home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Tepat dan Bebas Cedera Mengajarkan Anak Naik Sepeda

Panduan Tepat dan Bebas Cedera Mengajarkan Anak Naik Sepeda

Di usia 4-5 tahun, si kecil sudah mempunyai koordinasi anggota gerak, keseimbangan tubuh, dan kekuatan kaki yang cukup untuk berlarian ke sana kemari. Nah berbekal kemampuan fisiknya yang sudah mantap, tidak ada salahnya untuk Anda mulai mengajarkan anak naik sepeda di usia ini. Anak-anak sepantaran usia ini pun juga sudah mampu memahami instruksi dasar yang sederhana.

Langkah-langkah mengajari anak naik sepeda, tanpa takut jatuh

1. Pancing ketertarikan anak

Anda tentu tidak bisa mengajarkan anak naik sepeda jika memang ia tidak tertarik untuk melakukannya. Jika anak merasa dipaksa dan Anda jadi ikutan merasa frustrasi karena menghadapi anak yang ogah-ogahan, hal ini jstru akan menggagalkan semua upaya Anda.

Maka,pancing dulu rasa ingin tahu anak tentang sepeda. Anda bisa mengajak anak bersepeda bersama (menggunakan kursi khusus yang bisa dipasang di depan), mengajaknya lihat-lihat toko sepeda, atau mengajaknya melihat kakak dan teman-teman lainnya yang sedang bersepeda. Jika dia sudah mulai tertarik, maka tekadnya untuk belajar sudah tumbuh.

2. Mulai dari sepeda roda 3 atau 4 dulu

Sepeda roda 3 atau 4 dapat membantu membiasakan anak mengayuh pedal secara seirama, meskipun keseimbangannya belum terlatih. Jangan lupa juga untuk menggunakan sepeda yang ukurannya sesuai dengan tinggi anak. Pastikan kaki anak masih bisa menapak tanah saat tidak sedang di atas pedal.

3. Bersepeda bersama, awasi dari belakang

Begitu si kecil sudah terbiasa mengayuh pedal (meski mungkin masih asal-asalan), Anda bisa melanjutkan mengajarkan anak naik sepeda roda dua. Tapi ingat, tidak semua anak memiliki kemampuan fisik yang sama atau merasa belum siap secara emosional mengendarai kendaraan roda dua sampai usia enam atau lebih. Sesuaikanlah dengan kondisi anak Anda

Jika anak dirasa sudah bisa untuk mulai bersepeda roda dua, pilihlah lokasi yang aman untuk latihan, misalnya lapangan atau jalanan di depan rumah yang sepi lalu lintas.

Berikutnya, ajarkan anak untuk mengoperasikan sepedanya sendiri dengan langkah berikut:

  • Pertama, tempatkan badan anak pada posisi yang mantap dan tegap di atas sepeda.
  • Saat ingin menggerakkan sepeda, ajarkan kaki kirinya untuk masih menapak di tanah dulu sementara kaki kanannya bersiap menginjak pedal.
  • Ajarkan anak bagaimana menggunakan rem yang benar
  • Setelahnya, ajarkan anak untuk pelan-pelan menggowes laju sepeda dengan mendorong kaki kirinya dan kaki kanan menekan pedal
  • Biarkan anak terus lanjut mengulangi sampai bisa mengayuh 3-5 lima putaran pedal sepeda

Sementara berlatih mengayuh, Anda bisa mendampinginya tepat di belakang selama beberapa saat. Jika anak sudah agak terbiasa mengayuh sepeda roda duanya, Anda bisa pelan-pelan melepas pegangan Anda dan biarkan ia melaju sendiri. Namun, jangan tinggalkan anak jauh dari pengawasan.

Jangan lupa juga untuk menggunakan perangkat keamanan untuk bersepeda, seperti helm serta pelindung lutut dan siku, untuk melindunginya dari cedera ketika terjatuh. Pastikan ukurannya sesuai dengan tubuh anak

4. Berikan motivasi dan pujian

Sama seperti ketika Anda mengajari anak untuk hal lainnya, melatih anak naik sepeda juga perlu didampingi dengan pujian dan motivasi. Misalnya ketika anak terjatuh, jangan lantas mengomelinya karena tidak menuruti apa kata Anda. Pada dasarnya, kecepatan setiap anak untuk menangkap instruksi dan menguasai hal baru bisa berbeda-beda.

Daripada mengomeli, berikan pujian bahwa ia sudah mampu bersepeda sendiri dan berikan motivasi untuk bangkit kembali — “Anak papa pintar sekali sudah bisa naik sepeda sendiri! Dulu papa umur segini belum bisa, lho!” atau “Yuk, berdiri. Masih bisa lanjut main? Kamu anak yang kuat, bukan?”

Dengan motivasi dan kasih sayang dari orangtua, semua anak akan bisa lancar naik sepeda apabila mau belajar dan berusaha untuk dirinya sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to teach your kid to ride a bike https://www.parents.com/kids/development/physical/how-to-teach-your-kid-to-ride-a-bike/ Diakses pada 11 Desember 2017.

How to teach your child to ride a bike https://www.todaysparent.com/kids/school-age/how-to-teach-your-child-to-ride-a-bike/ Diakses pada 11 Desember 2017.

Teaching your child to ride a bike http://www.bikehub.co.uk/featured-articles/teaching-your-child-to-ride-a-bike/ Diakses pada 11 Desember 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 17/12/2017
x