandanya.

1. Bayi menangis

Masuk angin membuat perut si kecil tak nyaman. Bayi cenderung menangis selama berjam-jam bahkan hingga seharian.

Namun, jika hal ini terjadi setiap hari dan tak kunjung membaik, ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter anak.

2. Bayi rewel

Bila si kecil terlihat ceria ketika diajak bercanda atau bermain, tetapi kini ia cenderung kesal dan rewel, bisa jadi ini gejala masuk angin.

Gas yang terjebak di dalam sistem cerna membuatnya lebih rewel, karena ia merasa tak nyaman.

3. Wajahnya memerah

Masuk angin pada si kecil juga ditandai dengan merahnya wajah bayi saat ia menangis.

Selain itu, bayi dapat menangis menjerit seperti ia sedang mengalami rasa sakit.

4. Tidak cukup tidur dan tidak nafsu makan

Rasa tidak nyaman pada perut bayi bisa menyerang kapan saja sehingga ia menjadi gelisah dan terus menerus menangis.

Ini menyebabkan waktu tidur bayi terganggu. Tak hanya itu, nafsu makan bayi pun cenderung berkurang saat ia mengalami masuk angin.

5. Gelisah dan tidak nyaman

Anda bisa melihat perubahan sikap bayi saat kondisi ini terjadi.

Umumnya, bayi menunjukkan ketidaknyamanannya dengan menggeliat atau meringkuk karena menahan rasa sakit.

Selain itu, kakinya terangkat hingga ke dada, terutama saat ia sedang rewel.

Apa penyebab masuk angin pada si kecil?

bayi sesak napas

Masuk angin bisa terjadi ketika udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan terlalu banyak.

Adapun penyebabnya bisa beragam. Berikut adalah penyebab masuk angin pada bayi yang umum terjadi.

1. Terlalu banyak menelan udara saat menyusui

Banyaknya udara yang masuk ke dalam perut bayi sering terjadi bila cara menyusui bayi tidak tepat.

Posisi mulut bayi tidak menempel pada puting dan areola sehingga saat mengisap ASI, ada udara yang ikut masuk ke dalam tubuhnya.

2. Terlalu sering menangis

Terlalu sering menangis membuat angin masuk ke dalam perut bayi.

Mungkin sulit mengetahui apakah bayi menangis karena ada gas pada perutnya atau menangis menyebabkannya masuk angin.

Alangkah baiknya untuk menenangkan bayi sesegera mungkin saat ia mulai menangis.

3. Tidak cocok dengan susu atau MPASI

Kemungkinan lainnya, masuk angin pada bayi disebabkan oleh ketidakcocokan MPASI atau susu formula.

Akibat hal tersebut, sistem pencernaan si kecil mengalami gangguan, menghasilkan banyak gas, dan membuat perut kembung.

4. Sistem pencernaan belum matang

Penyebab paling utama adalah sistem pencernaan bayi yang belum matang sehingga masih belajar untuk mencerna makanan.

Karena penyebab ini, masuk angin sering terjadi pada bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan serta usia 6-12 bulan saat pertama kali mencoba ragam makanan.

Tenang saja, begini cara mengatasi masuk angin pada bayi

pemberian susu formula pada bayi

Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masuk angin pada bayi.

Coba ambil langkah di bawah ini sebagai solusi meredakan gejala ketika si kecil masuk angin.

1. Menggerakkan kakinya

Cobalah untuk merebahkan bayi pada permukaan datar dan naikkan kakinya.

Ayunkan kakinya dengan gerakan seperti mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas yang terjebak dan meredakan gejala masuk angin pada si kecil.

2. Buat bayi bersendawa

Buat bayi bersendawa dengan menggosok atau menepuk punggungnya secara lembut. Cara ini bisa mengatasi masuk angin dan membuat gas yang terjebak keluar dari perutnya.

3. Pijat perutnya

Anda bisa memijat bayi di bagian perut untuk mengatasi masuk angin. Pijat lembut perut bayi dengan gerakan searah jarum jam atau berlawanan.

Anda juga bisa menempatkan bayi di atas lutut Anda, tengkurapkan bayi, lalu gosok dengan perlahan bagian punggungnya.

4. Menyusui dengan posisi sedikit tegak

Saat menyusui, Anda dapat menggendong bayi lebih tegak agar susu dapat mengalir lebih lancar ke perutnya sehingga udara akan naik dan ia bersendawa.

Jika dalam posisi meringkuk atau membungkuk, kemungkinan besar udara akan terperangkap di perut bersama makanannya.

5. Berikan formula protein terhidrolisis sempurna

Ada beberapa susu yang mengklaim dapat mengurangi gas di dalam perut bayi, salah satunya susu formula protein terhidrolisis sempurna.

Pada susu ini, protein susu sapi terdapat dalam bentuk yang telah dipecah menjadi komponen yang lebih kecil sehingga bayi dapat mencerna lebih mudah.

Ketika susu dicerna dengan baik, maka tidak ada kelebihan gas yang muncul pada perut bayi.

Namun, ada baiknya ibu menanyakan pada dokter apakah perlu menyertakan susu ini untuk mengatasi masalah gas yang terjebak pada sistem pencernaan bayi.

Jika gejala masih menetap setelah melakukan cara-cara di atas, sebaiknya ibu segera berkonsultasi ke dokter anak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abdominal Gas and Colic | Michigan Medicine. Uofmhealth.org. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/hw28959

Definition & Facts for Gas in the Digestive Tract | NIDDK. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/definition-facts

Gassy tummy | BabyCenter. BabyCenter. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://www.babycenter.com/health/conditions/gassy-tummy_10393850

Got a Gassy Baby? | What To Do When Your Baby is Gassy. Regional Medical Center. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://rmccares.org/2020/09/08/why-is-my-baby-so-gassy/

IDAI | Susu Formula Alternatif untuk Alergi Susu Sapi. Idai.or.id. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/susu-formula-alternatif-untuk-alergi-susu-sapi

Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract | NIDDK. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes

What’s causing gas in my breastfed baby? | Pavilion for Women. Women.texaschildrens.org. (2021). Retrieved 5 November 2021, from https://women.texaschildrens.org/blog/whats-causing-gas-my-breastfed-baby

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Sp.A