5 Solusi Cerdas untuk Menggugah Selera Makan Pasien Kanker Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain masih berada dalam masa pertumbuhan, pasien kanker anak juga harus menjaga pola makan teratur dan mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Sayangnya, banyak pasien kanker anak yang selera makannya justru menurun sehingga mereka susah makan. Hal ini dikhawatirkan bisa berpengaruh pada proses penyembuhan kanker. Lalu bagaimana cara membujuk pasien kanker anak agar tetap mau makan?

Kenapa pasien kanker anak susah makan?

Pada umumnya, pengobatan kanker seperti kemoterapi, radioterapi, atau operasi bisa berdampak pada hilangnya selera makan seseorang, tidak terkecuali anak-anak. Penyakit kanker itu sendiri juga bisa membuat anak kehilangan nafsu makan.

Dalam beberapa kasus, anak juga mungkin mengalami sindrom kaheksia, yaitu serangkaian gejala pada pasien kanker yang ditandai dengan hilangnya nafsu makan, berat badan menurun drastis, anemia, dan mual.

Orangtua dan pengasuh anak sebaiknya tetap mengusahakan segala cara agar anak mau makan. Pasalnya, anak yang tidak mau makan mungkin saja kekurangan asupan kalori dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk melawan sel-sel kanker dalam tubuh.

Lalu bagaimana cara membujuk pasien kanker anak supaya mau makan dengan lahap tanpa membuatnya stres? Simak tips-tipsnya di bawah ini.

1.  Sajikan makanan dengan cantik dan unik

Mempercantik penampilan makanan dengan sekreatif mungkin, baik itu dengan mengatur warna-warni makanan atau menambah hiasan piring makan yang unik bisa jadi trik agar anak tertarik makan.

Misalnya membentuk nasi putih jadi beruang kutub putih, lengkap dengan mata dan hidungnya. Bisa juga membentuk makanannya seperti tokoh film kesukaannya. Namun, pastikan makanan yang disajikan tetap sehat dan bergizi seimbang.

Agar lebih antusias saat makan, ajak anak untuk memilih sendiri alat makannya di toko. Anak mungkin memilih alat makan dengan hiasan karakter kartun favoritnya.

2. Ajak anak mempersiapkan makanan

Coba buat anak ikut terlibat menyediakan makanan yang hendak disantap. Biarkan anak memilih dan menata makanannya sesuai keinginan.

Kalau anak ikut menyiapkan makanan atau masak, ia pun akan penasaran seperti apa hasil jerih payahnya memasak dan akhirnya mau makan. Dengan begitu, diharapkan selera makannya terbangkitkan tanpa harus memaksa-maksa buah hati untuk makan.

Sedikit tips, ada baiknya Anda tidak membuat anak makan sendirian di tempat tidur layaknya orang yang sedang sakit. Bila kondisi fisik anak masih mampu, ajak anak untuk makan bersama dengan seluruh anggota keluarga di ruang makan.

nafsu makan tb pada anak

3. Makan sedikit-sedikit saja tapi sering

Lebih baik makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering daripada harus langsung makan banyak tiga kali sehari. Jadwalkan waktu makan kira-kira setiap dua atau tiga jam sekali.

Saat makanan masuk ke dalam mulut, sebaiknya dikunyah secara perlahan-lahan saja hingga lembut. Baru setelah itu makanan boleh ditelan. Anda juga bisa menambahkan mentega atau keju parut ke makanan untuk meningkatkan jumlah kalori dalam makanan anak.

4. Tingkatkan cita rasa makanan dengan rempah-rempah

Makanan orang sakit tak melulu harus bubur ayam dan oatmeal yang rasanya hambar. Lebih baik, tambahkan bawang putih, bawang merah, daun bawang, kunyit, jinten, kari, jahe, kayu manis, lada merah atau hijau untuk menambah cita rasa masakan.

Hindari makanan dengan penguat rasa (MSG), berkuah pedas, terlalu berminyak, terlalu manis, atau makanan yang mempunyai kandungan lemak tinggi agar tidak menimbulkan gangguan pada lambung dan pencernaan anak.

5. Buat waktu makan menjadi menyenangkan

Sekali-kali, cobalah menggabungkan waktu makan keluarga dengan permainan yang seru. Misalnya, sambil makan Anda sekeluarga main tebak-tebakan atau sambung kata. Jika kondisi fisik pasien kanker anak cukup kuat, orangtua juga bisa mengajaknya piknik keluar rumah agar nafsu makannya meningkat.

Saat makan, jangan bahas apa pun yang akan mengingatkan anak soal penyakitnya. Buatlah jam makan sebagai waktu yang “steril” dari bahasan kanker. Coba bicarakan hal-hal yang disukai anak seperti tokoh di komik, cerita lucu, dan lain-lain.

Supaya anak tidak mengaitkan waktu makan sebagai momen yang menyiksa, Anda juga sebaiknya tidak meneriaki anak untuk makan, memarahi kalau makanannya tidak habis, atau membentak saat anak tidak cepat-cepat menghabiskan makan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca