Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Anak Bermain di Luar Rumah? Ketahui Manfaat dan Jenis Permainannya

Anak Bermain di Luar Rumah? Ketahui Manfaat dan Jenis Permainannya

Bagi sebagian orangtua, ada rasa tidak tenang dan cemas saat anak bermain di luar rumah apalagi sekarang masih pandemi COVID-19. Padahal, mengizinkan si kecil bermain di luar punya manfaat penting tersendiri untuk perkembangan anak. Berikut penjelasan seputar alasan orangtua anak melarang anak bermain, manfaat, sampai jenis permainan yang bisa anak coba.

Alasan orangtua melarang anak bermain di luar rumah

Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia 1 - 3 Tahun

Banyak alasan yang melatarbelakangi orangtua melarang anaknya bermain di luar rumah.

Mengutip dari Let Grow, orangtua hanya mengizinkan anak bermain dalam rumah karena takut tertular penyakit.

Selain itu, orangtua merasa khawatir dengan keamanan saat anak sedang bermain. Orangtua juga merasa ada banyak bahaya yang mengancam anak jika bermain di luar.

Padahal, sebenarnya dengan membolehkan anak bermain di luar, orangtua juga membuat anak lebih kebal terhadap penyakit.

Bermain di luar rumah dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak berkembang.

Tubuh anak bisa lebih mengenal segala jenis zat-zat berbahaya yang masuk ke tubuh sehingga bisa membentuk faktor pertahanan yang lebih hebat.

Selain itu, faktor bahaya yang banyak mengancam anak bisa orangtua atasi dengan mengawasi mereka saat bermain di luar rumah.

Bila orangtua khawatir dengan ancaman virus COVID-19 pada anak, bisa menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun atau memakai pembersih tangan.

Manfaat anak bermain di luar rumah

faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak

Banyak manfaat yang bisa anak dapatkan saat beraktivitas di luar rumah. Dua manfaat yang terasa adalah pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan mental.

Berikut penjelasan seputar manfaat dari bermain di luar rumah untuk kesehatan dan perkembangan anak.

1. Mendukung pertumbuhan tulang anak

Mengutip dari Harvard Health Publishing, bermain di luar rumah dapat menjadi kesempatan anak untuk menerima sinar matahari.

Sinar matahari membantu meningkatkan vitamin D pada tubuh yang baik untuk pertumbuhan tulang anak.

Ini merupakan manfaat yang tidak bisa anak terima jika hanya bermain dalam rumah.

Membiarkan anak bermain dan terpapar sinar matahari selama 10-15 menit cukup memenuhi kebutuhan vitamin D untuk pertumbuhan tulang si kecil.

2. Mendorong anak untuk berolahraga

Banyak aktivitas yang bisa anak lakukan di luar rumah. Ruang yang luas tidak membatasi anak untuk melakukan apa saja, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan lainnya.

Secara tak sadar, ini juga merupakan kegiatan olahraga yang menyenangkan untuk anak.

Hal ini tentu dapat membuat anak lebih aktif bergerak dan meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.

3. Merangsang kreativitas dan imajinasi

Alam dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak lebih luas, daripada hanya melihat layar.

Anak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya melihat, tapi juga menyentuh, mencium, dan mendengar, sehingga lebih banyak mengaktifkan indera mereka.

Hal ini dapat membuat anak berpikir lebih luas sehingga bisa menciptakan kreativitas dan meningkatkan imajinasinya.

4. Melatih cara berpikir anak untuk menyelesaikan masalah

Bermain di luar rumah, apalagi dengan teman, dapat menciptakan tantangan tersendiri untuk anak.

Anak menghadapi masalah yang nyata daripada hanya memecahkan masalah lewat video game.

Hal ini dapat melatih anak berpikir untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

Dengan begitu, anak akan terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan menjadi lebih mandiri.

5. Melatih kepercayaan diri

Berinteraksi dengan dunia luar, seperti bermain bersama teman bermainnya, dapat membangun kepercayaan diri anak secara perlahan.

Anak butuh keberanian dan kepercayaan diri yang kuat untuk bertemu dan berinteraksi dan mengenal lingkungan baru.

Ini alasannya bermain di luar bersama teman juga dapat melatih kepercayaan diri anak.

6. Meredakan stres

Mengutip dari Child Mind Institute, lingkungan perkotaan memaksa warganya untuk mengabaikan gangguan yang tubuh rasakan dan menguras otak.

Sementara itu, lingkungan alam dengan udara terbuka, membuat perasaan lebih tenang dan senang.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa stres apalagi kalau terlalu sering bermain dalam ruangan dan jarang main di luar rumah.

Anak butuh menjelajahi tempat lain dan bermain bersama temannya untuk meningkatkan perkembangan emosional serta sosialnya.

Jenis permainan di luar rumah

anak pemberani

Ayah dan ibu bisa menyiapkan berbagai aktivitas yang bisa anak-anak lakukan saat bermain di luar rumah.

Tidak perlu yang sulit-sulit, ada beragam permainan sederhana. Para orangtua bisa mengajak bayi untuk bermain di luar rumah.

Beberapa aktivitas bermain di luar rumah ini bisa mengasah sensorik bayi dan motorik anak bayi usia kurang dari satu tahun yakni:

  • tummy time menggunakan alas di taman,
  • merangkak,
  • mendengar kicauan burung,
  • menunjuk dan mengenalkan langit, dedaunan, serta pohon.

Untuk balita usia 1-5 tahun, mereka sudah senang menjelajahi banyak tempat. Beberapa permainan anak yang bisa orangtua coba di luar rumah yaitu:

  • melempar dan mengejar bola,
  • mendorong mainan,
  • berlari dan bersembunyi di balik pohon,
  • meniup gelembung sabun,
  • bermain pasir pantai.

Sementara itu, bagi anak usia sekolah (6-9 tahun), jenis permainannya bisa yang mengasah kreativitas, misalnya:

  • bermain petak umpet,
  • merangkak lewat terowongan,
  • memanjat pohon,
  • meniru suara binatang, dan
  • menuliskan nama tanaman atau hewan yang ia lihat.

Ada beragam aktivitas bermain di luar rumah yang bisa orangtua coba untuk anak usia dua tahun ke atas, berikut penjelasannya.

1. Menanam tanaman

Anak usia lebih dari dua tahun sudah bisa ayah dan ibu ajarkan untuk bercocok tanam sederhana.

Ibu dan ayah bisa membeli bibit tanaman dan menyediakan media tanam sederhana, seperti wadah bekas makanan.

Selain membeli bibit, ibu dan ayah bisa menggunakan batang sayuran untuk Anda tanam ulang.

Biasanya, sayuran seperti daun bawang dan pakcoy bisa tumbuh dengan media tanam sederhana.

Biarkan anak untuk menabur benih dan menyiram tanaman sambil menjelaskan apa yang sedang ia lakukan.

“Ini batangnya kita siram biar tumbuh besar, ya. Kita siram setiap pagi.” anak-anak belajar untuk mengenal proses tanaman bertumbuh.

2. Mencari jejak

Permainan ini akan membuat anak mencari barang yang ayah dan ibu sembunyikan. Siapkan beberapa jenis mainan, seperti lego, potongan puzzle, atau mainan kecil.

Sembunyikan mainan tersebut di balik karpet, bawah pohon, atau dalam tanah dengan menggalinya.

Biarkan anak bermain dengan mencari mainannya yang ibu dan ayah sembunyikan di luar rumah.

Selain itu, orangtua bisa mengajak anak untuk bermain bola, petak umpet, atau ayunan yang ada dekat taman.

Verifying...


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Kids Need to Spend Time in Nature – Child Mind Institute. (2021). Retrieved 1 October 2021, from https://childmind.org/article/why-kids-need-to-spend-time-in-nature/

Outdoor play. (2021). Retrieved 1 October 2021, from https://raisingchildren.net.au/toddlers/play-learning/outdoor-play/outdoor-play

The benefits of outdoor play for children. (2021). Retrieved 1 October 2021, from https://www.nct.org.uk/baby-toddler/games-and-play/benefits-outdoor-play-for-children

6 reasons children need to play outside – Harvard Health. (2018). Retrieved 1 October 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/6-reasons-children-need-to-play-outside-2018052213880

The Benefits of Outdoor Play: Why It Matters | Children’s Hospital of Philadelphia. (2020). Retrieved 1 October 2021, from https://www.chop.edu/news/health-tip/benefits-outdoor-play-why-it-matters

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Oct 13, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto