Sering Dialami Oleh Orang Dewasa, Bisakah Gangguan Bipolar Terjadi Pada Anak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Gangguan bipolar atau bipolar disorder umumnya dialami oleh orang dewasa. Siapa pun yang mengalami bipolar, biasanya kerap merasakan perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem. Pertanyaan selanjutnya yang mungkin hadir di benak Anda, sebenarnya mungkinkah gangguan bipolar ini juga terjadi pada anak?

Apakah gangguan bipolar bisa terjadi pada anak?

Meski gangguan bipolar lebih umum ditemukan pada orang dewasa, nyatanya anak juga tak luput dari risiko penyakit ini. Mengutip dari laman Mayo Clinic, gangguan bipolar adalah penyakit kejiwaan yang bisa dialami oleh anak di usia berapa pun.

Serupa dengan bipolar yang terjadi pada orang dewasa, anak dengan bipolar juga cenderung mengalami perubahan mood yang naik turun. Dalam beberapa waktu, anak bisa merasa sangat bahagia sehingga membuatnya menjadi hiperaktif dan bersemangat.

Jika diperhatikan, respon anak akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan teman-teman seusianya, bahkan saat anak dalam keadaan normal. Kondisi tersebut dikenal sebagai episode manik.

Sebaliknya, di lain waktu anak bisa sampai merasa sangat sedih dan terpuruk, sehingga membuatnya kurang aktif dan tidak bersemangat. Kondisi ini dikenal sebagai episode depresi.

gizi buruk

Tak semua perubahan emosi cepat pada anak pertanda bipolar

Lumrah adanya ketika anak mengalami pergolakan emosi serta perilaku yang cepat berubah dan tidak teratur. Namun yang perlu Anda ingat, gangguan bipolar tidak sama dengan naik turunnya emosi yang memang normal dialami setiap anak.

Bedanya terletak pada tingkat keparahan perubahan mood yang dialami anak. Pasalnya, bipolar pada anak bisa menimbulkan perubahan suasana hati yang lebih ekstrem. Saking kuatnya, anak dengan bipolar bisa sampai mengeluhkan susah tidur, mudah lelah, hingga sulit berpikir dengan jernih.

Bahkan tak jarang, penyakit kejiwaan yang satu ini membuat anak sulit mengukir prestasi atau bergaul dengan teman-teman seusianya. Di sisi lain, gangguan bipolar bisa menjelma menjadi penyakit yang membahayakan. Ini karena tidak sedikit orang atau anak dengan bipolar yang berusaha untuk melukai dan menyakiti dirinya sendiri.

Jadi, Anda tidak bisa serta-merta menyimpulkan bahwa anak yang hiperaktif, mudah marah, memberontak, sering tampak murung, berarti positif mengalami bipolar. Perubahan emosi adalah hal normal di masa kanak-kanak dan remaja, sehingga bukan selalu menjadi pertanda adanya masalah kejiwaan tertentu.

gejala gangguan bipolar pada anak

Apa saja gejala ketika anak mengalami gangguan bipolar?

Tanda utama jika bipolar terjadi pada anak yakni sikap anak yang tampak berbeda dari anak-anak seusianya. Selain tiba-tiba bisa merasa senang dan berubah sedih, anak dengan bipolar juga kerap mengalami episode campuran. Episode ini ditandai dengan munculnya episode manik dan depresi secara bersamaan.

Semua perubahan susana hati yang dialami anak bisa berlangsung selama beberapa waktu. Entah itu dalam satu minggu, dua minggu, atau bahkan lebih dari itu. Gejala yang muncul biasanya akan berlangsung sepanjang hari.

Gejala gangguan bipolar dengan episode manik pada anak meliputi:

  • Merasa sangat bahagia, sampai bisa bertindak konyol dengan cara yang tidak pantas
  • Bertindak hiperaktif dan agresif
  • Bicara sangat cepat mengenai banyak hal berbeda
  • Susah tidak tapi tidak merasa lelah setelahnya
  • Sulit fokus dan berpikir jernih
  • Melakukan hal-hal yang berisiko

Gejala gangguan bipolar dengan episode depresi pada anak meliputi:

  • Merasa sangat sedih
  • Mengeluh banyak hal seputar apa yang dirasakan, terutama rasa sakit
  • Waktu tidur kurang atau bahkan lebih
  • Merasa bersalah dan tidak berguna
  • Porsi makan bisa sangat sedikit atau terlalu banyak
  • Tidak tertarik untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan
  • Sering berpikir untuk mengakhiri hidup

Anak dengan gangguan bipolar bisa mengalami berbagai gejala dalam waktu yang berbeda-beda. Jika tidak sedang berada di episode manik, depresi, atau keduanya, sikap anak biasanya akan kembali ke perilaku semula.

perawatan gangguan bipolar

Apa yang harus dilakukan pada anak dengan bipolar?

Segera konsultasikan dengan dokter atau psikiater jika anak diduga memiliki berbagai gejala bipolar, atau mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Perawatan dini pada anak setidaknya dapat membantu mencegah kondisi menjadi semakin serius, atau menurunkan risiko efek buruknya di masa mendatang.

Anak dengan bipolar biasanya dianjurkan untuk rutin melakukan terapi bersama seorang terapis maupun psikiater. Di sisi lain, pengobatan tersebut biasanya juga disertai dengan pemberian beberapa obat-obatan untuk membantu mengendalikan gejala bipolar pada anak.

Meliputi obat untuk menstabilkan suasana hati, obat antipsikotik, dan obat antidepresan. Baik hanya salah satu atau bahkan ketiganya, dokter yang berperan untuk menentukan jenis obat-obatan apa saja yang dibutuhkan anak sesuai kondisinya.

Jangan lupa, pastikan Anda dan keluarga senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan pengertian pada anak dengan gangguan bipolar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca