Apakah Ibu Menyusui Perlu Banyak Minum Susu?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/08/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat menyusui, ibu masih membutuhkan banyak nutrisi. Bahkan, nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui bisa lebih tinggi dibandingkan saat dirinya hamil. Hal ini terjadi karena nutrisi banyak diperlukan untuk produksi ASI dalam tubuh ibu. Beberapa ibu mungkin minum susu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Tapi, apakah setiap ibu menyusui perlu minum susu?

Susu untuk ibu menyusui

Susu mengandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Beberapa ibu menyusui yang belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya, mungkin disarankan untuk minum susu. Ya, susu dapat menyumbang kalori tambahan, sehingga ibu menyusui dapat mencukupi kebutuhan kalorinya. Dalam segelas susu, Anda bisa mendapatkan protein, lemak, kalsium, yodium, zat besi, seng, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam folat, dan masih banyak lagi.

Namun, tidak semua ibu memerlukan susu saat menyusui. Susu bukan minuman wajib ibu menyusui. Susu hanya membantu ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya saat menyusui. Jika nutrisi ibu sudah bisa terpenuhi dari makanan sehari-hari yang ibu konsumsi, maka ibu menyusui tidak memerlukan susu.

Beberapa ibu pun mungkin mengalami masalah saat mengonsumsi susu. Bagi ibu menyusui yang tidak suka susu, minum susu mungkin bisa membuatnya mual. Beberapa ibu mungkin juga mengalami diare saat minum susu. Tapi, mungkin Anda akan lega setelah mendengar bahwa minum susu saat menyusui adalah sebuah pilihan.

Susu dapat menyebabkan alergi pada beberapa ibu

Susu saat menyusui mungkin bermanfaat bagi ibu menyusui yang membutuhkannya. Namun, juga bisa menjadi masalah jika ibu atau bayinya menunjukkan gejala alergi terhadap susu. Ya, gejala alergi susu juga bisa ditunjukkan oleh bayi Anda. Hal ini terjadi karena protein susu sapi yang ibu minum dapat terbawa ke tubuh bayi melalui ASI. Namun, tidak semua bayi bisa mengalami masalah ini.

Beberapa reaksi alergi yang dapat ditunjukkan bayi adalah:

  • Sering gumoh atau muntah
  • Bayi merasa sakit pada perutnya (perut bayi kembung atau bergas, atau bayi sering menarik lututnya ke atas perutnya)
  • Feses bayi berlendir atau berdarah
  • Feses bayi keras, sehingga bayi kesulitan buang air besar
  • Kulit bayi gatal, ruam kemerahan, dan juga bisa bengkak
  • Bayi diare
  • Bayi sembelit
  • Bayi mempunyai nafsu makan buruk

Kesimpulan

Jika bayi Anda menunjukkan gejala alergi susu, sebaiknya Anda hentikan konsumsi susu Anda. Setelah Anda berhenti mengonsumsi susu selama dua sampai empat minggu, lihatlah perbedaan yang ditunjukkan oleh bayi. Jika bayi menunjukkan perubahan yang membaik, mungkin benar gejala alergi yang ia alami adalah karena protein susu. Untuk memastikannya, sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter.

Bagi ibu menyusui yang tidak dapat mengonsumsi susu, artinya Anda harus mencukupi kebutuhan nutrisi Anda (terutama kalsium) dari makanan sehari-hari. Masih banyak makanan sumber kalsium lainnya selain susu (baca artikelnya di sini). Jika kebutuhan kalsium Anda belum juga dapat terpenuhi, Anda mungkin membutuhkan suplemen kalsium. Konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil suplemen kalsium.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

    Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 21/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

    Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 10/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

    Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Diare, Health Centers 09/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

    Ketika angka di timbangan anak balita tidak sesuai dengan usianya, minum susu penambah berat badan menjadi salah satu cara. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Parenting, Nutrisi Anak 05/04/2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    diet susu risiko diabetes

    Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    susu hangat susu dingin

    Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    ciri anak alergi susu sapi

    Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit
    minum susu intoleransi laktosa

    Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit