9 Gejala Penyakit Rakitis yang Wajib Orangtua Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/12/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masa kanak-kanak adalah masa emas dari perkembangan tulang yang sehat dan kuat. Namun pada beberapa anak, tulang mereka tidak berkembang kuat sehingga malah memiliki tekstur yang lunak. Ini adalah tanda penyakit rakitis. Apa yang menyebabkan rakitis, dan apa saja gejalanya yang harus Anda waspadai pada si kecil? Berikut ulasan lengkapnya.

Sekilas tentang penyakit rakitis, yang umum terjadi pada anak-anak

Rakitis adalah kelainan yang mengakibatkan tulang melunak dan melemah. Rakitis menyebabkan bentuk tulang berubah, dan bahkan mungkin menyebabkan pertumbuhan anak jadi terhambat.

Penyakit rakitis terjadi karena tubuh kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat. Peran ketiga nutrisi ini sangat penting untuk perkembangan tulang yang sehat dan kuat saat masa tumbuh kembang anak.

Rakitis paling sering menyerang anak-anak, terutama di usia 6-36 bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan prang dewasa juga bisa mengalaminya. Penyakit rakitis pada orang dewasa disebut dengan osteomalacia.

Rakitis sudah jarang terjadi di negara-negara maju, namun masih banyak ditemukan di sejumlah negara berkembang.

Apa saja tanda dan gejala penyakit rakitis?

Rakitis menyebabkan:

  • Nyeri pada tulang lengan, kaki, panggul, atau tulang belakang
  • Perawakan anak pendek dibandingkan anak-anak seusianya, karena tidak tumbuh dan berkembang dengan baik
  • Mudah patah tulang
  • Sering mengalami kram otot, kedutan, dan kesemutan di tangan dan kaki yang biasanya bisa bertambah parah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kadar kalsium dalam darah (hipokalsemia)
  • Adanya kelainan bentuk gigi, misalnya kecil-kecil (pertumbuhan gigi tertunda), gigi mudah berlubang, dan cacat pada struktur gigi
  • Kelainan bentuk tulang, seperti: tengkorak berbentuk aneh, tulang belakang melengkung, ada benjolan di tulang rusuk, penebalan di pergelangan kaki, tulang dada menonjol, kelainan bentuk panggul.
  • Tengkorak kepala lunak
  • Kaki atau tempurung lutut bengkok
  • Kemampuan berjalan terhambat

Apa saja faktor yang bisa meningkatkan risiko anak mengalami rakitis?

  • Ibu hamil yang mengalami defisiensi vitamin D. Bayi yang lahir dari seorang ibu dengan kekurangan vitamin D yang parah dapat terlahir dengan gejala rakitis atau mengembangkannya dalam beberapa bulan setelah kelahiran,
  • Lahir prematur. Bayi yang lahir prematur berpeluang lebih besar mengalami rakitis karena tidak cukup menerima asupan kalsium selama dalam kandungan.
  • Beberapa obat-obatan antikejang dan antiretroviral yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV diduga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin D
  • Kondisi sosial ekonomi rendah. Kejadian rakitis banyak terjadi pada anak dengan keadaaan sosial ekonomi rendah berkaitan dengan daya beli terhdap makanan kaya akan vitamin D dan kalsium yang rendah dan memiliki pilihan makanan yang terbatas
  • Letak geografis. Anak-anak yang tinggal di lokasi yang kurang menerima sinar matahari memiliki risiko rakitis lebih tinggi
  • Gizi buruk. Rakitis lebih sering terjadi di daerah-daerah di dunia dengan kejadian kekeringan dan kelaparan yang parah terjadi.
  • Asupan lemak. Asupan lemak yang kurang atau adanya kelainan penggunaaan lemak di dalam tubuh juga meningkatkan seseorang mengalami rakitis, karena vitamin D tidak dapat bekerja dengan optimal tanpa ada pelarutnya, yakni lemak.

Bagaimana dokter mendiagnosis rakitis?

Dokter dapat memeriksa kondisi tengkorak bayi yang dicurigai mengalami rakitis. Biasanya, rakitis menyebabkan tekstur tengkorak yang melunak dan terlambat menutup. Dokter juga dapat mengamati kondisi tulang rusuk dan pergelangan tangan serta kaki anak. Jika tulang rusuk anak menonjol dan pergelangannya menebal, kemungkinan ini disebabkan oleh rakitis.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat menyarankan anak Anda untuk menjalani rontgen guna mencari kelainan bentuk tulang yang terjadi di dalam tubuh. Selanjutnya adalah tes darah untuk mengecek kadar kalsium, vitamin D, dan fosfat dalam sampel darah anak. Jumlah yang rendah dapat menandakan penyakit rakitis.

Bagaimana cara mengobati penyakit rakitis?

Jika dibiarkan, rakitis dapat mengakibatkan anak gagal tumbuh, dan mengalami:

  • Tulang punggung melengkung secara abnormal
  • Kelainan bentuk kerangka
  • Kerusakan gigi
  • Kejang-kejang

Untuk mengobati kondisinya, dokter dapat meresepkan suplemen tambahan vitamin D dan kalsium yang bisa langsung memulai proses penyembuhan. Dosis vitamin D yang biasanya dipakai untuk mengobati rakitis pada anak berkisar antara 1000-2000 unit internasional (IU) setiap hari, sementara konsumsi kalsium harus sebanyak 1000-1500 mg setiap hari. Ini harus dimulai segera.

Dokter juga dapat menyarankan Anda untuk memperbanyak menu makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D.

Anak dengan rakitis bawaan biasanya diobati oleh ahli hormon (endocrinologist).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Kekurangan Vitamin D Ternyata Bisa Memicu Penyakit Tiroid

Vitamin D adalah satu gizi penting yang harus dipenuhi. Tak cuma berdampak pada tulang, kekurangan vitamin D ternyata juga memengaruhi kondisi tiroid.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Tiroid, Health Centers 07/08/2018 . 4 mins read

Apakah Lansia Masih Butuh Minum Suplemen Vitamin D dan Kalsium?

Lansia minum suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang. Namun, para ahli mengungkapkan hal ini tak lagi diperlukan. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 17/06/2018 . 4 mins read

4 Jenis Nutrisi yang Tetap Harus Didapat Si Kecil Meski Sedang Puasa

Memperkenalkan anak dengan puasa mungkin penting dilakukan sejak dini. Namun, jangan lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi anak saat puasa. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 08/06/2018 . 4 mins read

Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Selama Puasa

Aktivitas yang padat selama puasa, menuntut Anda untuk memiliki tulang yang sehat. Lantas, apa pentingnya menjaga kesehatan tulang saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 08/06/2018 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin D kematian covid-19

Kekurangan Vitamin D Pengaruhi Tingkat Kematian COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 6 mins read
kurang vitamin D pici skizofrenia

Katanya, Kurang Vitamin D Bisa Menyebabkan Skizofrenia. Apa Benar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2019 . 4 mins read
tulang rusuk

Anatomi Tulang Rusuk Manusia, Tulang Pelindung Organ Dalam Vital

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2019 . 6 mins read
pen tulang

Bisakah Pen di Dalam Tulang Patah? Apa yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/10/2018 . 3 mins read