Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu scarlet fever?

Scarlet fever atau demam scarlet pada anak adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri.

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit yang juga disebut sebagai scarlatina ini juga disertai dengan demam tinggi, ruam kemerahan di seluruh tubuh, dan sakit tenggorokan.

Biasanya, kemerahan akan mulai mereda di hari keenam. Akan tetapi, bekasnya butuh waktu beberapa minggu sampai benar-benar mengelupas dan hilang.

Jika penyakit ini tidak diobati, ruam dapat menyebabkan kondisi lebih berbahaya yang dapat memengaruhi jantung, ginjal, dan bagian tubuh lainnya.

Seberapa umumkah scarlet fever?

Kondisi ini biasanya terjadi pada anak yang berusia 5-15 tahun. Perlu diketahui pula bahwa scarlet fever atau demam skarlet adalah penyakit infeksi pada anak yang tergolong serius.

Silakan diskusikan dengan dokter anak Anda untuk informasi lebih lanjut mengenai pencegahan yang dapat dilakukan.

Apa saja tanda dan gejala scarlet fever pada anak?

Ruam atau kemerahan pada tubuh anak adalah gejala utama dari scarlet fever atau demam skarlet.

Biasanya, ruam dimulai di area tubuh anak seperti leher, wajah, dada, punggung, dan area tubuh lainnya.

Pada bagian lipatan tubuh seperti siku, ketiak, dan selangkangan, ruam akan membentuk guratan merah.

Berikut beberapa tanda dan gejala lainnya dari scarlet fever yang terjadi pada anak, yaitu:

  • Demam pada anak mencapai suhu 38,3 °C atau lebih tinggi.
  • Demam yang disertai tubuh menggigil.
  • Tenggorokan terasa sakit dan merah disertai bercak putih atau kekuningan.
  • Kesulitan menelan.
  • Adanya bintik-bintik atau lapisan putih di bagian lidah.
  • Kelenjar getah bening di area leher membesar.
  • Mual yang disertai dengan muntah.
  • Sakit kepala.

Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala awal scarlet fever atau demam skarlet adalah saat mengalami infeksi kulit seperti impetigo.

Saat mengalami gejala infeksi kulit ini, anak tidak merasakan sakit tenggorokan.

Membedakan demam scarlet dengan campak

Meskipun pada awalnya scarelet fever atau demam skarlet terlihat seperti campak, tetapi kondisi ini dapat dibedakan dengan gejala penyakitnya.

Sebagai contoh, gejala campak selalu disertai dengan batuk pilek, konjungtivitis atau radang mata, dan dokter menemukan bercak koplik.

Sedangkan pada demam scarlet, gejala yang menyertai adalah nyeri tenggorokan.

Tidak hanya itu saja, ciri-ciri ruamnya pun cukup berbeda. Pada campak, ruam akan muncul dari belakang telinga sedangkan ciri-ciri ruam pada scarlet fever muncul di leher.

Kapan anak harus periksa ke dokter?

Anda harus segera bertemu dokter jika anak memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Demam lebih dari 38,9 derajat Celcius.
  • Peradangan pada leher.
  • Ruam merah.
  • Sakit perut dan mengalami muntah.
  • Sakit kepala yang cukup parah.

Kemungkinan ada tanda­ dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran dengan gejala tertentu pada anak, konsultasikanlah dengan dokter.

Apalagi, setiap anak mempunyai kondisi tubuh yang berbeda-beda.

Apa penyebab scarlet fever pada anak?

Penyebab utama terjadinya scarlet fever pada anak adalah infeksi bakteri yang sama dengan kondisi radang tenggorokan, yaitu Streptococcus grup A.

Bakteri jenis ini dapat melepaskan toksin atau racun yang mengakibatkan munculnya ruam serta lidah kemerahan.

Anda perlu berhati-hati karena demam scarlet ini masuk ke dalam kategori penyakit menular. Infeksi dapat menyebar melalui droplet (percikan ludah) saat anak batuk atau bersin.

Masa inkubasi dari bakteri ini berlangsung selama 2 hingga 4 hari. Maka dari itu, ada kemungkinan anak yang terinfeksi awalnya tidak terlihat sakit.

Apa yang meningkatkan risiko scarlet fever?

Anak-anak berusia 5 sampai 15 tahun lebih rentan untuk mengalami penyakit ini daripada kelompok usia lainnya.

Kuman atau bekteri yang menyebabkan demam scarlet dapat menyebar dengan mudah.

Apalagi, kalau anak mengalami kontak langsung atau berdekatan dengan teman-teman atau anggota keluarga lainya.

Perlu diingat bahwa tidak ada faktor risiko bukan berarti anak akan terhindar demam skarlet. Setiap orang dapat terinfeksi karena tergolong mudah menyebar.

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi?

Apabila scarlet fever tidak ditangani dengan baik, hal yang bisa terjadi adalah bakteri menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti:

  • Amandel
  • Paru-paru
  • Ginjal
  • Darah
  • Telinga bagian tengah

Tidak hanya itu saja, terkadang demam skarlet ini juga dapat mengakibatkan demam rematik serta kondisi serius lainnya yang memengaruhi jantung, sendi, sistem saraf, dan kulit.

Apa pengobatan untuk scarlet fever?

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter mendiagnosis berdasarkan kondisi dan pemeriksaan klinis. Maka dari itu, dokter akan melakukan swab tenggorokan untuk menentukan jenis bakteri dalam tenggorokan anak.

Saat dokter sudah memastikan bahwa anak mengalami scarlet fever atau demam scarlet, maka ia akan meresepkan antibiotik seperti penisilin atau amoksisilin.

Obat ini perlu diminum selama 10 hari atau sampai habis untuk menyembuhkan infeksi serta mencegah bakteri menyebar ke orang lain.

Diperlukan waktu hingga beberapa minggu agar pembengkakan amandel dan kelenjar kembali normal.

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi demam scarlet?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi scarlet fever pada anak, seperti:

  • Berikan makanan yang mudah ditelan seperti bubur atau sup hangat. Anda juga bisa memberikan jus atau es krim.
  • Siapkan air garam hangat untuk membantu mengurangi sakit tenggorokan pada anak.
  • Pastikan asupan cairan seperti air putih tetap terpenuhi agar tenggorokan lembap dan mencegah dehidrasi.
  • Berikan ibuprofen atau parasetamol untuk meredakan demam dan nyeri.
  • Gunakan pelembap udara untuk menghindari udara kering yang mengiritasi tenggorokan.
  • Pastikan anak di atas usia 4 tahun mengisap tablet pelega sakit tenggorokan.

Sampai sekarang, belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya scarlet fever pada anak.

Maka dari itu, pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah mengajarkan anak menjaga kebersihan.

Sebagai contoh, anak sudah tahu bagaimana mencuci tangan yang benar serta menutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik kondisi kesehatan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Dari mulai sinusitis hingga gangguan mata bisa menyebabkan Anda merasakan sakit kepala di belakang mata. Apa lagi penyebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun selama seharian ia beraktivitas. Lantas, berapa suhu tubuh normal yang seharusnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kurang asupan makanan

7 Ciri-Ciri pada Tubuh yang Menandakan Anda Kurang Asupan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan saat amandel bengkak

Anjuran Makanan dan Pantangan Saat Amandel Membengkak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit