×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Gejala Tipes Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua Sebelum Terlambat

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Tipes (demam tifoid) adalah infeksi menular yang disebabkan bakteri Salmonella typhi. Jika tidak segera diobati, diperkirakan 1 dari 5 orang bisa meninggal karena komplikasi tipes. Anak-anak lebih rentan terkena tipes daripada orang dewasa. Maka dari itu, orangtua harus mewaspadai gejala tipes pada anak sebelum terlambat.

Apa penyebab tipes pada anak?

Bakteri Salmonella biasanya hidup di dalam air yang terkontaminasi dengan feses dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang anak konsumsi ketika jajan sembarangan. Selain dari makanan atau minuman yang kurang bersih, penyakit ini bisa disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Tipes juga dapat menular lewat kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi.

Anak kecil lebih rentan terserang tipes daripada orang dewasa karena daya tubuh mereka memang belum sekuat orang dewasa.

Apa saja gejala tipes pada anak?

Gejala penyakit ini umumnya muncul secara bertahap dalam 1–3 minggu setelah tubuh terinfeksi bakteri. Namun dalam beberapa kasus, gejala tipes bisa terjadi mendadak. Gejala tipes pada anak pun bisa ringan maupun berat, tergantung dari kondisi kesehatan, usia, serta riwayat kelengkapan imunisasi anak Anda.

Gejala tipes pada anak yang umum terjadi dan harus diwaspadai adalah:

  • Demam tinggi (mencapai 40°C)
  • Sakit perut dan bisa disertai dengan diare
  • Merasa lemah, lelah, dan tubuh pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Kehilangan nafsu makan

Beberapa gejala tipes di atas dapat disalahpahami sebagai gejala penyakit umum lainnya. Jadi, sebaiknya segera ke dokter untuk memastikan kondisi anak jika Anda mencurigai gejala tipes.

Apa akibatnya jika tipes tidak diobati?

Gejala tipes yang tidak diobati dapat makin memburuk, yang ditandai dengan penurunan berat badan drastis, perut kembung, peningkatan suhu demam, diare parah hingga dehidrasi, bahkan halusinasi.

Komplikasi yang bisa muncul dari infeksi tipes adalah masalah paru-paru atau jantung, seperti pneumonia, pleuritis, dan miokarditis (peradangan otot jantung)

Saat gejala tipes pada anak sudah makin parah dan berkembang lebih serius, ususnya bisa mengalami perdarahan dan berlubang. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi usus. Perforasi usus dapat menyebabkan peritonitis, yaitu infeksi pada jaringan yang melapisi bagian dalam perut. Peritonitis merupakan kondisi gawat darurat medis yang mengancam nyawa.

Oleh karena itu jika anak mulai menunjukkan gejala tipes, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Mencegah tipes pada anak

Tipes merupakan infeksi bakteri yang terdapat pada makanan dan minuman kurang bersih yang anak Anda konsumsi. Untuk itu, hal yang paling penting untuk mencegah tipes pada anak adalah dengan menjaga kebersihan termasuk kebersihan diri sendiri, kebersihan makanan dan minuman, serta kebersihan lingkungan sekitar. Berikut beberapa cara untuk mencegah tipes pada anak:

  • Cuci tangan dengan benar sebelum makan atau setelah dari toilet.
  • Hindari penambahan es pada minuman dari sumber yang tidak jelas, misalnya saat Anda membeli minuman es di pinggir jalan.
  • Anda bisa membeli minuman air dalam kemasan jika tidak membawa air dari rumah. Ini lebih terjaga kebersihannya.
  • Hindari mengonsumsi buah dan sayuran mentah yang dijual di pinggir jalan. Bisa saja buah dan sayuran mentah tersebut sudah terkontaminasi.
  • Hanya makan buah dan sayuran yang bisa dikupas. Buah atau sayuran mentah mungkin telah dicuci dengan air yang terkontaminasi.
  • Melakukan imunisasi. Vaksin tifoid dapat diberikan pada anak-anak di atas 2 tahun. Bicaralah dengan dokter Anda tentang pemberian imunisasi pada anak Anda.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca