Herpes Juga Bisa Menyerang Si Kecil, Ini Cara Mencegahnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Herpes (Herpes Simplex Virus) dapat menyerang siapa saja, termasuk anak Anda. Anak yang terserang herpes untuk pertama kali bahkan berisiko mengalami luka hingga infeksi serius pada mulut. Karenanya, orangtua perlu memahami cara mencegah herpes agar tidak berdampak pada kualitas kesehatan anak.

Sekalipun penyakit herpes telah hilang, virus penyebabnya akan tetap bertahan seumur hidup di dalam tubuh. Virus-virus ini bisa aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh anak menurun. Tanpa upaya pencegahan, penyakit dapat kambuh semakin parah.

Bagaimana cara mencegah herpes pada anak?

Virus herpes dapat menular dengan sangat mudah. Herpes pada anak menular dari sentuhan dengan anggota keluarga yang mengalami herpes, atau melalui berbagi peralatan makan serta handuk bersama penderita herpes.

Anak-anak amat rentan tertular penyakit ini karena mereka sedang aktif-aktifnya berkegiatan di sekolah dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Akibatnya, virus dapat menyebar dengan mudah.

Untuk mencegah penularan herpes pada anak, orangtua dapat melakukan beberapa cara berikut:

  • Tidak membiarkan anak menyentuh atau mencium anggota keluarga/teman yang belum sepenuhnya pulih dari herpes.
  • Memberikan anak alat makan dan minum sendiri.
  • Menyediakan handuk dan lap tangan pribadi untuk anak.
  • Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan mengajarkannya pada anak.
  • Mencuci bersih seluruh alat makan dan minum setelah digunakan.

Anda perlu memberikan pemahaman pada si kecil tentang pentingnya kebersihan diri. Jelaskan pula mengapa ia tidak boleh berbagi peralatan dengan teman-teman dan anggota keluarga yang sedang terserang penyakit herpes.

Cara mencegah anak menularkan herpes pada orang lain

herpes di bibir dan mulut

Waspadalah apabila terdapat anggota keluarga atau teman-teman anak Anda yang terserang herpes. Gejala herpes bisa berbeda-beda pada setiap anak.

Bahkan, mungkin saja herpes tidak menimbulkan gejala sekalipun Bahkan, gejala bisa saja tidak muncul sekalipun anak telah terinfeksi virus.

Awasi gejala menyerupai flu disertai timbulnya luka pada area mulut. Tanda-tanda lain yang akan timbul di antaranya:

  • Luka lepuh pada bibir dan mulut yang tampak semakin besar, mengeluarkan cairan, dan berkerak
  • Rasa gatal, sensasi menggelitik, dan iritasi pada bibir dan mulut
  • Nyeri pada bibir dan mulut yang berlangsung selama 3-7 hari

Virus herpes sudah bisa menular ke orang lain pada fase ini. Jadi, jangan abaikan gejala yang muncul dan segera periksakan anak Anda ke dokter.

Pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah gejala tersebut merupakan herpes atau penyakit lain.

Jika anak Anda terserang herpes, penting bagi Anda mengetahui cara mencegah penularannya agar tak semakin menyebar. Selama masa pemulihan, berikut adalah beberapa cara yang perlu Anda lakukan:

  • Menghindarkan anak dari kegiatan sekolah atau bermain sebelum benar-benar pulih.
  • Menghindarkan anak dari kegiatan yang melibatkan sentuhan kulit, seperti berolahraga bersama teman-temannya.
  • Mengingatkan anak agar tidak menggaruk atau mengelupas kulit yang terluka. Pasalnya, virus dapat menyebar ke bagian tubuh lain serta peralatan yang digunakan bersama.
  • Mengajarkan anak untuk selalu mencuci tangan untuk mencegah herpes menular pada orang lain.
  • Membersihkan mainan secara rutin setelah digunakan.

Herpes pada anak dapat menular dengan sangat cepat sehingga orangtua perlu berperan aktif untuk mengetahui cara mencegah penularannya.

Pastikan anak Anda juga mendapatkan cukup istirahat agar tubuhnya benar-benar pulih dan mampu melawan infeksi virus.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca