Cara Mengatasi Anak yang Susah Tidur Saat Liburan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Ketika sudah punya anak, liburan memiliki tantangan baru, yaitu menidurkan si kecil. Tidak sedikit anak yang justru ingin tidur larut malam atau bahkan begadang semalaman dengan alasan mumpung sedang libur. Untuk menyiasati anak yang susah tidur saat liburan, ada beberapa cara, yaitu:

Tips mengatasi anak susah tidur saat liburan

Realistis dengan keadaan dan rencana awal

Kadang, kenyataan di lapangan akan terasa jauh berbeda dengan apa yang direncanakan. Inginnya, sih, anak tetap gampang terlelap sehingga Anda dan pasangan juga bisa menikmati waktu bersantai dengan tenang.

Melansir dari Sleep, Anda bisa menyiasatinya dengan membuat anak lebih lelah di siang hari. Perbanyaklah aktivitas menyenangkan di pagi sampai siang hari sehingga ketika sudah malam, ia akan tidur lebih cepat karena sudah capek. 

Ciptakan suasana yang nyaman 

Melansir dari Huffpost, jika Anda sekeluarga berencana untuk berlibur di hotel, tidur ramai-ramai di satu kamar malah membuat anak tidak bisa tidur dengan nyaman. Sebaiknya beri kelonggaran untuk jumlah orang dalam satu kamar agar suasana lebih nyaman dan tenang.

Bila Anda berencana tidur di hotel, bisa menyewa kasur tidur bayi agar ia bisa tidur lebih nyaman. Ruang tidur yang lengang akan membuat anak lebih mudah tidur di malam hari. 

Konsisten dengan waktu tidur

Meski sedang liburan, usahakan konsisten dengan waktu tidur yang sudah diciptakan di rumah. Bila ada acara di malam hari, baiknya anak tidur siang untuk mempertahankan rutinitas yang biasa ia terapkan di rumah. 

Saat liburan, bawa serta barang kesayangan anak Anda yang bisa menciptakan suasana rumah meski sedang berada di luar. Misalnya, selimut, bantal, guling, atau boneka kesayangan. Barang-barang kesayangannya ini bisa mengurangi anak susah tidur saat liburan. 

Antisipasi perbedaan waktu

Bila Anda dan keluarga liburan ke luar negeri yang memiliki perbedaan waktu cukup drastis, ubah waktu tidur 15 menit lebih cepat atau lebih lambat. Lakukan selama 3-4 hari sebelum berangkat liburan, untuk mengantisipasi jetlag.

Komunikasikan dengan anak

Cara-cara di atas bisa tidak berhasil bila Anda tidak berkomunikasi dengan anak tentang liburan yang akan dijalani. Beritahu lokasi liburan, tempat menginap, dan kegiatan yang akan dilakukan selama di sana. Beri pemahaman bahwa suasana tidur akan berbeda dengan di rumah namun tetap nyaman dan aman.

Tidak lupa, untuk beritahu bahwa waktu tidur selama liburan tetap sama seperti di rumah. Komunikasikan juga dengan pasangan Anda untuk tidak mengajak bermain anak di saat waktu tidur. Ini akan mengurangi kemungkinan anak susah tidur saat liburan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 25, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca