home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Frenotomy, Prosedur untuk Mengatasi Tongue Tie pada Bayi

Frenotomy, Prosedur untuk Mengatasi Tongue Tie pada Bayi
Apa itu frenotomy?|Kapan frenotomy pada bayi perlu dilakukan?|Apa yang perlu diketahui sebelum anak melakukan frenotomy?|Bagaimana proses frenotomy pada anak?|Apa yang bisa dilakukan orangtua setelah prosedur selesai?|Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Kondisi tongue tie seringkali mengganggu proses menyusui, terutama pada bayi. Walaupun dokter mempunyai caranya masing-masing dalam mengatasi tongue tie, frenotomy menjadi salah satu prosedur yang biasanya disarankan. Simak penjelasan lengkap mengenai prosedur frenotomy di bawah ini yuk, Bu!

Apa itu frenotomy?

Frenotomy adalah prosedur yang dilakukan untuk memotong jaringan tipis penghubung lidah ke dasar mulut atau gusi bagian atas mulut. Ahli bedah akan melakukan frenotomi untuk meningkatkan pergerakan lidah.

Sering kali, frenotomi ini dilakukan untuk mengatasi masalah bayi baru lahir seperti tongue tie. Oleh karenanya, prosedur ini kerap disebut sebagai operasi tongue tie.

Tongue tie adalah kondisi saat bayi sulit menggerakkan lidah karena selaput frenulum terlalu pendek.

Perlu diketahui bahwa frenotomy tergolong sebagai prosedur yang cepat sehingga bayi hanya sebentar merasakan sensasi tidak nyaman.

Tidak hanya itu saja, prosedur yang umum dilakukan ini juga mempunyai dua macam jenis, yaitu:

  • Lingual frenotomy (selaput di bawah lidah).
  • Maxillary frenotmy (selaput di dalam bibir).

Kapan frenotomy pada bayi perlu dilakukan?

prosedur frenotomi

Sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa kondisi yang umum terjadi pada bayi adalah tongue tie. Maka, prosedur yang akan dilakukan dokter adalah lingual frenotomy.

Dikutip dari Mayo Clinic, si kecil perlu melakukan operasi tongue tie apabila ia mengalami berbagai kondisi berikut.

  • Sulit mengangkat lidah ke gigi bagian atas.
  • Sulit menggerakkan lidah dari sisi ke sisi lainnya.
  • Mengakibatkan anak sulit untuk menyusu serta berbicara.

Sebaiknya, Anda sebagai orangtua segera berkonsultasi dengan dokter ketika anak sudah mulai susah menyusu karena tongue tie.

Hal ini dilakukan untuk mencegah anak mengalami malnutrisi serta pertumbuhan yang terlambat.

Maka dari itu, frenotomi pada bayi sudah dapat dilakukan sejak bayi baru lahir hingga ia berusia tiga bulan.

Namun, tidak anak dengan kondisi tongue tie perlu melakukan frenotomi. Dokter akan mempertimbangkan kapan anak perlu melakukan prosedur ini.

Apa yang perlu diketahui sebelum anak melakukan frenotomy?

Apabila anak Anda direkomendasikan untuk melakukan frenotomy atau operasi tongue tie, dokter akan memberikan informasi yang diperlukan.

Salah satunya, anak akan diminta untuk tidak menyusu terlebih dahulu dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Namun, ini diperlukan pada anak yang perlu diberikan anestesi dalam prosedur frenotomi.

Lalu, hal penting lainnya bagi orangtua adalah pastikan untuk mengetahui alasan mengapa anak Anda sangat membutuhkan operasi tongue tie. Hal yang bisa Anda tanyakan adalah:

  • Seberapa parah tongue tie yang dialami anak?
  • Apa saja perawatan yang bisa dilakukan?
  • Apa saja risiko yang bisa terjadi dari frenotomi?
  • Apakah nantinya frenotomy dapat memperbaiki kemampuan anak dalam menyusu?

Bagaimana proses frenotomy pada anak?

Dalam kebanyakan kasus, prosedur frenotomi cukup mudah dan tergolong cepat. Berikut langkah-langkah yang akan dilakukan dokter, seperti:

  • Apabila diperlukan, bayi akan dibedong untuk meminimalisasi gerakan dan bisa menahan tubuhnya.
  • Lalu, anak akan diberikan sukrosa oral (cairan untuk mengurangi nyeri) agar lebih nyaman dan untuk membantu mencegah rasa sakit.
  • Perawat akan membantu dokter untuk memegang kepala serta tangan bayi.
  • Dokter akan mengangkat lidah bayi lalu menjepit serta menggunting frenulum dengan gunting khusus.

Selain gunting khusus, Anda juga bisa minta rekomendasi dokter untuk melakukan prosedur dengan laser. Penggunaan laser dapat mengurangi risiko infeksi dan kehilangan banyak darah.

Apa yang bisa dilakukan orangtua setelah prosedur selesai?

Setelah prosedur, kemungkinan akan ada satu hingga dua tetes darah yang keluar karena efek pengguntingan selaput frenulum.

Anda akan diberitahu dokter agar segera menyusui bayi untuk menenangkannya.

Lalu, dalam beberapa hari ada kemungkinan Anda juga bisa melihat adanya bercak putih atau kuning dalam ukuran kecil di bawah lidah anak.

Tidak perlu khawatir berlebihan karena itu merupakan proses penyembuhan yang normal terjadi.

Biasanya, luka bekas prosedur frenotomy akan membaik dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu.

Hal yang sebaiknya diperhatikan orangtua dalam proses penyembuhan setelah frenotomy, yaitu menghindari menaruh anak dalam posisi tengkurap agar tidak memberi tekanan pada rahang.

Selain itu, Anda diperbolehkan untuk menyusui bayi kapan pun dan tidak ada batasan tertentu. Bahkan, ASI dapat mencegah terjadinya infeksi setelah prosedur.

Segera hubungi dokter jika ada perdarahan di area bekas frenotomi, anak mengalami demam, atau terlihat tidak nyaman saat sedang menyusu.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Sudah dipaparkan di atas bahwa prosedur lingual frenotomy merupakan hal yang umum dilakukan, mudah, dan dengan waktu yang cukup cepat.

Maka dari itu, komplikasi setelah operasi tongue tie ini pun jarang terjadi. Akan tetapi, ada pula potensi kemungkinan terjadinya efek samping, seperti:

  • Perdarahan yang cukup banyak.
  • Infeksi pada area bawah lidah.
  • Adanya kerusakan saraf di area mulut dan lidah.
  • Terasa sakit dan terjadi pembengkakan.
  • Frenulum kembali tersambung (sangat jarang terjadi).

Frenotomy adalah prosedur yang tidak bisa dilakukan sembarangan, sehingga Anda perlu mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk melakukannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tongue-tie (ankyloglossia) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tongue-tie/diagnosis-treatment/drc-20378456

Devishree, D. (2012). Frenectomy: A Review with the Reports of Surgical Techniques. JOURNAL Of CLINICAL AND DIAGNOSTIC RESEARCH. doi: 10.7860/jcdr/2012/4089.2572

Lingual Frenectomy | Ear, Nose, and Throat. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://intermountainhealthcare.org/services/ear-nose-throat/treatment-and-detection-methods/lingual-frenectomy/

What is a Frenectomy? | Lingual Frenectomy | AAOMS. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://myoms.org/what-we-do/extractions-and-other-oral-surgeries/what-is-a-frenectomy/

Frenotomy . (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.cincinnatichildrens.org/health/f/frenuloplasty

Frenotomy – CHI Franciscan. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.chifranciscan.org/health-care-services/womens-care/pregnancy-and-childbirth/classes-and-resources/breastfeeding-lactation/frenotomy.html

Lingual Frenotomy. (2021). Retrieved 5 February 2021, from https://www.nationwidechildrens.org/specialties/ear-nose-throat-ent-services-otolaryngology/find-a-service/lingual-frenotomy

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 09/03/2021
x