Kenali Gejala Impetigo pada Anak dan Pengobatannya

    Kenali Gejala Impetigo pada Anak dan Pengobatannya

    Impetigo pada anak sering kali disalahartikan dengan cacar air atau herpes karena saking miripnya gejala yang ditimbulkan. Padahal, ciri hingga penanganan impetigo dengan kondisi-kondisi tersebut tentu berbeda. Agar lebih jelas, cari tahu gejala impetigo pada anak beserta cara tepat mengobati kondisi ini.

    Kenapa anak bisa terkena impetigo?

    impetigo pada bayi

    Impetigo adalah jenis infeksi kulit menular pada anak akibat bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Kondisi sangat menular dan cukup umum terjadi.

    Namun, meski dapat terjadi pada semua golongan usia, kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak, terutama impetigo pada bayi dan balita.

    Kondisi ini juga umumnya tidak berbahaya dan bisa disembuhkan. Biasanya, waktu penyembuhan impetigo perlu sekitar 7—10 hari dengan pengobatan yang tepat.

    Sama dengan kasus yang terjadi pada orang dewasa, penularan impetigo pada anak juga disebabkan oleh paparan terhadap bakteri penyebab impetigo.

    Penyebaran bakteri bisa terjadi saat anak menyentuh luka atau cairan dari luka yang timbul akibat impetigo.

    Bukan hanya kepada orang lain, infeksi ini juga bisa menyebar ke bagian tubuh anak yang lain atau menyebabkan infeksi berulang.

    Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, penularan ini terutama lebih rentan pada anak yang memiliki faktor risiko berikut ini.

    • Berusia 2—5 tahun.
    • Mengalami infeksi atau cedera yang menyebabkan luka terbuka pada kulit.
    • Kontak erat atau berdekatan dengan penderta impetigo.
    • Cuaca yang panas dan lembap atau Musim pancaroba.
    • Kurang menjaga kebersihan tubuh.

    Apa gejala impetigo pada anak?

    Gejala impetigo pada anak harus diobati sesegera mungkin. Jika tidak, gejala impetigo dapat semakin parah dan cepat menular ke orang lain.

    Berbagai gejala impetigo yang muncul pada kulit anak meliputi berikut ini.

    1. Luka merah

    Gejala impetigo pada anak yang paling awal adalah timbulnya luka merah pada kulit wajah, bibir, lengan, hingga kaki.

    Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda. Ada anak yang hanya memiliki satu luka saja, tapi ada juga yang memiliki banyak luka dan ruam yang menyebar di tubuhnya.

    2. Lepuhan berisi cairan

    Kulit anak yang terkena impetigo biasanya timbul lepuhan berwarna kuning yang berisi cairan.

    Bila lepuhan ini pecah, maka cairan di dalamnya akan keluar berupa nanah dan memicu rasa gatal pada kulit anak.

    3. Kulit mengeras

    Pecahnya lepuhan pada kulit akibat impetigo dapat memicu penebalan pada lapisan kulit di atasnya.

    Lama-lama, area kulit ini akan mengeras dan berwarna kuning atau kecokelatan, mirip seperti warna madu.

    4. Gatal

    Lesi impetigo dapat memicu rasa gatal pada kulit. Namun, segatal apa pun kulitnya, ajari si Kecil untuk tidak menggaruknya.

    Pasalnya, hal ini justru dapat menyebarkan bakteri penyebab impetigo ke bagian tubuh lainnya dan memperparah infeksi.

    5. Nyeri pada kulit

    Jika gejala impetigo tidak segera diobati, lesi atau luka yang ditimbulkan dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam.

    Hal ini dapat menyebabkan ektima, yaitu luka melepuh yang membuat kulit terasa sangat nyeri.

    Kapan anak harus dibawa ke dokter?

    Karena infeksinya sangat menular, sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak. Terlebih bila anak mengalami demam, nyeri tubuh, dan ruam yang semakin menggelap, maka ini merupakan pertanda bahwa infeksinya sudah menembus lebih dalam ke kulit dan perlu segera diobati.

    Apa pengobatan impetigo pada anak?

    impetigo

    Pertama-tama, dokter akan memastikan kondisi yang dialami oleh anak benar impetigo, bukan kondisi lain yang lebih serius, misalnya selulitis.

    Untuk memastikannya, dokter akan melihat dan mengamati secara langsung luka yang timbul pada kulit. Tes di laboratorium biasanya tidak diperlukan.

    Jika sudah diketahui penyakit kulit pada anak ini merupakan impetigo, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk anak.

    Impetigo biasanya perlu ditangani dengan obat antibiotik. Ada 2 jenis pbat antibiotik yang bisa digunakan sebagai cara mengobati impetigo pada anak, yaitu sebagai berikut.

    1. Antibioik oles

    Antibiotik oles dapat digunakan jika infeksi hanya menimbulkan gejala pada area kecil di kulit.

    Antibiotik ini bisa berupa krim atau salep, seperti mupirocin atau retapamulin. Krim atau salep tersebut bisa langsung dioleskan pada luka di kulit 2—3 kali sehari selama 5—10 hari.

    Sebelum mengoleskan obat antibiotik oles untuk mengatasi impetigo pada anak ini, basuh kulit dengan air hangat atau kompres dengan kain basah selama beberap menit.

    Lalu, keringkan kulit dan secara perlahan bersihkan kulit yang mungkin mengelupas atau koreng agar obat bisa menyerap dengan baik ke dalam kulit.

    Kemudian, tutup luka dengan perban untuk mencegah infeksi bertambah luas.

    2. Antibiotik oral

    Jika impetigo telah menyebar ke beberapa bagian tubuh atau tidak bisa diatasi dengan antibiotik oles, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral.

    Antibiotik oral juga bisa digunakan jika impetigo telah berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti ektima.

    Jika impetigo telah menyebar ke anggota keluarga yang lain, dokter mungkin juga akan memberikan antibiotik oral untuk diminum oleh semua penderita.

    Anak biasanya perlu minum antibiotik oral secara teratur selama 7—10 hari.

    Apa perawatan impetigo pada anak di rumah?

    Selain menggunakan antibiotik perawatan di rumah juga penting dilakukan oleh orang tua untuk menghindari impetigo bertambah parah.

    Berikut ini beberapa tips perawatan yang bisa dilakukan.

    • Larang anak untuk menggaruk luka karena bisa menyebabkan bekas luka, berdarah, atau infeksi yang lebih parah.
    • Minta anak untuk tetap di rumah dan jangan perlu ke sekolah terlebih dahulu, setidaknya selama 24 jam setelah menjalani pengobatan. Ini untuk mencegah penularan ke orang lain.

    Dengan melakukan penanganan yang tepat, impetigo pada anak bisa lebih cepat sembuh dan tidak bertambah parah.

    Bukan hanya itu, penularan impetigo kepada orang lain pun bisa dicegah.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 17/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan