Tahapan Perkembangan Emosi Bayi Usia 0-12 Bulan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/08/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, kebanyakan orangtua terlalu fokus pada perkembangan fisik bayi. Mulai dari kemampuan merangkak, berjalan, memegang barang, hingga berbicara. Padahal, perkembangan emosi bayi juga tak kalah penting untuk diperhatikan, lho. Pasalnya, inilah yang akan menentukan cara si kecil belajar mengatasi rasa takut, mengendalikan emosi, dan lebih percaya diri saat ia dewasa nanti. Yuk, kenali tahapan perkembangan emosi bayi pada ulasan berikut ini.

Tahapan perkembangan emosi bayi

Perkembangan emosi bayi tumbuh pesat pada tahun pertama kehidupannya. Hal ini disetujui oleh Rahil Briggs, Psy.D., seorang pimpinan program Healthy Steps di Montefiore Medical Center di New York. Ia mengungkapkan kepada Parents bahwa satu tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling penting dan paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Itulah mengapa Anda tak boleh menyepelekan tumbuh kembang bayi di tahun pertamanya ini. Yuk, kita kupas satu persatu tahapan perkembangan emosi bayi sejak dilahirkan sampai ulang tahun pertamanya.

0-3 bulan

perut bayi buncit

Pada masa ini, bayi Anda sedang belajar menunjukkan dua emosi dasar, yaitu kesal dan senang. Karena gerak fisiknya masih terbatas, ia menunjukkan emosinya tersebut hanya di saat-saat tertentu. Misalnya, saat si kecil lapar, ia akan menunjukkan emosinya dengan merengek atau menangis.

Memasuki usia dua bulan, bayi mulai lebih sering melihat benda-benda yang ada di sekitarnya. Di sinilah si kecil akan mulai merespon senyuman yang Anda berikan dengan senyuman pertamanya. Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan ini, ya!

Saat bayi senang, respon yang diberikan nyatanya tidak hanya sekadar senyuman saja, lho! Tanda-tanda si kecil sedang senang juga ditunjukkan dengan gerakan fisik lainnya yaitu membuka tangan lebar-lebar dan menggoyang-goyangkan kakinya.

Anda bisa melatih perkembangan emosi bayi pada tiga bulan pertamanya dengan sering-sering mengajaknya bicara. Lihat respon si kecil, biasanya ia akan membuka mulut dan matanya lebar-lebar. Anda akan melihat wajahnya yang menggemaskan saat ia mulai mengoceh minta diperhatikan.

4-7 bulan

lihat foto bayi wanita ingin cepat menikah

Di usia ini, sistem saraf bayi akan jadi semakin matang. Si kecil mulai bisa merespon balik hal-hal yang membuatnya senang atau kesal. Contohnya, bayi mulai bisa tertawa saat digelitik atau menangis kalau sudah merasa tidak nyaman.

Menariknya lagi, bayi mulai bisa membedakan wajah ayah dan ibunya, lho! Di sini ia mulai tahu kalau orang yang paling dekat dan bisa membuatnya aman adalah kedua orangtuanya.

Begitu ada orang lain yang mulai mendekati bayi Anda, biasanya si kecil akan merasa tidak nyaman dan langsung mencari perlindungan orangtuanya. Nah, disinilah Anda akan merasakan sifat bayi yang manja, bahkan sampai pilih-pilih orang yang boleh menggendongnya.

Di usia ini pula, bayi mulai banyak tengkurap dan merangkak. Ia akan semakin penasaran untuk menjangkau semua benda yang ada di sekitarnya. Ketika si kecil tidak bisa mendapatkannya, biasanya ia akan berteriak atau menjatuhkan benda yang ada di dekatnya karena kecewa.

Tenang, jangan buru-buru marah kalau Anda mengalaminya. Pasalnya, ini merupakan salah satu cara si kecil untuk mencari perhatian orangtua yang bisa merespon emosinya tersebut. Percayalah, pada akhirnya Anda justru akan tersenyum dan tertawa melihat tingkahnya. Apalagi kalau si kecil sudah mulai mengoceh dan menirukan apa yang Anda lakukan.

8-12 bulan

bayi bisa bicara

Memasuki usia 8 bulan menuju 12 bulan, perkembangan emosi bayi mulai pesat. Kini ia tak hanya kenal emosi senang, kesal, atau marah saja, tetapi juga rasa malu dan takut.

Banyak orang bilang, anak Anda takut atau pemalu karena Anda terlalu memanjakannya. Sebetulnya, ini tidak ada hubungannya, lho! Sebab, memang sudah sewajarnya anak mulai bisa merasa malu atau takut jika bertemu dengan orang asing di usia ini.

Bahkan, rasa cemas merupakan salah satu milestone atau pencapaian penting bagi perkembangan emosi bayi Anda. Jadi, jangan heran kalau si kecil jadi semakin manja menjelang ulang tahun pertamanya.

Anak biasanya akan semakin nempel dengan orangtuanya dan tidak ingin ditinggal, walaupun sekadar untuk pergi ke kamar mandi saja. Ya, bayi Anda sudah mulai bisa berkata “tidak”, bahkan mungkin sampai tantrum agar keinginannya dituruti. Terlebih lagi si kecil sudah mulai bisa merasa cemburu saat ada anak kecil lain yang mendekati Anda.

Perkembangan emosi bayi yang tidak stabil ini mungkin membuat Anda kewalahan. Namun, bagaimana pun juga suasana hati si kecil, tetaplah berada di sampingnya dan berikan pelukan yang hangat sesering mungkin. Tunjukkan padanya bahwa Anda menyayanginya dan memahami perkembangan emosinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Bermain Bersama Membuat Otak Bayi dan Orangtua Makin Terhubung

Bermain bersama bayi tidak hanya terasa menyenangkan, tapi juga bisa memperkuat ikatan emosional Anda dan buah hati. Ini penjelasan ilmiahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 16/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Usia Berapa Anak Mulai Belajar Berlari?

Sudah mampu berdiri dan berjalan sendiri, di usia berapa anak mulai akan belajar berlari? Dan bagaimana cara ortu bantu melatihnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 11/01/2020 . Waktu baca 5 menit

Idealnya, Berapa Kali Balita Buang Air Besar dalam Seminggu?

Tidak sedikit orangtua yang khawatir saat balitanya sering atau jarang BAB. Adakah patokan angka normal untuk balita buang air besar dalam sehari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 11/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 1-5 Tahun

Memahami perkembangan bahasa balita sangat penting untuk orangtua. Berikut tahap perkembangan bahasa balita usia 2-5 tahun yang lengkap.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 02/12/2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

meditasi jalan walking meditation

Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 6 menit
bayi suka ditiru

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 4 menit
frekuensi normal BAB bayi baru lahir

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit
rumah aman agar anak bebas bergerak

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit