Perkembangan Bayi 1 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 1 Minggu

Setelah melahirkan, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk merawat bayi dengan baik. Tidak hanya mendapatkan asupan ASI, ada beberapa hal lainnya yang perlu Anda ketahui di minggu awal kehadiran bayi baru lahir. Agar tidak asal menebak, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui mengenai perkembangan bayi di usia 1 minggu. Simak penjelasannya berikut ini!

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 1 minggu?

Apabila dialami secara langsung, hal yang paling dirasakan orangtua dalam perkembangan bayi usia 1 minggu adalah mengenali kebiasaannya. Bayi akan lebih banyak tidur tetapi juga terjaga ketika merasa haus dan butuh asupan ASI.

Walaupun belum bisa melihat dan mendengar secara maksimal, ia pun juga bisa merasa tidak tenang di ruangan yang berisik. Maka dari itu, sebisa mungkin ciptakan ketenangan untuk Anda beserta bayi baru lahir.

Menurut salah satu tes skrining perkembangan anak yaitu Denver II, pada umumnya tahap perkembangan bayi baru lahir tidak bisa disamakan secara merata.

Namun, ada beberapa hal mengenai perkembangan bayi di usia 1 minggu yang bisa dijadikan patokan ketika sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Hampir mampu melakukan gerakan tangan dan kaki yang sama dan berulang, meski belum begitu lancar.
  • Hampir dapat mengangkat kepalanya, meski belum begitu lancar.
  • Bersuara dengan menangis.
  • Mampu memandang wajah orang di sekitarnya.

Berat badan bayi yang baru lahir umumnya sekitar 3,5 kg dan tinggi atau panjang bayi rata-rata 50 cm. Meski demikian, berat badan bayi yang baru lahir sebenarnya bisa beragam antara 2,5-4 kg dan panjang antara 48-51 cm.

Apabila pertumbuhan bayi belum mencapai angka rata-rata di atas, Anda tidak perlu terlalu cemas, selama perkembangan gerak bayi di usia 1 minggu masih normal.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah merencanakan pola makan sehat dan membesarkan si kecil dengan penuh kasih sayang di perkembangan usia 1 minggu dan seterusnya.

Apalagi, diperlukan 8 hingga 12 kali waktu menyusui atau setiap 1 hingga 3 jam sekali untuk bayi yang baru lahir.

Kemampuan motorik kasar

Di masa perkembangan bayi 1 minggu ini, Anda dan pasangan baru saja resmi sebagai orangtua. Perasaan yang muncul campur aduk, tapi tentu saja rasa bahagia dominan di dalamnya.

Nah, pada perkembangan di usia 1 minggu ini. Si kecil mungkin terlihat sedikit aneh dengan lengan dan kaki yang tidak sepenuhnya terulur.

Jangan khawatir, kondisi ini termasuk normal. Setelah 9 bulan berada di dalam janin, bayi Anda memerlukan waktu untuk meregangkan otot.

Anda juga mungkin akan melihat perkembangan pergerakan yang sama pada tangan dan kaki bayi usia 1 minggu. Jadi setiap kali ia menggerakkan lengan tangannya, kakinya biasanya juga akan ikut bergerak.

Sedikit demi sedikit, bayi dapat mengangkat kepalanya sendiri pada perkembangan di usia 1 minggu ini. Namun, kontrol bayi atas kepalanya sendiri masih sangat kurang, sehingga membuat perkembangan motorik bayi belum begitu lancar.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Perkembangan bayi usia 1 minggu dalam hal komunikasi dan bahasa masih sangat minim. Itulah mengapa si kecil hanya dapat menangis untuk menunjukkan keinginannya.

Misalnya saat popok bayi basah karena buang air kecil maupun besar, atau ketika lapar dan ingin menyusu. Tahap perkembangan bahasa bayi ini memang berawal dari menangis. Hal ini merupakan respon dari lingkungannya.

Kemampuan motorik halus

Jika motorik kasar merupakan kemampuan gerakan tubuh yang melibatkan otot-otot besar, motorik halus justru sebaliknya. Kemampuan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan koordinasi gerakan tangan bayi.

Di usia 1 minggu ini, perkembangan kemampuan motorik halus yang bisa dilakukan bayi yakni menggerakkan lengan tangannya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gerakan tangan ini juga dilakukan bersamaan dengan gerakan kaki.

Kemampuan sosial dan emosional

Perkembangan kemampuan sosial dan emosional bayi di usia 1 minggu setelah lahir yaitu dapat memandang wajah orang-orang di sekitarnya dan memberikan senyum spontan. Apalagi kepada orang yang selalu berada didekatnya atau merawatnya.

Walaupun di usia ini tahap perkembangan emosi bayi masih sebatas kesal dan senang, setidaknya ia sudah mampu memperlihatkan di saat tertentu.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 1 minggu?

Pada perkembangan di usia 1 minggu ini, si kecil masih sulit membiasakan diri dengan apa pun di sekitarnya. Bayi Anda perlu waktu untuk terbiasa dengan dunia baru.

Disarankan untuk menjaga bayi tetap hangat dengan menyelimuti bayi di minggu pertama.

Gendong bayi dekat dengan dada Anda untuk membentuk ikatan batin di perkembangan bayi 1 minggu. Kontak kulit dan kehangatan dari Anda akan membuat bayi merasa aman.

Detak jantung ibu juga akan membantu menenangkan si kecil selama masa perkembangan di usia 1 minggu sampai beberapa minggu ke depan.

Lakukan hal ini setiap kali Anda memelukmenciummenggendong, dan menyusui bayi yang benar untuk mendukung perkembangannya di umur 1 minggu. Hal ini juga merupakan cara agar bayi merasa lebih tenang.

Kesehatan Bayi Usia 1 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter pada minggu 1?

Sesaat setelah ia lahir, bayi akan diperiksa kesehatan dan perkembangannya. Anda harus mengatakan pada dokter jika bayi mengalami gejala seperti sakit kuning atau jamur di mulut.

Kebanyakan bayi yang baru lahir, termasuk sampai usia 1 minggu, rentan terkena masalah kesehatan ini sehingga Anda tidak perlu cemas berlebihan.

Namun, tindakan terbaik adalah membawa bayi Anda ke dokter yang akan memeriksa, mendiagnosis, dan memberikan perawatan yang tepat. Hal ini bertujuan untuk mencegah hal buruk yang mungkin terjadi pada perkembangan bayi 1 minggu.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 1 minggu?

Di masa perkembangan si kecil di usia 1 minggu ini, umumnya orangtua baru akan cemas dan sedikit kewalahan dalam menjaga atau merawat bayi. Akan tetapi jangan khawatir, ini umum dan normal.

Nantinya Anda juga akan terbiasa merawat bayi. Tidak hanya mengikuti keinginan bayi, Anda pun juga dapat memberikan kedisiplinan dengan cara sendiri namun tetap mengikuti apa yang disarankan oleh dokter.

Jadi, jangan biarkan rasa cemas mengganggu Anda selama perkembangan si kecil di usia 1 minggu ini.

1. Mengganti popok

Cara mengganti popok pada sebagian besar bayi sering kali sama. Akan tetapi, dalam sejumlah kasus, ada cara lain untuk mengganti popok. Anda harus fleksibel dan memilih cara paling nyaman untuk Anda dan bayi.

Mungkin terasa tidak nyaman untuk kali pertama, terutama di perkembangan bayi 1 minggu. Namun, seiring berjalannya waktu Anda pun akan bisa mengganti popok di ruangan gelap, meskipun sambil setengah tertidur atau mengantuk.

Perhatikan pula apakah popok yang dipakai apakah akan menimbulkan iritasi atau tidak. Sediakan krim yang bisa menghilangkan ruam agar bayi tidak merasa terganggu. Selain itu, Anda perlu mengganti popok secara rutin yaitu 3-4 jam sekali.

2. Memandikan bayi

Pada masa perkembangan di usia 1 minggu ini, Anda bisa memandikan bayi setelah mengganti popok dan menyusui. Tidak harus memandikan bayi Anda setiap hari.

Namun dalam beberapa minggu pertama, Anda perlu memandikan bayi 2-3 kali seminggu.

Gunakan handuk dan bersihkan bagian yang penting seperti wajah, leher, lengan, dan pantat setiap hari. Anda bisa memandikan bayi jam berapapun dalam satu hari.

Bila bayi Anda terlalu rewel, mandi di malam hari akan membantu menenangkan bayi Anda sebelum tidur. Namun sebaiknya, gunakan air hangat untuk memandikan bayi selama masa perkembangannya di usia 1 minggu.

2. Mencuci rambut

Tidak perlu mencuci rambut bayi secara teratur selama masa perkembangan bayi 1 minggu. Disarankan untuk mencuci rambut hanya 1-2 kali seminggu, jika kulit kepala tidak berminyak sehingga tidak perlu lebih sering dicuci.

3. Kebiasaan tidur

Setiap orangtua mempunyai cara bagaimana menempatkan bayi akan tidur nantinya. Tidur bersama atau terpisah, Anda harus tetap memastikan keamanannya.

Dari UCSF Benioff Children’s Hospital, jangan heran apabila bayi yang baru lahir akan menghabiskan waktunya dengan tidur.

Ada kemungkinan pula jika perkembangan bayi 1 minggu tidak bernapas secara teratur dan akan terdengar sesak. Ini merupakan hal yang normal terjadi sampai usia 4 bulan.

Tidak hanya itu saja, bayi juga akan membuat banyak suara serta meakukan gerakan ketika mereka tidur.

Lalu, perlu juga diperhatikan bahwa bayi di usia ini belum bisa membedakan siang dan malam.

Maka dari itu Anda pun perlu mengajarkannya dengan cara yang tepat. Misalnya di malam hari walaupun sedang menyusui atau mengganti popok usahakan menjaga ruangan tetap temaram.

Sementara di pagi hari, sesekali jemurlah ia di bawah sinar matahari pagi.

Di usia ini terlihat pula bahwa bayi akan merasakan tidur yang lebih nyenyak dan lebih cepat ketika digendong.

4. Bersendawa dan cegukan

Perkembangan lainnya pada si kecil di umur 1 minggu adalah mengalami sendawa. Ketika menyusui, ada udara yang masuk ke dalam tubuh sehingga sendawa akan membantunya untuk mengeluarkan angin. Caranya adalah dengan menepuk pelan punggung bayi.

Lalu, bayi pun juga akan mengalami cegukan sehingga Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Terkadang, asupan susu akan membantu menghentikan cegukan.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi di usia ini?

Perkembangan bayi 1 minggu memang butuh banyak perhatian. Namun, kadang ibu suka khawatir bila bayi terlalu banyak tidur. Jangan khawatir, hal ini adalah reaksi alami bayi yang baru lahir.

Seperti Anda yang lelah setelah proses persalinan, bayi juga baru saja menempuh proses kelahiran. Anda dan bayi telah bekerja keras, jadi bayi yang banyak tidur di bulan pertama adalah hal wajar dan normal.

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, jam tidur bayi perlahan akan berkurang dan dia pun nantinya akan menjadi lebih aktif.

Hanya saja, perhatikan apabila waktu atau jam tidur bayi yang terlalu lama ini membuatnya tidak bangun untuk menyusu atau ia terlihat lebih lemas dan lesu ketimbang biasanya.

Apalagi jika si kecil mengalami gejala tambahan di perkembangan usia 1 minggu ini misalnya demam dan kulit menguning. Jangan anggap sepele demam pada anak yang muncul saat perkembangan di usia 1 minggu, karena bisa menjadi tanda adanya infeksi yang serius.

Dalam kondisi bayi seperti ini, jangan tunda untuk segera memeriksakannya ke dokter guna mencegah kemungkinan buruk yang terjadi pada perkembangan si kecil di usia 1 minggu.

Dalam beberapa minggu pertama, kemungkinan bayi akan muntah atau gumoh bahkan mengalami kesulitan bernapas. Lendir atau cairan di dalam paru-paru adalah penyebabnya.

Jangan takut karena bila bayi terlihat seperti mau muntah atau mengeluarkan suara saat bernapas.

Ia mungkin sedang mencoba membersihkan saluran udaranya supaya bisa bernapas lebih baik. Namun kondisi pada perkembangan si kecil di usia 1 minggu ini biasanya akan segera membaik dengan cepat.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi minggu ke-2 ?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab alasan bayi menangis

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
kepala bayi terbentur

Yang Harus Dilakukan Saat Kepala Bayi Terbentur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
madu untuk bayi

Usia Berapa Bayi Mulai Boleh Diberikan Madu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit