Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Saat memasuki usia sekolah, khususnya pada usia 6-9 tahun, anak akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Anak akan mempelajari dan tertarik pada banyak hal-hal baru yang ditemuinya. Sebagai orangtua, tugas Anda adalah mendampingi dan mengawasi kegiatan anak, termasuk kegiatan bermain. Anda bisa membelikan mainan yang tepat untuk anak laki-laki di usia sekolah. Mainan atau permainan apa saja yang dapat dipilih untuk anak laki-laki dan apa sebenarnya manfaatnya?

Beragam pilihan mainan anak laki-laki

Anda mungkin sudah pernah membelikan anak laki-laki mainan seperti mobil-mobilan dan sejenisnya. Namun, mainan untuk anak laki-laki tidak terbatas pada jenis itu saja. Pada dasarnya, ada banyak mainan lain yang juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Berikut adalah pilihan mainan menarik yang cocok untuk anak laki-laki usia sekolah:

1. Board games

Salah satu mainan yang bisa Anda belikan untuk anak laki-laki adalah board game. Mainan yang satu ini terdiri dari berbagai jenis, misalnya ular tangga, monopoli, othello, hingga catur. Umumnya, mainan untuk anak laki-laki ini mengajarkan anak untuk melatih kemampuan anak dalam mengatur strategi, mengambil keputusan, dan menaati peraturan.

Board game adalah permainan yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Hal yang pasti, permainan ini harus dilakukan bersama dengan orang lain. Jadi, mainan ini juga bisa mengasah kemampuan anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya itu saja, mainan ini juga bisa mengasah kemampuan anak dalam mengingat, menghitung atau membantu anak belajar membaca.

Sebagai contoh, jika Anda membelikan anak catur, anak akan terus mengasah kemampuannya dalam mengatur strategi, memperhitungkan langkah, dan mengasah logika. Selain itu, anak akan mempelajari berbagai jenis perasaan, mulai dari senang karena menang, atau sedih karena kalah.

2. Mainan kreatif dan seni

Mainan lain yang juga cocok diberikan untuk anak laki-laki adalah yang berkaitan dengan kreativitas dan kesenian. Sebagai contoh, buku gambar atau mewarnai, buku keterampilan, atau mainan bongkar pasang seperti lego.

Permainan sejenis dapat membantu anak mengasah kemampuan kreativitasnya. Di samping itu, anak juga bisa melatih kemampuannya dalam mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata, atau gambar, atau bentuk-bentuk ekspresi perasaan yang lain.

3. Puzzle

Permainan puzzle ini juga cocok untuk anak laki-laki, khususnya jika Anda ingin membantu meningkatkan kemampuan koordinasi antara tangan dan matanya. Di samping itu, untuk berhasil menyelesaikan permainan ini, anak harus melatih dirinya untuk cermat, sabar, dan memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah.

Anda bisa menggunakan permainan ini secara bertahap. Artinya, semakin matang usianya, semakin susah pula puzzle yang harus disusun oleh anak.

4. Alat musik

Tahukah Anda bahwa bermain alat musik juga dapat melatih kecerdasan anak? Maka itu, Anda bisa membelikan alat musik untuk anak, khususnya jika ia menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada musik. Jadikan alat musik ini sebagai “mainan” yang menyenangkan untuknya.

Jika Anda juga memiliki kemampuan untuk bermain musik, melatih anak bermain musik juga bisa dilakukan. Anda tak perlu menyuruh anak untuk mendapatkan pendidikan formal dalam bermain musik jika ia tidak menginginkannya. Pasalnya, jika dipaksakan, bisa jadi makna alat musik yang awalnya menyenangkan menjadi berubah untuknya.

5. Game komputer

Tidak selamanya permainan di komputer atau di game console itu buruk. Pasalnya, ada pula video game atau permainan di komputer yang dapat meningkatkan berbagai kemampuan anak. Hal yang terpenting, Anda tetap memberikan pengertian kepada anak bahwa ada batas waktu bermain komputer atau game console yang harus diikuti olehnya.

Sebagai contoh, anak hanya boleh bermain komputer selama satu minggu sekali, atau dua minggu sekali. Anda bisa membuat kesepakatan bersama dengan anak. Selain itu, selalu awasi jenis-jenis permainan yang dipilihnya. Jika perlu, bantu anak dalam memilih game yang bermanfaat dan sesuai dengan usianya.

6. Permainan olahraga

Tidak melulu mainan di dalam rumah, Anda juga bisa mengajak anak laki-laki untuk bermain di luar rumah. Aktivitas fisik memang baik untuk membantu perkembangan motorik kasar pada anak usia sekolah. Anda bisa membelikan mainan yang dapat mendukung aktivitas fisiknya, misalnya hoola hop, bola sepak, bola basket, atau tali untuk skipping. 

Di samping itu, melansir Harvard Health Publishing milik Harvard Medical School ada banyak manfaat yang bisa anak dapatkan saat bermain di luar. Salah satunya, bermain di luar dapat memenuhi kebutuhan anak untuk setidaknya aktif bergerak selama satu jam dalam sehari.

Manfaat mainan anak laki-laki yang dapat diperoleh

Membelikan mainan untuk anak laki-laki di usia sekolah tentu memiliki manfaat tersendiri untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan, masing-masing permainan mungkin memberikan manfaat yang berbeda-beda. Maka itu, Anda harus pintar dalam memilihkan jenis mainan untuk anak. Pastikan bahwa mainan sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Berikut adalah beberapa manfaat membelikan mainan untuk anak laki-laki di usia sekolah, misalnya:

1. Mendukung perkembangan emosional

Tahukah Anda bahwa ada mainan  yang juga bisa membantu perkembangan emosional anak? Ya, mainan yang tepat untuk anak laki-laki bisa membantunya untuk meningkatkan rasa percaya diri, merasakan berbagai perasaan saat bermain, hingga membantunya mengekspresikan perasaannya tanpa harus merasa takut salah.

2. Mendorong perkembangan sosial

Saat bermain, anak juga bisa mengembangkan kemampuan sosial anak. Sebagai contoh, saat anak bermain bersama saudara atau teman. Dalam melakukan permainan bersama orang lain, anak akan sering melakukan interaksi. Dari situlah ia akan mendapatkan banyak pelajaran hidup.

Tak hanya itu, anak laki-laki juga akan belajar norma-norma sosial dan kemandirian saat berinteraksi dengan orang lain dalam permainan. Untuk itu, Anda bisa membelikan anak mainan yang bisa dimainkan bersama-sama.

3. Membantu perkembangan kognitif

Selain perkembangan emosional dan sosial, ada pula mainan anak laki-laki yang dapat membantu perkembangan kognitifnya. Beberapa jenis mainan tersebut dapat memengaruhi rasa percaya diri, kecerdasan, hingga kemampuan anak untuk berkomunikasi.

Mainan yang tepat untuk anak bisa membantunya membuat keputusan serta memahami strategi dan peraturan. Selain itu, anak juga bisa belajar meningkatkan kemampuannya untuk fokus.

Ya, sebuah mainan anak bisa menjadi “wadah” bagi anak untuk mempraktikkan berbagai kemampuan yang dimilikinya selama ini. Agar anak bisa mendapatkan manfaat yang satu ini, belikan anak laki-laki mainan yang bisa mengasah kemampuan otak dan kecerdasan anak.

Tips memilih mainan anak laki-laki

Tidak semua anak usia sekolah, baik laki-laki maupun perempuan, bisa memilih mainan yang sesuai dengan usianya. Selain itu, dalam memilih mainan untuk anak, Anda juga perlu memperhatikan keamanan dari mainan serta penggunaannya. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih mainan anak:

  • Mainan anak yang berbulu, seperti boneka, harus rajin dicuci dan dibersihkan.
  • Pilih bahan-bahan untuk menggambar dan mewarnai yang terbuat dari bahan yang aman dan tidak beracun.
  • Bermain sepeda, skuter, skateboard, dan sepatu roda harus dilengkapi dengan perlengkapan keamanan standar seperti helm, pelindung siku dan pelindung lutut.
  • Anak panah dalam mainan papan panahan harus memiliki ujung yang tumpul dan tidak terlalu runcing.
  • Mainan yang membutuhkan aliran listrik harus dipastikan aman untuk digunakan oleh anak.

Selain itu, Anda juga harus mengajarkan kepada anak laki-laki di rumah agar bisa menggunakan mainan dengan aman. Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menjaga agar anak bermain dengan aman, seperti:

  • Ajari anak untuk selalu berhati-hati saat bemain, kemudian beri contoh cara membereskan mainannya hingga rapi jika sudah selesai bermain.
  • Cek secara berkala untuk memastikan apakah mainan tersebut masih berfungsi dengan baik dan tidak berbahaya jika digunakan anak bermain.
  • Buang atau perbaiki mainan yang sudah rusak.
  • Baca petunjuk penggunaan dari setiap mainan yang Anda beli untuk anak, begitu juga petunjuk perawatannya.
  • Jauhkan benda-benda yang berbahaya di dalam rumah agar tidak disalahgunakan sebagai mainan oleh anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 26 April 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 22 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 21 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 6 tahun, anak masih mengalami berbagai perkembangan. Apa saja perkembangannya? Sudahkah sesuai dengan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 20 April 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mainan anak untuk ngabuburit menunggu buka puasa

5 Permainan Bersama Anak untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 6 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan anak 11 tahun

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 10 menit
anak pendiam

Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 April 2020 . Waktu baca 8 menit