Sering Disepelekan, Cacingan Bisa Menghambat Pertumbuhan Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cacingan merupakan salah satu penyakit yang masih banyak diderita oleh anak-anak. Masih ingat dengan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat, Papua yang baru-baru ini terjadi? Nah, salah satu penyebabnya adalah cacingan yang banyak diderita oleh anak-anak suku Asmat. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa cacingan berpengaruh pada gizi serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Sayangnya, cacingan pada anak masih dianggap hal sepele oleh kebanyakan orang.

Dampak cacingan pada kesehatan dan pertumbuhan anak

Karena biasanya dampak penyakit cacingan tidak terlihat secara langsung, penyakit cacingan sering dianggap sepele. Padahal dalam jangka panjang, cacingan dapat menyebabkan anemia pada anak, bahkan gizi buruk.

Cacing yang masuk ke tubuh anak akan bersarang di usus. Cacing yang hidup di usus ini kemudian akan berkembang biak, sehingga jumlahnya akan terus bertambah. Sayangnya, adanya cacing dalam usus anak tidak memunculkan gejala atau infeksi secara langsung, sehingga Anda sebagai orangtua mungkin tidak mengetahui kalau anak diam-diam cacingan.

Lama-lama, cacingan memang dapat memunculkan gejala seperti perut membesar, nafsu makan anak hilang, berat badan turun, muntah, insomnia, dan napas tidak teratur.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, satu ekor cacing yang ada di usus anak dapat mengisap darah dan zat gizi, seperti karbohidrat dan protein. Cacing gelang dapat mengisap karbohidrat sebanyak 0,14 gram dan protein sebanyak 0,035 gram. Cacing cambuk dapat menghisap darah sebanyak 0,005 ml, sedangkan cacing tambang dapat mengisap darah sebanyak 0,2 ml.

Sekilas memang jumlah ini terlihat kecil. Namun, jika ada banyak cacing di usus anak dalam waktu lama tentu jumlah tersebut akan meningkat dan merugikan anak. Anak bisa kekurangan darah dan kekurangan gizi karena cacingan. Kekurangan gizi di masa kanak-kanak tentu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak mungkin akan terlihat kurus dan lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya karena kekurangan gizi dalam waktu lama.

Bagaimana cara mencegah cacingan pada anak?

Anak bisa kena cacingan karena lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk. Cacing bisa masuk ke kuku anak dan saat anak memasukkan jarinya ke mulut, cacing-cacing tersebut bisa masuk ke tubuh anak dan berkembang biak di usus.

Cacing dalam bentuk telur cacing juga bisa masuk ke tubuh anak setelah bermain di tempat kotor atau setelah makan makanan yang terinfeksi cacing. Cacing dan telurnya mampu bertahan hingga dua minggu tanpa adanya makanan.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

  • Biasakan anak cuci tangan setelah bermain, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah makan
  • Potong kuku anak secara teratur
  • Jangan biarkan anak mengisap jempol atau jarinya
  • Beri anak obat cacing setiap enam bulan sekali secara rutin
  • Bersihkan toilet dan kamar tidur anak secara teratur

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala, S.Gz
makanan pertama bayi

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Imbauan penggunaan masker saat bepergian berlaku untuk siapa pun, termasuk anak. Apa saja aturan yang harus diperhatikan ketika anak memakai masker?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
sistem imun menurun
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit