Sering Disepelekan, Cacingan Bisa Menghambat Pertumbuhan Anak

Cacingan merupakan salah satu penyakit yang masih banyak diderita oleh anak-anak. Masih ingat dengan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat, Papua yang baru-baru ini terjadi? Nah, salah satu penyebabnya adalah cacingan yang banyak diderita oleh anak-anak suku Asmat. Hal ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa cacingan berpengaruh pada gizi serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Sayangnya, cacingan pada anak masih dianggap hal sepele oleh kebanyakan orang.

Dampak cacingan pada kesehatan dan pertumbuhan anak

Karena biasanya dampak penyakit cacingan tidak terlihat secara langsung, penyakit cacingan sering dianggap sepele. Padahal dalam jangka panjang, cacingan dapat menyebabkan anemia pada anak, bahkan gizi buruk.

Cacing yang masuk ke tubuh anak akan bersarang di usus. Cacing yang hidup di usus ini kemudian akan berkembang biak, sehingga jumlahnya akan terus bertambah. Sayangnya, adanya cacing dalam usus anak tidak memunculkan gejala atau infeksi secara langsung, sehingga Anda sebagai orangtua mungkin tidak mengetahui kalau anak diam-diam cacingan.

Lama-lama, cacingan memang dapat memunculkan gejala seperti perut membesar, nafsu makan anak hilang, berat badan turun, muntah, insomnia, dan napas tidak teratur.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, satu ekor cacing yang ada di usus anak dapat mengisap darah dan zat gizi, seperti karbohidrat dan protein. Cacing gelang dapat mengisap karbohidrat sebanyak 0,14 gram dan protein sebanyak 0,035 gram. Cacing cambuk dapat menghisap darah sebanyak 0,005 ml, sedangkan cacing tambang dapat mengisap darah sebanyak 0,2 ml.

Sekilas memang jumlah ini terlihat kecil. Namun, jika ada banyak cacing di usus anak dalam waktu lama tentu jumlah tersebut akan meningkat dan merugikan anak. Anak bisa kekurangan darah dan kekurangan gizi karena cacingan. Kekurangan gizi di masa kanak-kanak tentu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak mungkin akan terlihat kurus dan lebih pendek dibandingkan anak lain seusianya karena kekurangan gizi dalam waktu lama.

Bagaimana cara mencegah cacingan pada anak?

Anak bisa kena cacingan karena lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk. Cacing bisa masuk ke kuku anak dan saat anak memasukkan jarinya ke mulut, cacing-cacing tersebut bisa masuk ke tubuh anak dan berkembang biak di usus.

Cacing dalam bentuk telur cacing juga bisa masuk ke tubuh anak setelah bermain di tempat kotor atau setelah makan makanan yang terinfeksi cacing. Cacing dan telurnya mampu bertahan hingga dua minggu tanpa adanya makanan.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

  • Biasakan anak cuci tangan setelah bermain, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah makan
  • Potong kuku anak secara teratur
  • Jangan biarkan anak mengisap jempol atau jarinya
  • Beri anak obat cacing setiap enam bulan sekali secara rutin
  • Bersihkan toilet dan kamar tidur anak secara teratur

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru