Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Tepat dan Bebas Cedera untuk Mengajarkan Anak Naik Sepeda

Panduan Tepat dan Bebas Cedera untuk Mengajarkan Anak Naik Sepeda

Anak usia 4-5 tahun sudah mempunyai koordinasi anggota gerak, keseimbangan tubuh, dan kekuatan kaki yang cukup. Selain itu, ia sudah mampu memahami instruksi sederhana. Nah berbekal kemampuan tersebut, tidak ada salahnya bila anak mau mulai belajar naik sepeda di usia ini. Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak naik sepeda? Simak artikel berikut, ya!

Langkah dan cara mengajarkan anak naik sepeda

membonceng anak naik sepeda

Melansir laman Better Health, selain menyenangkan, bersepeda menawarkan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

Agar anak mampu bersepeda, sebaiknya sudah mulai ajarkan sejak dini. Nah, cara atau langkah-langkah berikut semoga bisa membantu anak mahir bersepeda.

1. Pancing ketertarikan anak

Anda tentu tidak bisa mengajarkan anak naik sepeda jika memang ia tidak tertarik untuk melakukannya.

Jika anak merasa dipaksa dan Anda jadi ikutan merasa frustasi karena menghadapi anak yang ogah-ogahan, hal ini justru akan menggagalkan semua upaya Anda.

Oleh karena itu, sebelum belajar naik sepeda, pancing dulu rasa ingin tahu anak tentang sepeda.

Anda bisa mengajak anak bersepeda bersama dengan memboncengnya di depan atau di belakang.

Ajaklah ia berkeliling dan melihat-lihat toko sepeda atau mengajaknya melihat kakak dan teman-teman lainnya yang sedang bersepeda.

Ketika si kecil sudah mulai tertarik, artinya tekadnya untuk belajar sudah tumbuh.

2. Mulai dari sepeda roda 3 atau 4

Sebelum Anda mengajarkan anak naik sepeda roda 2, cobalah untuk membiasakan anak menaiki sepeda roda 3 atau roda 4 terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak mengayuh pedal secara seirama sebelum melatih keseimbangannya.

Jangan lupa juga untuk menggunakan sepeda yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan anak. Pastikan juga kaki anak masih bisa menapak tanah saat tidak sedang di atas pedal.

3. Berlatih dengan balance bike

Pilihan lain yang bisa Anda coba sebelum mengajarkan anak naik sepeda roda 2 adalah dengan berlatih balance bike. Produk yang satu ini mulai populer penggunaannya di Indonesia.

Bukan sekedar mengikuti tren, melansir situs Intermountain Healthcare, balance bike dapat melatih fokus, keseimbangan, dan keterampilan motorik anak.

Hal ini dapat memudahkan anak untuk bersepeda roda 2 nantinya.

Melansir situs Pregnancy Birth Baby, anak usia 12 bulan hingga 18 bulan umumnya sudah bisa berjalan.

Di usia ini, Anda sudah bisa memperkenalkan ia dengan balance bike.

Namun, pastikan orangtua memilih ukuran yang sesuai dengan tinggi badan si kecil agar kakinya dapat menjejaki tanah.

4. Memilih sepeda yang tepat

Sebelumnya, pastikan anak bersepeda menggunakan sepeda yang ukurannya sesuai dengan tubuhnya.

Tujuannya agar anak mampu menjejakkan kakinya ke tanah sehingga lebih mudah saat mengajarkan anak naik sepeda.

Pastikan pula jok sepedanya empuk dan nyaman sehingga tidak membuat bokong sakit saat anak bersepeda.

Tak kalah penting, perhatikan kondisi rantai sepeda. Usahakan rantai terpasang dengan baik dan letaknya aman dari kaki anak saat mengayuh.

cara mengajarkan anak naik sepeda

5. Bersepeda bersama sambil mengawasi dari belakang

Begitu si kecil sudah terbiasa mengayuh pedal pada sepeda roda tiga atau dengan roda bantuan atau keseimbangannya sudah terasah dengan balance bike, cobalah lanjutkan dengan mengajarkan anak naik sepeda roda dua.

Namun, perlu diingat, tidak semua anak memiliki kemampuan motorik dan kesiapan mental yang sama.

Beberapa anak bahkan merasa belum siap mengendarai sepeda roda dua sampai usia enam tahun atau lebih. Oleh karena itu, sesuaikanlah dengan kondisinya masing-masing.

Jika anak dirasa sudah siap untuk mulai belajar naik sepeda roda dua, cara yang tepat yakni dengan memilih lokasi yang aman untuk latihan, misalnya lapangan atau jalanan di depan rumah yang lalu lintasnya sepi.

Bimbing anak untuk mencoba bersepeda sendiri sambil mengawasinya dari belakang.

6. Latih anak untuk mengayuh sepeda roda dua

Berikutnya, ajarkan anak untuk mengendarai sepedanya sendiri dengan langkah berikut.

  • Pertama, tempatkan badan anak pada posisi yang mantap dan tegap di atas sepeda.
  • Saat ingin menggerakkan sepeda, ajarkan kaki kirinya untuk masih menapak di tanah dulu sedangkan kaki kanannya bersiap menginjak pedal.
  • Setelahnya, ajarkan anak untuk pelan-pelan mengayuh sepeda dengan mendorong kaki kirinya dan kaki kanan menekan pedal.
  • Biarkan anak terus lanjut mengulangi sampai bisa mengayuh 3-5 lima putaran pedal sepeda

Sementara berlatih mengayuh, Anda bisa mendampinginya tepat di belakang selama beberapa saat.

Jika anak sudah mulai terbiasa mengayuh pelan-pelan, mulai lepaslkan pegangan Anda dan biarkan ia melaju sendiri.

Namun, pastikan ia tetap dalam jangkauan pengawasan Anda, ya.

7. Kenakan pakaian yang aman

Selama mengajarkan anak naik sepeda, pastikan ia mengenakan perangkat keamanan seperti helm serta pelindung lutut dan siku untuk melindunginya dari cedera ketika terjatuh.

Pastikan ukurannya sesuai dengan tubuh anak.

Selain itu, usahakan ia mengenakan pakaian yang aman agar memudahkan kakinya bergerak.

Untuk anak perempuan, hindari menggunakan gaun yang panjang karena beresiko kecelakaan akibat ujung kain tersangkut di rantai atau jeruji sepeda.

8. Berikan motivasi dan pujian

Sama seperti ketika Anda mengajari anak untuk hal lainnya, mengajar anak naik sepeda juga perlu disertai dengan pujian dan motivasi.

Misalnya ketika terjatuh, jangan lantas mengomeli atau membentak anak karena dianggap tidak mengikuti instruksi.

Pada dasarnya, kecepatan setiap anak untuk menangkap perintah dan menguasai hal baru bisa berbeda-beda.

Daripada mengomeli, berikan pujian bahwa ia sudah mampu bersepeda sendiri dan motivasilah agar ia bangkit kembali.

Misalnya dengan berkata, “Yuk, berdiri. Masih bisa lanjut main? Kamu anak yang kuat, bukan?”

Dengan motivasi dan kasih sayang dari orangtua, semua anak akan bisa belajar naik sepeda roda dua sampai lancar dengan riang gembira.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cycling – health benefits – Better Health Channel. Retrieved 27 August 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/cycling-health-benefits

Where to cycle with kids. (2019). Retrieved 27 August 2021, from https://www.sustrans.org.uk/our-blog/get-active/2019/everyday-walking-and-cycling/where-to-cycle-with-kids/

The Benefits of Balance Bikes. (2017). Retrieved 27 August 2021, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/intermountain-moms/2016/10/balance-bikes/

Toddler development: Motor skills. Retrieved 27 August 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/toddler-development-motor-skills

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x