backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

7 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/11/2023

7 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Apakah si Kecil diare? Jika ya, jangan panik. Jika usianya masih di bawah atau sekitar 6 bulan, langkah tepat untuk mengatasi diare pada bayi adalah dengan tetap menyusuinya. Kendati demikian, ibu menyusui perlu memperhatikan asupan makanannya agar tidak memperparah kondisi si Kecil. Lantas, makanan apa yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare atau mencret?

Makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber makanan dan cairan utama bagi bayi di bawah usia 6 bulan. Namun, manfaatnya bukan sekadar sebagai sumber makanan.

ASI mengandung antibodi yang bisa meningkatkan sistem imun bayi agar ia lebih kebal dan cepat sembuh dari penyakit.

ASI memiliki semua manfaat tersebut dari apa yang Anda makan setiap hari. Setiap nutrisi atau zat yang ada dalam makanan sang ibu terserap ke dalam ASI dan akhirnya masuk ke tubuh bayi.

Itulah kenapa tidak semua makanan sebetulnya baik untuk dikonsumsi ibu menyusui saat bayi diare.

Beberapa zat atau nutrisi tertentu yang masuk lewat ASI dan belum dapat dicerna baik oleh perut bayi dikhawatirkan dapat memperburuk diare yang dialami bayi.

Apalagi jika makanan tersebut dikenal rentan memicu gejala alergi atau intoleransi. Alergi makanan menandakan bahwa sistem imun bereaksi secara berlebihan pada suatu zat dari makanan.

Umumnya pantangan makanan untuk ibu menyusui saat bayi diare, antara lain sebagai berikut.

1. Susu kemasan

berhenti minum susu

Susu sapi atau kambing dapat diolah menjadi susu kemasan. Sayangnya, jenis makanan ini sangat umum memicu alergi atau intoleransi pada bayi.

Oleh karena itu, susu kemasan yang mengandung susu sapi atau kambing idealnya termasuk makanan yang harus dihindari ibu menyusui, baik saat bayi diare tapi juga ketika ia sehat.

Intoleransi pada susu kemasan disebabkan oleh kandungan laktosa di dalamnya. Laktosa adalah gula alami pada susu sapi.

Intoleransi laktosa terjadi akibat tubuh tidak memiliki enzim yang bertugas untuk mencerna suatu zat dari makanan.

Sementara alergi susu disebabkan oleh tubuh yang memproduksi antibodi non IgE yang akhirnya menimbulkan masalah pencernaan, seperti muntah atau diare.

2. Yoghurt

Sama seperti susu kemasan, yoghurt juga merupakan produk turunan dari susu sapi atau kambing.

Bedanya, yoghurt dibuat melalui proses fermentasi dengan mencampur susu dan bakteri baik.

Proses tersebut sebenarnya dapat memecah laktosa menjadi asam laktat, sehingga membuat kadar laktosa di dalam susu berkurang.

Hal ini pun bisa menurunkan risiko terjadinya intoleransi laktosa pada bayi setelah minum ASI dan memicu diare.

Namun, untuk memastikan keamanan kondisi bayi, yoghurt termasuk makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare. 

Jika ingin mengonsumsi yoghurt, sebagai gantinya ibu bisa memilih yoghurt nabati (terbuat dari tanaman) yang tidak mengandung laktosa.

3. Keju

Selain yoghurt, produk turunan dari susu sapi atau kambing lainnya yang perlu dihindari oleh ibu menyusui adalah keju.

Sama seperti yoghurt, keju juga dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri baik. Bedanya, keju umumnya memiliki kadar laktosa yang lebih rendah dari yoghurt.

Meski demikian, keju juga termasuk makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ini bertujuan untuk mencegah risiko timbul reaksi alergi berupa diare pada bayi akibat ikut mengonsumsi kandungan keju di dalam ASI.

4. Kacang kedelai

Fitoestrogen

Selain produk susu, makanan yang umumnya harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare adalah kacang kedelai.

Tidak cuma dalam bentuk kacang kedelai utuh, tapi juga bentuk olahannya seperti susu kedelai, tempe, tahu, atau makanan olahan lainnya.

Sama seperti alergi susu, beberapa bayi juga memproduksi antibodi non IgE bila di tubuhnya ada protein kacang kedelai.

5. Makanan mentah

Studi dalam Korean Journal of Pediatrics tahun 2017 menyebutkan bahwa makanan mentah masuk dalam deretan makanan yang harus dihindari ibu menyusui, terlebih saat bayi mencret.

Makanan mentah bisa saja masih mengandung sedikit kuman yang dapat menjadi sumber infeksi dan penyebab diare.

Ini dapat meningkatkan risiko sang ibu mengalami keracunan makanan yang kemudian bisa memengaruhi proses pemberian ASI pada bayi.

Pada kasus langka, keracunan makanan pada bayi menyebabkan septikemia (keracunan darah akibat bakteri masuk ke dalam aliran darah). Bakteri ini bisa mencapai ASI dan membahayakan kondisi bayi yang sedang diare.

Contoh makanan mentah yang harus dihindari saat menyusui bayi yang masih diare adalah karedok, trancam, asinan sayur, hingga sushi dan sashimi.

6. Kafein

Makanan dan minuman yang mengandung kafein juga harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Pada studi yang sama dengan di atas dijelaskan bahwa kafein dalam minuman seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat mengalir ke dalam ASI sebanyak 1% dari jumlah kafein total.

Efek buruk pada bayi mungkin terjadi bila kopi diminum lebih dari dua hingga tiga cangkir sehari dan teh tiga hingga empat cangkir sehari.

7. Alkohol

Kebiasaan minum alkohol selama menyusui bayi pun harus diperhatikan. Pasalnya, alkohol juga bisa mengalir ke dalam ASI dan mungkin memperburuk gejala diare pada bayi.

Kandungan alkohol dalam ASI dapat bertahan selama 2 hingga 3 jam setelah Anda mengonsumsinya.

Untuk itu, tidak disarankan bagi ibu untuk mengonsumsi alkohol selama menyusui, terlebih saat bayi sedang mengalami diare atau mencret.

Tips menemukan makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare

Selain daftar di atas, Anda juga perlu memperhatikan apakah ada makanan tertentu yang menjadi penyebab diare pada bayi. Untuk memastikan makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare, Anda bisa melakukan beberapa langkah sederhana ini.
  • Kenali dan amati gejala diare pada bayi setelah menyusu dan jenis makanan apa yang Anda konsumsi sebelumnya.
  • Ingat dan catat makanan yang dicurigai memicu diare pada bayi.
  • Konsultasi kepada dokter untuk menemukan makanan pemicu diare pada bayi, sekaligus membantu Anda mencukupi nutrisi tertentu akibat pilihan makanan yang terbatas. Khususnya, asupan kalsium karena Anda sementara waktu tidak minum susu atau makan kacang kedelai.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/11/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan