backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

Ruam Air Liur pada Kulit Bayi: Penyebab, Penanganan, Pencegahan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 27/02/2023

Ruam Air Liur pada Kulit Bayi: Penyebab, Penanganan, Pencegahan

Pernahkah Anda melihat si Kecil mengeluarkan air liur atau ngiler? Ini adalah hal yang paling sering dialami oleh bayi dan sangat wajar. Tak heran, kalau bagian dagu atau mulut bayi sering dipenuhi air liur. Namun, air liur yang menempel pada kulit bayi yang sensitif lama-lama berisiko menimbulkan ruam. Kondisi ini disebut dengan drool rash atau ruam air liur pada bayi. 

Penyebab ruam air liur pada bayi

Keluarnya air liur dari mulut si Kecil adalah hal yang normal, terutama untuk bayi yang baru lahir.

Peningkatan air liur selama pertumbuhan gigi bayi bisa membantu pelindungi dan menenangkan gusi bayi yang lembut.

Air liur mulai keluar ketika perkembangan bayi usia tiga bulan (12 minggu) sampai usia enam bulan. Biasanya, kondisi ini akan berhenti ketika bayi masuk usia 15—18 bulan. 

Air liur yang keluar dari mulut bayi akan mengalir melewati pipi, dagu, lipatan leher, bahkan sampai dada si Kecil yang bisa membuat iritasi kulit pada bayi kemudian menimbulkan bercak.  

Tidak seperti penyakit kulit lain, ruam air liur ini tidak menular. Namun, hal ini bisa menyebabkan kondisi kulit tidak nyaman, seperti bercak, bintik merah pada kulit bayi, gatal, permukaan kulit tidak rata, dan bintik-bintik.

Bercak di kulit bayi ini bisa dalam keadaan kering dan lembap.

Cara mengatasi ruam air liur pada bayi

penyebab biduran ruam pada bayi

Meski umumnya tidak berbahaya, bercak di kulit bayi akibat air liur bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan gejala yang mengganggu untuk bayi.

Oleh karena itu, berikut upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi ruam air liur pada si Kecil.

1. Memakai krim atau pelembap

Anda bisa mengoleskan salep pereda ruam seperti Aquaphor atau petroleum jelly untuk kulit bayi.

Krim ini bisa menenangkan kulit yang sedang ruam dan iritasi. Krim ini menjadi penghalang antara kulit bayi dengan air liur yang mungkin keluar lagi.

Kemudian, gunakan lotion lembut khusus bayi dan juga tidak mengandung parfum pada kulit bayi yang mengering akibat air liur.

Namun, jangan berikan lotion pada area yang sudah menjadi ruam akibat liur.

Untuk kulit yang sudah muncul ruam, sebaiknya setelah mandi langsung dikeringkan dengan lembut, lalu dioleskan salep Aquaphor atau petroleum jelly.

2. Menggunakan obat salep

Selain kedua salep itu, dilansir dari Scripps, Anda bisa membeli salep di apotek yang lebih paten yakni krim hidrokortison yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Akan tetapi, ikuti aturan penggunaannya dengan baik.

Namun, jika Anda ragu, sebaiknya konsultasikan ke dokter berapa lama penggunaannya dan seberapa banyak yang harus dioleskan.

3. Menjaga tubuh bayi tetap bersih

Hal yang paling penting ketika menangani ruam air liur, pastikan area tersebut selalu bersih. Sebab, ruam akan lebih mudah mengalami infeksi jika kena bakteri atau kuman.

Selama dua hari sekali, Anda bisa bersihkan area ruam dengan air hangat. Gunakan kain bersih dan lembut yang cocok untuk kulit bayi yang sensitif.

Hindari menggosok handuk ke kulit karena bisa membuat iritasi semakin parah dan bikin gatal.

Setelah dibersihkan, pastikan kulit bayi Anda benar-benar kering. Anda bisa membiarkan si Kecil telanjang sebentar agar kulit bayi bisa kering secara alami. 

4. Periksa botol dan dot bayi

Mengapa perlu memeriksa botol dan dot bayi? Kedua benda ini sering berhubungan dengan mulut si Kecil sehingga Anda perlu memastikan semuanya bersih dan tidak menyebabkan iritasi pada mulut bayi.

Ketika mulut bayi mengalami iritasi, ini akan berpengaruh pada air liur yang mengalir di kulit si Kecil.

Untuk mengurangi risiko iritasi, pastikan botol selalu dicuci dan dikeringkan setelah dipakai.

Anda juga bisa membatasi pemakaian dot agar tidak terlalu lama karena dapat membuat ruam di mulut bayi lebih parah.

Selain itu, jangan lupa pilih botol susu dan dot yang baik untuk bayi.

5. Gunakan produk pembersih ramah bayi

Faktor lain juga bisa menjadi penyebab ruam air liur pada bayi, misalnya pemakaian selimut, seprai, bantal, guling, atau bahan baju untuk bayi yang membuat iritasi kulit.

Tidak hanya itu, pemakaian detergen untuk mencuci baju bayi yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab ruam air liur. 

Pastikan Anda tidak menggunakan detergen yang mengandung wewangian untuk baju bayi, seprei, dan peralatan kain bayi lainnya selama si buah hati mengalami ruam.

Sementara itu saat mandi, usahakan Anda menggunakan sabun atau sampo yang tidak beraroma dan ringan untuk kulit bayi. Pilih juga sabun untuk membantu kulit kering bayi.

Cara mencegah ruam air liur pada kulit bayi

alergi ruam pada bayi

Keluarnya air liur dari mulut bayi memang hal wajar, tapi harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan ruam.

Berikut beberapa cara untuk mencegah ruam air liur pada kulit buah hati Anda. 

1. Pakai celemek untuk menahan air liur

Untuk mencegah ruam air liur pada bayi, Anda bisa memakaikan si Kecil celemek atau bib untuk menahan aliran air ke leher dan dada bayi.

Aliran ini bisa membuat kulit bayi iritasi dan terjadi ruam merah di mulut bayi yang membuat gatal dan tidak nyaman.

Celemek ini juga bisa dijadikan lap untuk mengusap air liur sebelum mengalir ke pipi, leher, dan dada bayi.

2. Mengganti baju saat basah

Ketika Anda melihat leher dan dada bayi basah karena air liur, segera ganti pakaian si Kecil. Membiarkan kulit bayi terkena air liur terlalu lama bisa membuat iritasi dan ruam.

Apalagi perawatan kulit bayi sensitif yang tidak mudah, kulit yang sensitif membuat kemungkinan lebih besar untuk terjadi iritasi dan ruam kulit. 

3. Membersihkan wajah bayi setelah menyusui

Air liur yang mengalir di pipi setelah menyusu bisa membuat ruam kemerahan pada kulit bayi.

Pastikan untuk membersihkan wajah si Kecil setelah selesai menyusui dengan tisu atau lap kering. Hindari menggosok bagian wajah dengan keras karena bisa merusak tekstur kulit si Kecil. 

Namun, Anda juga bisa menggunakan kain yang dibasahi dengan air tanpa sabun untuk menjaga kelembapan kulit.

4. Menepuk lembut gusi bayi

Jika Anda mencurigai bahwa tumbuh gigi memicu keluarnya air liur bayi, Anda bisa mengelap atau tepuk-tepuk lembut mulut bayi atau gusinya dengan kain lap dingin (kain yang direndam air dingin).

Ini akan membuat gigi dan gusi bayi menjadi sejuk sehingga memberikan efek mati rasa ringan pada gusi bayi Anda dan ruam di sekitar mulut mereka.

Walaupun ruam pada kulit akibat air liur bayi umumnya mudah diatasi, lebih baik dicegah terlebih dahulu dengan langkah-langkah di atas.

Dengan begitu, nayi bisa terhindar dari gejala dan rasa tidak nyaman yang mungkin timbul akibat ruam pada kulitnya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 27/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan