10 Manfaat Olahraga untuk Fisik dan Psikologis Anak

    10 Manfaat Olahraga untuk Fisik dan Psikologis Anak

    Kebiasaan olahraga tidak hanya memiliki manfaat untuk orangtua, tetapi juga anak-anak. Tidak hanya untuk fisik, olahraga juga berperan penting untuk kesehatan psikologis anak. Agar lebih jelas, berikut ini manfaat olahraga untuk anak dari sisi fisik dan psikologis.

    Manfaat olahraga untuk fisik anak

    gymnastic untuk anak

    Olahraga kerap disebut-sebut dapat mencegah obesitas, osteoporosis (pengeroposan tulang), penyakit jantung, dan berbagai manfaat lainnya.

    Gerakan olahraga juga mengajarkan anak tentang permainan dan belajar interaksi dengan pelatih dan kerja sama tim.

    Lebih jelasnya, berikut manfaat olahraga untuk kesehatan fisik anak.

    1.Meningkatkan kekuatan tulang dan otot

    Memiliki tulang yang kuat dan sehat adalah awal yang baik untuk kesehatan anak.

    Sebab di masa kanak-kanak, memang masa pertumbuhan bagi si kecil.

    Selain asupan makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan fosfor, ayah dan ibu juga bisa membiasakan anak untuk olahraga.

    Mengutip dari Kids Health, olahraga, seperti berjalan, berlari, melompat, dan memanjat memiliki manfaat untuk kesehatan tulang anak.

    Pasalnya, aktivitas tersebut menahan beban tubuh menggunakan otot-otot tangan dan kaki.

    Beban tersebut juga dapat memberi tekanan pada tulang anak sehingga membuatnya lebih kuat.

    2. Melatih koordinasi

    Salah satu cara melatih koordinasi dan perkembangan motorik anak adalah dengan olahraga, baik motorik kasar dan motorik halus.

    Motorik kasar yaitu gerakan yang melibatkan otot besar, seperti kaki, lengan, dan seluruh tubuh.

    Gerakan olahraga yang melatih motorik kasar seperti bermain sepeda, merangkak, dan bermain bola.

    Saat anak bermain bola, tangan, kaki, mata, dan otaknya saling berkoordinasi untuk menangkap dan menendang.

    Koordinasi yang baik sangat penting agar anak fokus terhadap sesuatu yang sedang ia kerjakan.

    3. Menurunkan risiko obesitas

    Mengutip dari European Childhood Obesity Group (ECOG), melakukan aktivitas fisik adalah tujuan utama dari program pengobatan obesitas pada anak.

    Olahraga fisik memiliki manfaat untuk anak obesitas dalam mengeluarkan energi, mengontrol nafsu makan, dan meningkatkan massa tubuh tanpa lemak.

    Aktivitas fisik juga meningkatkan metabolisme tubuh anak sehingga menjadi lebih sehat.

    4. Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol

    Tekanan darah tinggi tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga anak-anak.

    Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus hipertensi pada anak di Indonesia adalah 1-2 persen.

    Anak masuk kategori hipertensi ketika tekanan darahnya berada di atas persentil 95 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.

    Saat menjalani pengobatan, dokter akan menyarankan ayah dan ibu untuk mengajak anak olahraga ringan.

    Mengutip dari Kids Health, biasakan anak olahraga 30-60 menit, 3 kali seminggu.

    Namun, untuk anak yang memiliki hipertensi parah, hindari olahraga angkat berat.

    Ayah dan ibu bisa mengajaknya jalan santai sekitar rumah saat pagi atau sore hari sambil menghirup udara segar.

    5. Menurunkan risiko diabetes

    Saat berolahraga, otot membutuhkan banyak energi sehingga tubuh melepaskan banyak gula atau glukosa.

    Untuk anak yang memiliki diabetes, olahraga memiliki manfaat untuk membuat insulin bekerja lebih baik dalam tubuh.

    Saat insulin bekerja dengan baik, kadar gula darah anak akan stabil sehingga kondisinya lebih sehat.

    Manfaat olahraga untuk psikologis anak

    cara mengajarkan anak naik sepeda

    Tidak hanya untuk kondisi fisik, olahraga juga bermanfaat untuk psikologis dan kesehatan mental anak.

    Saat berolahraga, anak bisa mengeksplorasi hal baru, misalnya komitmen, disiplin, dan keterampilan bersosialisasi dengan teman-teman baru.

    Berikut penjelasan lengkap seputar manfaat olahraga untuk kesehatan mental dan psikologis anak.

    1. Mencegah depresi

    Anak-anak bisa mengalami depresi, terutama pada usia remaja.

    Untuk mencegah kondisi mental anak menjadi lebih buruk, ayah dan ibu bisa mengajaknya olahraga.

    Tidak perlu lama-lama, cukup melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki selama 10 menit.

    Jalan-jalan santai sangat baik untuk meredakan kecemasan dan stres pada anak.

    Ketika anak dapat berpartisipasi dengan baik dalam olahraga, ia akan merasa puas akan apa yang tercapai oleh dirinya.

    Maka tidak heran, bila partisipasi dalam olahraga mampu melindungi anak dari rasa tidak berdaya dan keinginan untuk bunuh diri.

    2. Mengurangi kecemasan

    Anak-anak yang memiliki gangguan kecemasan akan lebih fokus terhadap sesuatu yang memicu situasi tersebut.

    Tidak jarang ini seperti ‘lingkaran setan’ yang berputar.

    Olahraga memiliki manfaat penting untuk memutus ‘lingkaran setan’ sehingga anak fokus pada aktivitas fisik, seperti lari atau senam.

    Anak juga lebih fokus dalam mengembangkan keterampilan baru sehingga tidak berfokus pada sesuatu yang memicu kecemasan.

    3. Meningkatkan kualitas tidur

    Melakukan aktivitas fisik akan membuat tubuh anak lebih cepat lelah sehingga kualitas tidur terjaga dengan baik.

    Mengutip dari Beyond Blue, manfaat olahraga untuk anak juga meningkatkan suasana hati si kecil agar ia tidak mudah rewel.

    Saat olahraga, terjadi peningkatan hormon serotonin dan endorfin yang berperan penting dalam menjaga suasana hati tetap baik.

    4. Membangun karakter

    Anak-anak yang sering berolahraga akan lebih berpengalaman dengan aturan fair play atau untuk berlaku adil antar sesama.

    Pengalaman ini juga akan membentuk karakter anak menjadi seseorang yang tangguh dan disiplin kuat.

    Anak juga akan lebih percaya diri dengan sesuatu yang sedang ia kerjakan, misalnya saat berlari, melompat, berjalan, atau memanjat.

    5. Mengasah kemampuan sosial

    Mengutip dari About Kids Health, bila merasa kesepian, olahraga memiliki manfaat untuk mengasah perkembangan sosial anak.

    Mungkin anak merasa cemas dengan lingkungan sosial, bingung cara dekat dengan teman, atau tidak percaya diri.

    Lewat olahraga, pelan-pelan anak akan berbagi pengalaman dan perasaan tentang apa yang mereka kerjakan.

    Ambil contoh, anak sedang ikut kelas berenang. Pelan-pelan ia melihat temannya, berusaha untuk berkomunikasi, dan mulai bermain bersama.

    Oleh karena itu, biarkan anak berpartisipasi dalam olahraga agar mendapat manfaat dari kegiatan ini.

    Anak akan merasakan senangnya bermain bersama teman dan mengeksplorasi kemampuan diri.

    Ayah dan ibu cukup memantaunya dari jauh dan memberi tahu si kecil kalau ada di dekatnya sehingga anak bisa bebas bermain.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Exercise for children and young people. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://www.gosh.nhs.uk/conditions-and-treatments/general-health-advice/leading-active-lifestyle/exercise-children-and-young-people/

    Kids and Exercise (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/exercise.html

    Topics, H. (2021). Exercise for Children: MedlinePlus. Retrieved 15 February 2022, from https://medlineplus.gov/exerciseforchildren.html

    Us, A., PCYC, S., & Us, C. (2022). The importance of exercise for children. Retrieved 15 February 2022, from https://www.pcycnsw.org.au/news/pcyc-insights/importance-of-exercising-for-children

    3 Ways to Build Strong Bones (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/strong-bones.html

    Physical Activity And Play In Children Who Are Obese. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://ebook.ecog-obesity.eu/chapter-energy-expenditure-physical-activity/physical-activity-play-children-obese/

    Hypertension (High Blood Pressure) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 15 February 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/hypertension.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Feb 23
    Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A