Benarkah Semakin Cepat Anak Makan Gluten, Makin Berisiko Terkena Celiac?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Gluten adalah protein dari padi-padian, gandum, dan serealia. Protein ini membentuk jaringan lengket seperti lem yang berfungsi menjaga bentuk makanan. Di dalam tubuh, gluten berperan sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri sehat di usus. Walaupun menyehatkan, studi menunjukkan bahwa anak yang lebih awal makan gluten berisiko terkena penyakit celiac. Bagaimana bisa?

Risiko penyakit celiac pada anak yang makan gluten

Ada banyak makanan yang mengandung gluten, contohnya gandum hitam, gandum, pasta, roti, jelai (barley), sereal, dan beragam jenis kue. Makanan ini bisa dikonsumsi anak untuk sarapan, makan siang, ataupun camilan. Mengonsumsi makanan gluten dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.

Namun, sebuah studi pada jurnal American Medical Association menyebutkan bahwa semakin cepat anak makan gluten, akan semakin berisiko pula anak terkena penyakit celiac.

Menurut Mayo Clinic, penyakit celiac merupakan reaksi sistem imun yang salah mengenali gluten sebagai zat yang mengancam tubuh sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, diare atau sembelit, perut kembung, mulas, serta mual dan muntah.

Tanpa perawatan, usus bisa mengalami kerusakan dan menyebabkan komplikasi serius, seperti kekurangan gizi dan menurunnya kepadatan tulang.

Studi yang dilakukan oleh American Medical Association mengamati 6.605 bayi baru lahir hingga usia 5 tahun yang mengonsumsi makanan mengandung gluten. Pengamatan yang dilakukan selama 6 tahun ini menunjukkan bahwa 1.216 anak berisiko tinggi terkena celiac dan 450 anak sudah terkena celiac.

Sebagian besar kasus ini terjadi pada anak yang berusia 2 sampai 3 tahun. Risiko celiac pun semakin besar bila konsumsi gluten diperbanyak. Berdasarkan rentang usia, periset menyimpulkan bahwa risiko celiac kemungkinan besar meningkat jika anak banyak makan gluten di usia yang lebih muda.

Risikonya hanya terjadi pada anak dengan kondisi tertentu

anak kurang mineral kekurangan mineral pada anak

Meski penelitian menunjukkan hasil demikian, peningkatan risiko nyatanya tidak berdampak pada semua anak. Menurut Gina Posner, seorang dokter anak di Memorial Care Orange Coast Medical Center, risiko celiac yang meningkat terjadi pada anak yang mewarisi gen pembawa penyakit celiac dan diabetes tipe 1.

Saat anak yang memiliki gen penyakit celiac makan makanan mengandung gluten dalam jumlah banyak, tubuhnya akan mulai membentuk antibodi. Sayangnya, antibodi yang dihasilkan berlebihan sehingga menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko penyakit celiac.

Begitu juga dengan anak pembawa gen diabetes tipe 1. Penyakit ini menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup sehingga menyebabkan kadar gula darah naik di atas batas normal.

Studi pada Italian Journal of Pediatric melaporkan bahwa anak yang memiliki diabetes tipe 1 memiliki risiko penyakit celiac lebih tinggi ketimbang anak yang tidak punya diabetes tipe 1. Bila diperkirakan, 5 hingga 10% anak dengan diabetes tipe 1 juga memiliki penyakit celiac.

Lantas, apakah memberi anak makan gluten lebih awal berisiko terkena penyakit celiac? Masih dibutuhkan penelitian lebih luas untuk mendapatkan jawaban pastinya.

Pasalnya, penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya fokus pada anak-anak dengan pembawa gen penyakit celiac dan diabetes tipe 1. Penelitian belum melakukan pengamatan lebih dalam pada anak-anak yang tidak membawa gen tersebut.

Apa yang perlu dilakukan orangtua?

diet gluten free untuk anak-anak

Anak-anak membutuhkan banyak nutrisi, termasuk yang berasal dari makanan mengandung gluten, seperti gandum dan biji-bijian. Selain menjaga kesehatan sistem pencernaan, anak-anak yang makan gluten ternyata menurunkan risiko anak dari kekurangan nutrisi.

Anda perlu memerhatikan usia yang tepat sebelum memberinya makanan mengandung gluten, yakni ketika anak sudah bisa mengonsumsi makanan padat. Jika Anda mendapati anak mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan mengandung gluten, segera periksa ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . 4 mins read

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . 5 mins read

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 14 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 mins read
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 6 mins read
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 8 mins read