Perkembangan Bayi 22 Minggu atau 5 Bulan 2 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 22 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu?

Menurut  tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mengangkat kepalanya sendiri.
  • Duduk, meski masih perlu ditopang.
  • Menumpukan berat tubuhnya pada kaki.
  • Mampu menahan tubuhnya dengan dada saat dalam posisi telungkup.
  • Menggulingkan tubuhnya sendiri.
  • Berubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa lepas ketika Anda mengajaknya bercanda atau bicara.
  • Menjerit atau memekik.
  • Berubah suara seolah ingin mulai berbicara.
  • Memegang mainan maupun objek lain.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya.
  • Meraih benda-benda di sekitarnya.
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri maupun bersama orang lain saat diajak bercanda.
  • Mengenali tangannya sendiri.
  • Bermain dengan mainannya.

Kemampuan motorik kasar

Pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu ini, si kecil telah mampu menggunakan kakinya untuk menopang berat tubuh. Ia juga dapat bertahan pada posisi tengkurap, dengan menumpu beban di dada untuk melatih perkembangan bayi di usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

Pada masa ini, bayi mulai duduk sendiri meski masih perlu sandaran atau ditopang oleh tangan Anda. Bahkan, ia bisa bebas berganti posisi dari berdiri maupun berbaring, kemudian duduk sebagai cara melatih perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Selain dengan menangis, ketika memberi tahu Anda bahwa bayi menginginkan sesuatu, ia juga akan berceloteh dengan mengatakan “ooh” dan “aah” di perkembangan usia 22 minggu ini.

Kata-kata tersebut juga dapat diucapkan bayi saat Anda mengajaknya bayi bicara dan bercanda. Sekarang, tahap perkembangan bayi juga bisa mengubah suaranya seolah ingin mulai berbicara pada usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

Kemampuan motorik halus

Di usianya sekarang, perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu telah mampu mengerti dan memanfaatkan fungsi tangannya dengan baik.

Terbukti, ia bisa mengambil benda atau mainan yang berada di sekitarnya. Bahkan beberapa dari mereka sudah menunjukkan kemampuannya dalam menumpuk 2 kubus pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu ini.

Kemampuan sosial dan emosional

Si kecil mampu tersenyum sendiri maupun bersama orang yang mengajaknya bercanda. Selain itu, perkembangan bayi di usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu juga mulai tertarik untuk bermain dengan mainannya.

Bayi mungkin mulai menunjukkan tanda emosi pertama pada perkembangan usia 22 minggu, yaitu takut orang asing. Bayi bisa mendekat pada orang yang dikenalinya dan merasa cemas saat berada di sekitar orang asing dan mungkin menangis jika ada yang mendadak menyentuhnya.

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh membawa bayi ke tempat ramai di masa perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu. Mengajak bayi ke tempat ramai yang memungkinkan bertemu banyak orang dapat membantu melatih perkembangan bayi 22 minggu untuk berinteraksi dengan banyak orang, selain keluarga.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu?

Gunakan waktu makan dengan keluarga untuk berkomunikasi dengan bayi. Bayi akan senang melihat Anda makan sehingga bisa memicu perkembangan makannya untuk lebih bersemangat makan pula.

Pada perkembangan usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu ini, bayi bisa duduk sendiri dari posisi berbaring dengan menggunakan kedua tangannya. Meski bayi sudah bisa duduk sendiri, pastikan Anda tetap mengawasinya.

Jangan cemas jika bayi menangis saat digendong oleh kerabat jauh yang jarang ditemunya. Bawa bayi dekat dengan Anda dan tenangkan dengan menggendongnya di perkembangan 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

Beri tahu teman dan keluarga Anda untuk mendekati bayi dengan pelan dan lembut pada perkembangan usia 22 minggu. Si kecil sekarang juga lebih merasa ingin tahu dengan benda-benda di sekitarnya dan berusaha menggapainya, pastikan Anda menjauhkan benda-benda tajam dan berbahaya.

Kesehatan Bayi Usia 22 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan perkembangan bayi pada usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu ini.

Siapkan sejumlah pertanyaan untuk pemeriksaan bulan depan. Namun, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika anak mengalami masalah tertentu terkait perkembangan bayi 22 minggu yang tidak bisa ditunggu hingga kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu, mencakup:

1. Sembelit

Frekuensi bayi buang air besar pada perkembangan usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu bisa tergantung dari beberapa hal. Mulai dari waktu, makanan yang dikonsumsi, banyaknya aktivitas yang dilakukan, serta seberapa cepat tubuh bayi mencerna makanan.

Sembelit muncul ketika bayi mencoba menahan buang air besar. Si kecil mungkin mengalami sembelit jika muncul gejala seperti:

  • Kotoran bayi keras dan kering atau berdarah
  • Sudah lebih dari 3 hari bayi tidak buang air besar
  • Buang air besar membuatnya tidak nyaman atau rewel

Bila bayi hanya diberi ASI, ia sangat jarang terkena sembelit. Bicarakan dengan dokter jika pup bayi keras atau kering. Jika kondisi ini berlangsung beberapa hari dan disertai dengan gejala lain seperti mual atau kembung, bayi mungkin menderita kondisi lebih serius, seperti gangguan pencernaan.

Jika pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu, bayi hanya minum susu formula, maka ada kemungkinan hal ini bisa memicu sembelit. Beberapa merek susu tidak cocok dengan perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu. Tanyakan dokter jika Anda harus mengganti susu formula kepada bayi.

Sembelit juga bisa disebabkan oleh dehidrasi, sehingga Anda harus membiarkan bayi lebih banyak minum air untuk mengatasi masalah ini.

Cara-cara yang dapat membantu mengatasi pencernaan bayi

Di samping mengganti pola makan bayi, berikut ini beberapa tips untuk memperbaiki masalah pencernaan bayi pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu:

  • Kayuhkan kaki bayi dengan ringan saat ia sedang berbaring.
  • Pijat perut di bawah pusar dengan lembut tapi sedikit ditekan. Jika Anda merasa posisinya cukup sulit, tepuk-tepuk di posisi itu sebentar saja.
  • Jika Anda melihat bayi mengejan saat buang air besar, rendam bayi di dalam air hangat untuk membuat ototnya rileks.

Anda dapat menggunakan obat padat anal gliserin atau perangsang rektum bayi menggunakan termometer rektum yang dioleskan dengan minyak pelumas sebagai alat pengukur sementara.

Namun, pastikan obat ini telah mendapatkan persetujuan dari dokter untuk digunakan pada perkembangan bayi usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu. Jika sembelit tidak kunjung membaik, dokter mungkin menyarankan obat pencahar untuk bayi di masa perkembangan 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

2. Bayi pura-pura batuk

Sejak bulan ke-5, banyak bayi mulai menyadari bahwa orangtuanya adalah penggemar beratnya. Jadi, ketika dia menemukan bahwa batuk ringan akan menarik perhatian Anda, bayi akan sering melakukannya agar mendapatkan perhatian Anda.

Selama kesehatan dan batuk bayi tampak terkendali di masa perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu, Anda tidak perlu cemas. Bayi biasanya akan berhenti pura-pura batuk saat ia bosan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus diperhatikan pada perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu?

Berikut yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu:

1. Jadwal menyusui

Jika memungkinkan, usahakan untuk tetap memberikan ASI eksklusif sampai usia bayi genap 6 bulan. Pasalnya, selama masa 6 bulan sejak ia dilahirkan, ASI merupakan makanan sekaligus minuman yang terbaik untuk mendukung perkembangan bayi, termasuk di usia 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu.

Tak perlu harus selalu menyusui bayi secara langsung. Anda juga bisa memompa ASI dengan pompa ASI manual ataupun elektrik, kemudian menyimpannya di kantung maupun botol ASI.

Jadwal menyusui bayi di usia ini biasanya bisa sekitar 7-8 kali dalam sehari, dengan rentang waktu 2,5-3,5 jam untuk sekali menyusui.

2. Tidur siang bayi

Bayi di perkembangan usia 22 minggu biasanya tertidur 3-4 kali selama setidaknya sejam setiap hari. Meski begitu beberapa bayi mungkin akan kembali tidur 5-6 kali selama sekitar 20 menit pada satu waktu.

Bahkan ada pula bayi dengan jam tidur hanya dua kali tapi dalam waktu lama. Masing-masing bisa mencapai sekitar 1,5-2 jam setiap kali  tidur. Secara umum Anda bisa mencoba meningkatkan kualitas tidur pada masa perkembangan bayi 22 minggu atau 5 bulan 2 minggu dengan cara:

  • Menyiapkan tempat yang nyaman bagi bayi untuk tidur.
  • Jaga suhu ruangan yang membuat nyaman bayi, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, dan pastikan anak berpakaian yang tepat.
  • Tidur tepat waktu. Jangan menidurkan bayi sebelum makan saat perut kosong, saat popok bayi basah dan perlu diganti, saat tamu datang, ada keributan atau apapun yang menurut Anda membuat bayi tidak bisa tidur lelap.

Jika bayi sering tampak rewel, hal ini mungkin karena bayi tidak cukup tidur atau tidur lelap hanya dalam waktu singkat. Namun, bila bayi hanya tidur sebentar tapi merasa baik-baik saja alias cenderung tidak rewel, mungkin ia termasuk bayi yang tidak butuh banyak waktu tidur.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 23 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . 4 menit baca

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ketika bayi sering mengejan akibat sembelit, perlu segera dilakukan upaya untuk kembali melancarkan pencernaan agar tidak menyebabkan dampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca