Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mirip Dengan Cacar Air, Begini Cara Membedakan Gejala Impetigo Pada Anak

Mirip Dengan Cacar Air, Begini Cara Membedakan Gejala Impetigo Pada Anak

Impetigo adalah jenis infeksi kulit menular pada anak akibat bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Penyakit ini sering disalahartikan dengan cacar air atau herpes, karena saking miripnya gejala yang ditimbulkan. Supaya tidak bingung, simak gejala impetigo pada anak berikut ini.

Tanda dan gejala impetigo pada anak

impetigo pada bayi

Gejala impetigo pada anak harus diobati sesegera mungkin. Jika tidak, gejala impetigo dapat semakin parah dan cepat menular ke orang lain.

Berbagai gejala impetigo yang muncul pada kulit anak meliputi:

1. Luka merah

Gejala impetigo pada anak yang paling awal adalah timbulnya luka merah pada kulit wajah, bibir, lengan, hingga kaki. Tingkat keparahannya dapat berbeda-beda, ada yang hanya memiliki satu luka saja, tapi ada juga yang memiliki banyak luka dan ruam yang menyebar di tubuhnya.

Charles I. Shubin, MD, seorang dokter anak dari Mercy Family Care Physicians di Baltimore, menyarankan Anda untuk rajin membasuh ruam pada kulit anak dengan sabun dan air, supaya tidak cepat menular ke orang lain.

2. Lepuhan berisi cairan

Kulit anak yang terkena impetigo biasanya timbul lepuhan berwarna kuning yang berisi cairan. Bila lepuhan ini pecah, maka cairan di dalamnya akan keluar berupa nanah dan memicu rasa gatal pada kulit anak.

3. Kulit mengeras

Pecahnya lepuhan pada kulit akibat impetigo dapat memicu penebalan pada lapisan kulit di atasnya. Lama-lama, area kulit ini akan mengeras dan berwarna kuning atau kecokelatan, mirip seperti warna madu.

4. Gatal

Lesi impetigo dapat memicu rasa gatal pada kulit. Namun, segatal apa pun kulitnya, ajari si kecil untuk tidak menggaruknya. Pasalnya, hal ini justru dapat menyebarkan bakteri penyebab impetigo ke bagian tubuh lainnya dan memperparah infeksi.

5. Nyeri pada kulit

Jika gejala impetigo tidak segera diobati, lesi yang ditimbulkan dapat menembus ke lapisan kulit yang lebih dalam. Hal ini dapat menyebabkan ecthyma, yaitu luka melepuh yang membuat kulit terasa sangat nyeri.

Kapan anak harus dibawa ke dokter karena impetigo?

Karena infeksinya sangat menular, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat. Terlebih bila anak mengalami demam, nyeri tubuh, dan ruam yang semakin menggelap, maka ini merupakan pertanda bahwa infeksinya sudah menembus lebih dalam ke kulit dan perlu segera diobati.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Spot the Signs of Impetigo and When to Seek a Diagnosis. https://www.everydayhealth.com/impetigo/signs-symptoms-diagnosis/. Accessed 17/9/2018.

Understanding Impetigo – Signs & Symptoms. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-impetigo-symptoms. Accessed 17/9/2018.

Impetigo 101: Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.healthline.com/health/impetigo. Accessed 17/9/2018.

Impetigo. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352. Accessed 17/9/2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x