Perkembangan Bayi 43 Minggu atau 10 Bulan 3 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 43 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu antara lain:

  • Berdiri sendiri dan tanpa berpegangan, sekitar 2 detik.
  • Berkata “dada” atau “mama”.
  • Bayi belajar berjalan dengan berpegangan pada orang atau benda di sekitarnya.
  • Menggenggam 2 benda dalam 1 tangan.
  • Mengambil benda kecil dengan jempol dan jari lainnya.

Kemampuan motorik kasar

Pada masa perkembangan bayi  43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, biasanya bayi bisa berdiri sendiri sekitar 2 detik.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi Anda masih terus belajar untuk berhasil mengucapkan kata “mama” dan “dada” dengan baik, pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu. Selain itu, si kecil sudah mampu berceloteh banyak hal, serta menirukan suara yang menarik baginya.

Kemampuan motorik halus

Pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, Anda akan melihat bayi makan dengan tangan sendiri, meski belum sepenuhnya rapi.

Di samping itu, Anda juga mungkin melihat si kecil memperhatikan dan meniru tindakan maupun perkataan yang Anda lakukan. Salah satu contohnya yaitu saat Anda sedang memandikan bayi, ia juga akan tertarik untuk ikut menyabuni tubuh Anda.

Sayangnya, bukan hanya tindakan dan perkataan baik yang si kecil tiru. Ada beberapa hal-hal lainnya yang mungkin tidak sebaiknya tidak ditiru oleh si kecil .

Kemampuan sosial dan emosional

Jika menirukan suatu suara sudah cukup dikuasainya, maka pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, si kecil masih harus belajar lagi untuk menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu?

Pada masa perkembangan 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, bayi akan dengan sengaja menjatuhkan benda. Tujuannya agar seseorang, mungkin Anda, akan mengambil kembali untuknya.

Bila bayi tampak bosan dengan permainan menjatuhkan barang ini, Anda bisa mencoba mengalihkan perhatian bayi dengan sesuatu yang sama menariknya, misalnya permainan cilukba.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, si kecil juga mungkin akan meniru perkataan atau tindakan yang kurang baik. Jadi ketika Anda memberi tahunya dengan nada yang agak tinggi, kemungkinan bayi juga akan melakukan hal yang sama.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menyampaikan hal-hal positif pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu. Sekalipun Anda ingin memberi tahu atas perilaku si kecil yang kurang baik, cobalah lakukan dengan cara yang sehalus mungkin.

Anda bisa berkata, “Kakak ingat kan tadi mama bilang jangan membuat lemari berantakan? Lebih baik sini sama mama, kita makan camilan, mau?” Setidaknya sampaikan perintah Anda tapi diikuti dengan solusi lainnya.

Perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini juga mungkin akan membuatnya mulai mengenali bahwa ciri fisik dirinya berbeda dengan orang lain. Anda bisa membantu si kecil untuk lebih mengenali nama dari setiap bagian tubuhnya dengan menyebutnya satu per satu, kemudian minta bayi untuk mengulanginya.

Kesehatan Bayi Usia 43 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter di minggu 43 atau 10 bulan 3 minggu?

Selama bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan khusus pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya dengan dokter, apabila ada masalah  perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, yaitu:

1. Pemberian antibiotik

Pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini, bayi mungkin terkena flu. Namun, Anda sebaiknya berhati-hati sebelum memberikan antibiotik. Antibiotik hanya efektif melawan bakteri, dan sama sekali tidak membantu melawan virus penyebab flu, dan banyak jenis penyakit pernapasan.

Jadi, jika bayi mengalami flu atau penyakit pernapasan, antibiotik mungkin tidak bisa membantu. Jika diberikan dengan tidak tepat, antibiotik dapat membuat bakteri lebih kebal terhadap pengobatan. Hal ini dapat menimbulkan masalah bila bayi membutuhkan obat yang dapat melawan bakteri.

Berikan antibiotik hanya sesuai instruksi dokter anak. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter. Menghentikan pengobatan terlalu dini tidak akan bisa menyembuhkan penyakit sepenuhnya dan malah bisa menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Jika bayi muntah tepat setelah minum antibiotik dan kebanyakan obat keluar dari dalam mulutnya, Anda boleh memberi satu dosis lagi untuk menggantikan dosisnya. Namun, jangan berikan dosis tambahan ini bila bayi muntah setelah sejam.

Setelah 1 jam kemudian biasanya sebagian besar obat telah terserap, dan memberikan dosis lain bisa mengakibatkan efek samping overdosis.

2. Sepatu untuk berjalan kaki di luar ruangan

Bayi akan lebih banyak berjalan di luar ruangan, sebagai salah satu perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu. Oleh karena itu, Anda perlu membelikannya sepatu bayi yang nyaman untuk digunakan.

Sepatu yang nyaman akan membantu melindungi kakinya saat berpijak di permukaan yang berisiko tidak aman, contohnya jalanan beton, berbatu, atau terdapat banyak kerikil.

Pilih juga sepatu bayi dengan bahan yang dapat membuat kaki si kecil tetap bernapas. Jangan lupa, ukurannya juga harus pas saat dipakai pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu?

Berbagai hal yang perlu diperhatikan pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu, antara lain:

1. Menggemeretak gigi

Sama seperti kebiasaan bayi menarik rambut atau mengisap jari, maka menggemeretak gigi sering kali merupakan cara menghilangkan stres atau rasa cemas bagi sebagian bayi. Sebenarnya, ada pula penyebab lain yaitu sekadar rasa ingin tahu

Terkadang bayi secara tidak sengaja menemukan cara bereksperimen dengan gigi barunya dan menikmati sensasi dan suaranya. Hal itu kemudian membuat bayi melakukannya sebagai kebiasaan.

Hanya saja, menggemeretak gigi kemungkinan dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi susu dan gigi permanen pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu.

Sebenarnya, tidak perlu khawatir berlebihan dengan kebiasaan bayi menggemeretak gigi. Umumnya beberapa saat kemudian, sensasi menyenangkan akan hilang dan bayi tidak lagi tertarik dengan suara yang timbul dari giginya.

Memberi perhatian sebelum tidur siang atau jam tidur malam bisa mengurangi frekuensi menggemeretak gigi, karena akan membantu bayi beristirahat. Pada kebanyakan kasus, kebiasaan ini akan hilang seiring meningkatnya kemampuan bayi dalam menangani masalah, dan sebelum terjadi kerusakan gigi bayi.

Jika Anda menemukan bahwa gemeretak gigi bayi menjadi semakin sering dan bukannya menghilang, sebaiknya konsultasikanlah kepada dokter anak atau dokter gigi.

2. Menggigit

Sebenarnya hal yang wajar bagi bayi untuk merasakan kemampuan giginya melalui tindakan menggigit pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu.

Hanya saja, bayi menggigit orang lain bisa menjadi kebiasaan buruk dan, semakin banyaknya gigi, menjadi bertambah sakit bagi “korbannya”.

Menggigit orang lain pada awalnya mungkin menyenangkan pada masa perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu. Si kecil mungkin sama sekali tidak tahu bahwa itu akan melukai orang lain.

Bayi menangkap ekspresi saat dia menggigit orang lain, merupakan hal yang menarik. Sebagai contoh, wajah Anda yang terkejut saat bayi menggigit bahunya terkejut dan diikuti teriakan “Aduh!”

Ekspresi tersebut justru semakin membuatnya ingin melakukan hal tersebut kembali. Hal ini karena saat perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini, ia menganggapnya sebagai hiburan atau tantangan untuk menjadi lebih mandiri, atau malah keduanya.

Pada perkembangan bayi 43 minggu atau 10 bulan 3 minggu ini, cara paling efektif untuk merespons gigitan bayi adalah dengan menjauhkan bayi dengan tenang. Lalu dengan tegas berkata “Kak, jangan gigit, ya”.

Kemudian, Anda dapat mengalihkan perhatiannya dengan kegiatan menarik lain, seperti bernyanyi, memberikan mainan, atau cara lainnya. Lakukan ini setiap kali bayi ingin atau sedang menggigit sesuatu.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 44 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . 6 menit baca

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Antibiotik digunakan untuk mencegah bakteri berkembang sekaligus mengatasi infeksi. Namun, apa yang terjadi jika seseorang mengalami resistensi antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca