Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ingin Berat Badan Si Kecil Naik? Lakukan 11 Cara Mudah Ini

Ingin Berat Badan Si Kecil Naik? Lakukan 11 Cara Mudah Ini

Cara menaikkan berat badan bayi tentu menjadi hal penting untuk ibu ketahui. Pasalnya, naiknya berat badan si kecil adalah pertanda ia tumbuh dengan sehat. Lantas, bagaimana jika berat badan si kecil tak kunjung naik? Yuk, simak tips-tips berikut ini ya, Bu!

Cara menaikkan berat badan bayi

bayi sering kentut terus

Sejak si kecil lahir, ibu sebaiknya rutin memeriksakannya ke puskesmas atau posyandu. Lakukan hal ini agar ibu dapat mengontrol proses kenaikan berat badan si kecil.

Biasanya, ibu akan diberi KMS (Kartu Menuju Sehat) yang isinya berupa kurva pertumbuhan si kecil. Kurva tersebut memudahkan ibu untuk mengetahui apakah si kecil memiliki berat badan yang normal sesuai dengan usianya atau tidak.

Lantas, bagaimana jika ibu mendapati berat badan si kecil sulit naik? Jangan khawatir dan cemas berlebihan ya, Bu. Simak beberapa tips agar berat badan bayi cepat naik berikut ini.

1. Berikan ASI eksklusif

Mungkin sebagian orang tua sudah memulai pemberian makanan pendamping lebih cepat karena menganggap ASI saja tidak cukup. Padahal, ASI eksklusif hingga usia 6 bulan lebih baik untuk bayi.

Ini karena pencernaan bayi belum siap untuk mengonsumsi makanan selain ASI di umur kurang dari 6 bulan. Terlalu cepat memberikan makanan pendamping justru akan membuat si kecil kesulitan mencerna makanan tersebut.

2. Menyusui sesering mungkin

Jika berat badan si kecil kurang, sebaiknya ibu menyusuinya sesering mungkin. Dilansir dari laman Kids Health, bayi yang baru lahir hingga berusia beberapa minggu sebaiknya disusui setiap 1,5 jam atau 2 jam sekali.

Menyusui si kecil dengan jadwal teratur membantu berat badannya naik ke angka yang ideal. Dengan begitu, tumbuh kembang si kecil tidak terganggu.

3. Posisi menyusui yang benar

Tidak hanya menyusui dengan sering, tapi ibu juga perlu memperhatikan posisi menyusui yang benar ya. Perhatikan hal-hal berikut.

  • Ibu berada di posisi yang nyaman, dianjurkan posisi duduk dan menyangga tubuh bayi dengan bantal.
  • Dekatkan bayi ke payudara ibu sambil mendekapnya, usahakan si kecil tidak terlalu jauh jaraknya dari tubuh ibu.
  • Pastikan bayi minum ASI, dengarkan suaranya saat menelan.

Jika ibu menyusui denga posisi yang benar, ASI akan dengan mudah masuk ke saluran pencernaan si kecil sehingga bisa menaikkan berat badan bayi Anda.

4. Bantu dengan susu formula

Jika ASI Anda sedikit, cobalah konsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan menganjurkan pemberian susu formula sebagai salah satu cara menaikkan berat badan bayi.

Namun, jangan hentikan pemberian ASI ya, Bu. Sebab, tujuan susu formula adalah untuk membantu menambah suplai nutrisi, bukan menggantikan fungsi ASI secara total.

Perhatikan reaksi alergi dan pencernaan si kecil jika ibu memutuskan untuk memberikannya susu formula. Pasalnya, tidak semua bayi bisa minum susu sapi.

5. Atasi tongue tie

Tongue tie atau ankyloglossia adalah kondisi bawah lidah bayi terikat dengan permukaan mulutnya. Akibatnya, lidah si kecil sulit bergerak dengan leluasa sehingga sulit menyusu dengan baik.

Jika si kecil mengalami hal ini, segeralah konsultasikan ke dokter. Bila perlu, lakukan upaya pembedahan untuk memutus tongue-tie atau yang disebut dengan frenotomi.

tongue tie (ankyloglossia)

6. Intoleransi laktosa dan alergi susu sapi

Kedua kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi si kecil seperti demam, diare, batuk, sesak, dan gatal.

Jika kesehatan si kecil terganggu, berat badannya pun sulit naik. Oleh karena itu, salah satu cara menaikkan berat badan bayi ibu dalah dengan mencari solusi untuk asupan nutrisi selain susu sapi.

Jika bayi alergi susu sapi, ibu bisa memberikan susu soya. Sementara itu, jika si kecil intoleransi laktosa, ibu memberikan susu bebas laktosa.

Jangan lupa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

7. Berikan MPASI bergizi tinggi

Jika si kecil sudah memasuki usia 6 bulan, ibu sudah bisa memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI adalah salah satu cara meningkatkan berat badan bayi dan membantu kecukupan nutrisinya.

Berikan makanan yang mengandung lemak baik seperti alpukat. Ibu juga perlu memberikan makanan kaya protein seperti ayam dan daging.

Lakukan variasi menu MPASI agar asupan nutrisi untuk si kecil seimbang. Selain itu, sebaiknya hati-hati saat memberikan telur karena bisa saja si kecil alergi terhadap makanan yang satu ini.

8. Memijat bayi

Dilansir dari jurnal Early Development, pijat bayi terbukti bermanfaat sebagai salah satu cara menambah berat badan pada bayi yang lahir prematur atau yang mengalami berat badan rendah.

Disarankan untuk melakukan pijatan lembut pada perut dan anggota tubuh bayi sebanyak 3 kali dalam sehari. Tujuannya untuk membantu perkembangan saraf dalam proses pencernaan.

9. Menerapkan teknik kangguru

Cara menaikkan berat badan bayi lainnya adalah dengan menerapkan teknik kangguru atau Kangaroo Mother Care.

Ya, sesuai dengan namanya, teknik ini menyerupai cara kangguru dalam merawat anaknya, yaitu dengan menggendong bayi setiap saat.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Perinatal Education, peneliti memantau 40 bayi baru lahir yang memiliki berat badan lahir rendah.

Hasilnya menyatakan bahwa terjadi peningkatan berat badan pada bayi yang diberikan teknik kangguru.

Caranya dengan menggendong si kecil sesering mungkin. Usahakan kulit ibu bersentuhan dengan bayi dan dekaplah si kecil ke dada agar dia merasa nyaman.

Teknik ini ternyata dapat memberikan stimulus positif bagi saraf si kecil sehingga proses pencernaan dan tumbuh kembangnya bekerja dengan baik.

10. Istirahat yang cukup

Dalam usia beberapa minggu pertamanya, si kecil membutuhkan tidur yang sangat banyak, yakni minimal 12 jam setiap harinya.

Oleh karena itu, pastikan bayi selalu berada dalam kondisi yang nyaman agar istirahatnya tidak terganggu. Ini juga bertujuan sebagai cara menambah berat badan bayi.

Pastikan kamar si kecil sejuk, ganti pakaiannya secara rutin agar tidak gerah, jaga ketenangan, dan jangan berisik saat si kecil sedang tertidur.

11. Segera periksa ke dokter jika bayi sakit

suhu normal bayi

Jika bayi rewel, demam, atau bayi menunjukkan tanda-tanda sakit, segeralah periksakan ke dokter. Berikan obat-obatan sesuai saran dokter untuk mengobati sakitnya.

Menunda-nunda pengobatan akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang si kecil dan dapat mengurangi berat badannya.

Berobat jika sakit adalah salah satu cara yang perlu ibu lakukan untuk menaikkan berat badan bayi kesayangan Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Breastfeeding FAQs: How Much and How Often (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2019). Retrieved 9 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-often.html

Breastfeeding, P., & Breastfeeding, P. (2021). Maternity | Proper Positioning For Breastfeeding | Beaumont Health. Retrieved 9 April 2021, from https://www.beaumont.org/conditions/proper-positioning-for-breastfeeding

Tongue-tie (ankyloglossia) – Symptoms and causes. (2018). Retrieved 9 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tongue-tie/symptoms-causes/syc-20378452

Diego, M., Field, T., & Hernandez-Reif, M. (2014). Preterm infant weight gain is increased by massage therapy and exercise via different underlying mechanisms. Early Human Development, 90(3), 137-140. doi: 10.1016/j.earlhumdev.2014.01.009

Samra, N., Taweel, A., & Cadwell, K. (2013). Effect of Intermittent Kangaroo Mother Care on Weight Gain of Low Birth Weight Neonates With Delayed Weight Gain. The Journal Of Perinatal Education, 22(4), 194-200. doi: 10.1891/1058-1243.22.4.194

Milk allergy – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 9 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/milk-allergy/symptoms-causes/syc-20375101

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 09/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita