Muncul Ruam Merah di Sekitar Mulut Anak, Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Setiap orangtua tentu harus paham betul mengenai kondisi kesehatan anak. Pasalnya, tubuh si kecil masih rentan terkena infeksi karena tangan kotor, jajan sembarangan, atau sering memasukkan jari tangan maupun benda ke dalam mulutnya. Salah satu akibatnya adalah muncul ruam merah di sekitar mulut anak.

    Menurut dunia medis, hal ini disebut sebagai perioral dermatitis. Lantas, bagaimana cara mengatasi ruam merah di sekitar mulut anak? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

    Apa itu perioral dermatitis?

    Perioral dermatitis adalah salah satu jenis peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut. Terkadang, perioral dermatitis disalahartikan sebagai eksim.

    Dilihat dari gejalanya, eksim terlihat seperti ruam merah, kulit kering, dan memicu gatal. Perioral dermatitis umumnya memiliki ciri-ciri yang sama, namun rasa gatal yang ditimbulkan cenderung memicu sensasi terbakar di sekitar mulut.

    Perbedaan eksim dan perioral dermatitis juga dapat dilihat dari lokasi munculnya ruam. Eksim dapat muncul di mana saja, baik di tangan, kaki, leher, dada, hingga kulit kepala. Sedangkan perioral dermatitis lebih banyak muncul di sekitar mulut dan lipatan kulit di sekitar hidung anak.

    Apa penyebab ruam merah di sekitar mulut anak?

    Penyebab timbulnya perioral dermatitis tidak diketahui secara pasti. Namun, hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang memiliki kebiasaan menjilat bibir. Pasalnya, mulut dan air liur mengandung banyak bakteri sehingga dapat menginfeksi area sekitar bibirnya.

    Selain karena kebiasaan menjilat bibir, ruam merah di sekitar mulut juga dapat terjadi karena penggunaan steroid, semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid, atau pasta gigi yang mengandung fluorin tinggi.

    Pada dasarnya, perioral dermatitis dapat hilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun. Namun, masalah ini bisa muncul kembali setelah berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah ruam merah tersebut hilang.

    Bolehkah mengobati ruam merah di sekitar mulut dengan krim steroid?

    Masalah ruam merah yang muncul di sekitar mulut anak tidak dapat disepelekan. Sebab, hal ini dapat memicu gatal yang membuat anak merasa tidak nyaman saat beraktivitas.

    Jika Anda terbiasa menggunakan krim steorid untuk mengatasi jenis ruam kulit ini, maka segera hentikan penggunaan krim tersebut. Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), krim steroid dapat membuat perioral dermatitis semakin buruk dan tak kunjung sembuh, seperti dilansir dari Healthline.

    Ketika Anda memilih untuk tidak menggunakan steroid, ruam merah di sekitar mulut anak memang akan terlihat semakin parah. Namun tanpa disadari, ruam kulit tersebut akan berkurang secara bertahap dan justru membuat si kecil merasa lebih baik.

    Lantas, bagaimana cara tepat mengatasi ruam merah di sekitar mulut anak?

    Jika anak Anda mengalami ruam merah di sekitar mulut, segera lupakan semua jenis krim yang biasa Anda gunakan untuk si kecil. Pilihlah sabun wajah khusus anak yang lembut dan tidak mengandung pewangi sampai ruam merah berkurang secara perlahan. Hindari juga penggunaan pasta gigi yang mengandung fluorin untuk membantu mengurangi gejala.

    Setelah itu, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan berbagai jenis obat seperti:

    • Antibiotik oral, contohnya azitromisin
    • Antibiotik topikal, seperti metronidazole dan eritromisin
    • Krim topikal: krim pimekrolimus atau tacrolimus

    Namun, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati dermatitis perioral dapat membuat kulit anak lebih sensitif terhadap sinar matahari. Maka itu, lindungi kulit anak dari paparan sinar matahari terlalu lama agar ruam merah di sekitar mulutnya tidak semakin parah.

    Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

    Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

    Cek Di Sini!
    parenting

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tinea Corporis

    Tinea corporis atau kurap badan adalah penyakit kulit menular yang umum terjadi di Indonesia. Cari tahu gejala hingga pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit

    Mengenal Jenis-jenis Fraktur atau Patah Tulang yang Umum Terjadi

    Patah tulang (fraktur) memiliki beragam tipe, tergantung bentuk dan lokasi patahnya. Ketahui macam-macam atau berbagai jenis fraktur di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 7 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

    Suhu badan yang tinggi merupakan reaksi umum ketika si Kecil menerima imunisasi. Yuk, simak ragam cara meredakan demam setelah imunisasi sekarang.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    meredakan demam setelah imunisasi
    Kesehatan Anak, Parenting 1 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

    Sakit atau nyeri punggung adalah sakit yang dirasakan sepanjang atau dekat tulang punggung. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab bau mulut

    Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah diabetes sejak dini

    3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    antibodi bayi dari sang ibu

    Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

    Mengenali Ciri-Ciri Psikopat di Sekitar Anda

    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit